← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 3 - Sejarah X - Pengantar Ilmu Sejarah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN PERTEMUAN 3

A. IDENTITAS DAN TUJUAN TINDAK LANJUT

Aspek Deskripsi
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Fase X / Fase E
Tanggal Pelaksanaan RPP 2026-09-07 s.d. 2026-09-13
Topik Pengantar Ilmu Sejarah
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Tujuan Tindak Lanjut Memberikan dukungan spesifik bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, memberikan tantangan yang lebih luas bagi yang sudah mahir, serta mengidentifikasi area perbaikan pembelajaran guru berdasarkan hasil asesmen formatif dan observasi.

B. PEMETAAN HASIL ASESMEN

Berdasarkan observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik selama kegiatan diskusi kelompok dan studi kasus pada pertemuan 3, peserta didik dipetakan sebagai berikut:

Kategori Ciri Hasil Belajar Peserta Didik Kebutuhan Peserta Didik Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi keterkaitan antar skala sejarah (lokal, nasional, global). Hanya mampu menyebutkan contoh tunggal atau tidak relevan. Bantuan konkret untuk memahami konsep keterkaitan, contoh yang lebih sederhana dan terstruktur. Pendampingan intensif, pemberian contoh pemandu, latihan terstruktur.
Berkembang Mampu menjelaskan satu contoh keterkaitan antar skala sejarah, namun penjelasan belum mendalam atau kurang akurat pada detailnya. Memperdalam pemahaman tentang mekanisme keterkaitan dan analisis sebab-akibat. Memberikan pertanyaan lanjutan yang memancing analisis lebih dalam, studi kasus tambahan dengan tingkat kesulitan sedikit lebih tinggi.
Cakap Mampu menjelaskan minimal dua contoh keterkaitan antar skala sejarah dengan penjelasan yang cukup jelas dan logis. Memperluas cakrawala pemikiran ke arah evaluasi dampak dan kompleksitas keterkaitan. Memberikan tantangan analisis dampak dari keterkaitan yang disebutkan, diskusi kelompok kecil untuk membandingkan analisis.
Mahir Mampu menjelaskan minimal dua contoh keterkaitan antar skala sejarah secara lisan maupun tertulis dengan analisis mendalam, evaluasi dampak, dan kesadaran akan kompleksitasnya. Mampu mengaitkan dengan isu-isu kontemporer. Mengeksplorasi penerapan konsep dalam konteks yang lebih luas atau kreatif, seperti merancang simulasi sederhana menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi dampak sosial dari suatu peristiwa sejarah, atau menganalisis potensi agrikultur berkelanjutan yang terinspirasi dari praktik masa lalu sebagai bagian dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Memberikan proyek pengayaan yang menuntut kreativitas dan aplikasi tingkat tinggi, seperti membuat infografis kompleks atau esai analisis kritis.

C. REMEDIAL

Peserta didik yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan kegiatan remedial.

  • Fokus: Memahami dan menjelaskan minimal dua contoh keterkaitan antar skala sejarah (lokal, nasional, global).
  • Kegiatan:
    1. Studi kasus terbimbing: Menganalisis dua hingga tiga contoh peristiwa sejarah yang jelas saling berkaitan (misalnya, revolusi industri di Inggris dan dampaknya terhadap kolonialisme di Indonesia). Guru akan membimbing langkah demi langkah identifikasi keterkaitannya.
    2. Pembuatan peta konsep sederhana: Peserta didik diminta membuat peta konsep yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara peristiwa lokal, nasional, dan global menggunakan kata kunci yang disediakan.
    3. Diskusi tanya jawab terfokus: Guru akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan spesifik untuk memancing pemahaman keterkaitan, misalnya "Bagaimana kebijakan VOC di Indonesia dapat dipengaruhi oleh situasi politik di Eropa pada abad ke-17?"
  • Dukungan: Guru memberikan penjelasan tambahan, contoh visual, dan mendampingi secara individual atau kelompok kecil.
  • Asesmen Ulang: Peserta didik diminta menjelaskan kembali satu contoh keterkaitan antar skala sejarah secara lisan di hadapan guru.

D. PENGAYAAN

Peserta didik yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan kegiatan pengayaan.

  • Fokus: Menganalisis dampak kompleks dari keterkaitan sejarah, menerapkan konsep pada konteks baru, atau mengeksplorasi aplikasi kreatif.
  • Kegiatan:
    1. Studi kasus lanjutan: Menganalisis keterkaitan sejarah yang lebih kompleks dan multi-dimensi (misalnya, Perang Dunia II dan dampaknya terhadap kemerdekaan negara-negara di Asia serta perkembangan teknologi informasi).
    2. Proyek Mini: Merancang alur logika sederhana (pseudocode atau flowchart) menggunakan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi potensi penyebaran suatu ide atau gerakan sosial di era digital berdasarkan pola sejarah.
    3. Diskusi Forum: Peserta didik "Mahir" diminta mempresentasikan bagaimana pemahaman keterkaitan sejarah dapat memberikan wawasan untuk pengembangan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dengan mengidentifikasi bagaimana perubahan iklim global di masa lalu memengaruhi pola pertanian lokal dan bagaimana hal itu bisa menjadi pelajaran.
  • Tantangan: Mendorong peserta didik untuk menghubungkan materi sejarah dengan isu-isu terkini atau disiplin ilmu lain.

E. DUKUNGAN DIFERENSIASI

Dukungan diferensiasi diberikan berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik:

  • Konten:
    • Baru Memulai/Berkembang: Materi bacaan dengan bahasa lebih sederhana, contoh-contoh konkret dan visual, daftar kata kunci.
    • Cakap/Mahir: Teks bacaan yang lebih kompleks, studi kasus interdisipliner, materi tambahan tentang teori-teori historiografi.
  • Proses:
    • Baru Memulai/Berkembang: Pembelajaran tatap muka terstruktur, kegiatan berkelompok dengan arahan jelas, penggunaan alat bantu visual.
    • Cakap/Mahir: Diskusi kelompok yang lebih mandiri, kesempatan untuk memimpin diskusi, eksplorasi mandiri melalui sumber daya digital.
  • Produk:
    • Baru Memulai/Berkembang: Peta konsep sederhana, jawaban singkat terstruktur, presentasi lisan terbimbing.
    • Cakap/Mahir: Esai analisis, infografis, presentasi mandiri, simulasi sederhana menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
  • Lingkungan:
    • Kelompok belajar yang kondusif, akses sumber belajar yang beragam (buku, digital, visual).
  • Dukungan Khusus:
    • Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik dapat diberikan tugas membuat diorama sederhana yang menunjukkan keterkaitan sejarah.
    • Peserta didik dengan gaya belajar auditori dapat diberikan kesempatan lebih banyak untuk berdiskusi dan presentasi.

F. UMPAN BALIK

Contoh kalimat umpan balik konstruktif:

  • Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah mencoba menyebutkan contohnya. Mari kita coba cari satu lagi keterkaitan yang lebih jelas antara peristiwa di desa kita dengan yang terjadi di Jakarta. Perhatikan bagaimana kebijakan pemerintah pusat bisa memengaruhi kehidupan di daerah."
  • Berkembang: "Penjelasanmu tentang dampak Revolusi Industri terhadap Indonesia sudah bagus. Bisakah kamu jelaskan lebih lanjut bagaimana spesifiknya teknologi baru itu masuk ke Indonesia dan mengubah cara hidup masyarakat kita?"
  • Cakap: "Analisis kamu mengenai keterkaitan Perang Dingin dengan isu-isu politik di Asia Tenggara sangat tajam. Untuk memperdalam lagi, coba pikirkan bagaimana keterkaitan ini masih relevan dengan konflik global saat ini."
  • Mahir: "Presentasimu tentang bagaimana sejarah dapat menginspirasi inovasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban sangat komprehensif. Ide untuk menerapkan algoritma KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam pemodelan risiko pangan sangat inovatif. Pertimbangkan untuk mengembangkannya menjadi proposal penelitian kecil."

G. KOMUNIKASI

Komunikasi dengan wali kelas/orang tua/mitra akan dilakukan apabila ada peserta didik yang secara konsisten menunjukkan kesulitan belajar yang memerlukan perhatian khusus atau dukungan di luar sekolah, serta untuk melaporkan perkembangan positif pada peserta didik yang menunjukkan kemajuan signifikan.

H. MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa] Menjelaskan minimal dua contoh keterkaitan antar skala sejarah. Pendampingan intensif saat remedial, pemberian contoh visual. Selama remedial. [Hasil observasi: mulai memahami / masih kesulitan] [Perlu pendampingan lanjutan / siap mengikuti materi berikutnya]
[Nama Siswa] Analisis mendalam dampak keterkaitan sejarah. Memberikan studi kasus tambahan dengan tingkat kesulitan sedang. Saat pengayaan. [Hasil observasi: mampu menganalisis / perlu bimbingan] [Siap untuk tugas yang lebih kompleks / perlu penguatan analisis]
... ... ... ... ... ...

I. REFLEKSI GURU

  1. Apakah kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini sudah berpusat pada peserta didik dan mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam?
  2. Bagaimana efektivitas model Cooperative Learning dan metode diskusi kelompok, studi kasus, serta peta konsep dalam mencapai tujuan pembelajaran?
  3. Apakah integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam kegiatan pembelajaran sudah relevan dan memberikan makna bagi peserta didik?
  4. Bagaimana kualitas partisipasi dan pemahaman peserta didik selama kegiatan, terutama dalam mengaitkan sejarah lokal, nasional, dan global?
  5. Area perbaikan apa yang dapat saya lakukan untuk pembelajaran selanjutnya berdasarkan hasil observasi, asesmen formatif, dan refleksi ini?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.