| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | X / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai konsep sejarah yang bersifat umum diasumsikan sudah dimiliki. Minat belajar peserta didik diarahkan melalui aktivitas yang relevan dengan kehidupan masa kini. Kebutuhan belajar dipenuhi melalui variasi metode dan media pembelajaran. |
| Materi Pelajaran | Materi "Pengantar Ilmu Sejarah" mencakup konsep-konsep fundamental yang menjadi dasar pemahaman sejarah sebagai ilmu. Relevansi kehidupan nyata ditekankan melalui kaitan peristiwa sejarah dengan masa kini dan masa depan. Tingkat kesulitan materi dianggap moderat, namun potensi miskonsepsi mengenai sejarah sebagai cerita masa lalu belaka perlu diantisipasi. Integrasi nilai karakter seperti kritis, kolaboratif, dan berbudaya dapat ditanamkan melalui analisis peristiwa sejarah. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| Capaian Pembelajaran | Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar ilmu sejarah yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan analisis untuk mengkaji peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan evaluasi untuk mengkaji peristiwa sejarah; menganalisis serta mengevaluasi manusia sebagai subjek dan objek sejarah; menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; memahami peristiwa sejarah secara diakronis (kronologi) maupun sinkronis. |
DESAIN PEMBELAJARAN
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | Memberikan salam, menanyakan kabar, serta mengecek kehadiran. Memotivasi peserta didik dengan menampilkan cuplikan video singkat tentang bagaimana peristiwa sejarah lokal memiliki dampak global (misalnya, kisah perjuangan kemerdekaan di suatu daerah yang menginspirasi gerakan nasional). Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria ketercapaiannya. Melakukan apersepsi singkat terkait materi sebelumnya. | Menjawab salam, menyimak apersepsi dan motivasi guru. Menyatakan tujuan pembelajaran dan memahami kriteria keberhasilan. Mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya. | 15 menit | Kehadiran, partisipasi dalam apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI | Memahami, Kontekstual | Menyajikan studi kasus tertulis atau visual yang menggambarkan keterkaitan peristiwa sejarah lokal (misal: sejarah berdirinya desa/kota di Tuban) dengan peristiwa nasional (misal: perjuangan kemerdekaan RI) dan global (misal: dampak revolusi industri terhadap ekonomi kolonial). Memfasilitasi pembentukan kelompok belajar (4-5 orang) dan membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi pertanyaan panduan analisis studi kasus. | Mendengarkan penjelasan guru. Membentuk kelompok belajar. Menganalisis studi kasus yang diberikan secara berkelompok, mendiskusikan keterkaitan antar skala sejarah (lokal, nasional, global). Mencatat poin-poin penting dalam LKPD. | 45 menit | Catatan diskusi kelompok, jawaban awal pada LKPD. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Mengaplikasi, Kolaboratif | Membimbing setiap kelompok dalam mendiskusikan hasil analisis mereka. Memberikan pertanyaan pemantik untuk mendorong pendalaman pemahaman, misalnya: "Bagaimana pengaruh kebijakan kolonial di tingkat lokal terhadap perkembangan pergerakan nasional?" atau "Apa dampak global dari keberhasilan diplomasi Indonesia pada masa lalu?". Memfasilitasi peserta didik untuk mulai menyusun peta konsep yang menggambarkan keterkaitan peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global berdasarkan studi kasus. | Berdiskusi aktif dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan pemantik guru. Mengembangkan ide-ide dan argumen mengenai keterkaitan peristiwa sejarah. Mulai menyusun peta konsep sederhana yang menghubungkan skala lokal, nasional, dan global. | 40 menit | Peta konsep awal, poin-poin argumen dalam diskusi. |
| INTI - MEREFLEKSI | Merefleksi, Berkesadaran | Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara singkat peta konsep yang telah mereka buat, fokus pada poin-poin keterkaitan yang paling menonjol. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan peta konsep yang dibuat. Memandu sesi tanya jawab antar kelompok. Mengajak peserta didik merefleksikan kesulitan yang dihadapi dalam menganalisis keterkaitan antar skala sejarah. | Mempresentasikan peta konsep hasil kerja kelompok. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan atau pertanyaan. Merefleksikan proses belajar dan kesulitan yang dialami. Memberikan umpan balik terhadap proses kerja kelompok lain. | 25 menit | Peta konsep final, partisipasi dalam presentasi dan diskusi. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Bermakna | Bersama peserta didik merumuskan simpulan pembelajaran mengenai pentingnya memahami sejarah dalam berbagai skala. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kerja sama kelompok. Memberikan umpan balik umum terkait pencapaian tujuan pembelajaran dan area yang perlu ditingkatkan. Memberikan informasi singkat mengenai topik pembelajaran pertemuan berikutnya. | Menyimak simpulan yang dirumuskan. Menerima apresiasi dari guru. Memberikan refleksi singkat tentang pembelajaran hari ini. | 10 menit | Keikutsertaan dalam perumusan simpulan, respons terhadap umpan balik. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep sejarah dan relevansinya. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat. Teknik: Tanya jawab interaktif. Bukti yang Dinilai: Kemampuan peserta didik dalam memberikan contoh awal keterkaitan peristiwa lokal dengan skala yang lebih luas. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik dapat memberikan setidaknya satu contoh relevan. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat bagi yang belum tepat. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Tujuan: Memantau pemahaman konsep dan kemampuan analisis peserta didik selama proses pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, pertanyaan pemantik selama diskusi, hasil analisis awal pada LKPD, dan peta konsep. Teknik: Observasi, pertanyaan lisan, penilaian produk (peta konsep). Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, kualitas argumen, akurasi peta konsep, kemampuan mengaitkan skala sejarah. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep yang berkembang, mampu berkolaborasi, dan menghasilkan peta konsep yang mulai terstruktur. Tindak Lanjut: Memberikan bimbingan dan umpan balik individual maupun kelompok. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Presentasi singkat peta konsep oleh setiap kelompok, tanya jawab singkat setelah presentasi. Teknik: Kinerja (presentasi), Lisan (tanya jawab). Bukti yang Dinilai: Kualitas peta konsep, kemampuan menjelaskan keterkaitan antar skala sejarah, respons terhadap pertanyaan. Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu menjelaskan minimal tiga keterkaitan antar skala sejarah dengan jelas melalui peta konsep dan presentasinya. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik menyeluruh, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep Keterkaitan Skala Sejarah | Kesulitan mengidentifikasi dan menjelaskan keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global. | Mulai dapat mengidentifikasi beberapa keterkaitan dengan bantuan guru atau contoh. | Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan minimal tiga keterkaitan antar skala sejarah secara lisan maupun visual (peta konsep). | Mampu menganalisis dan mengevaluasi keterkaitan antar skala sejarah secara mendalam, memberikan contoh spesifik, dan menjelaskan implikasinya. |
| Kemampuan Analisis Studi Kasus | Hanya mampu mengutip informasi dari studi kasus tanpa analisis mendalam. | Mulai dapat menganalisis studi kasus dengan bantuan, namun belum mendalam. | Mampu menganalisis studi kasus secara mandiri, mengidentifikasi elemen-elemen penting yang menunjukkan keterkaitan sejarah. | Mampu melakukan analisis kritis terhadap studi kasus, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab dan dampak dari keterkaitan antar skala sejarah. |
| Kolaborasi dalam Kelompok | Cenderung bekerja sendiri atau kurang berkontribusi dalam diskusi kelompok. | Mulai berpartisipasi dalam diskusi, namun perlu dorongan untuk berkontribusi lebih aktif. | Berpartisipasi aktif dalam diskusi, memberikan ide, mendengarkan pendapat teman, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas. | Memimpin diskusi, memfasilitasi kerja sama tim, memberikan kontribusi yang signifikan, dan mampu mengelola dinamika kelompok secara efektif. |
| Penyajian Peta Konsep | Peta konsep sangat sederhana, tidak jelas, dan sulit dipahami. | Peta konsep mulai menunjukkan keterkaitan, namun masih memerlukan perbaikan dalam struktur dan kejelasan. | Peta konsep terstruktur dengan baik, menunjukkan keterkaitan antar elemen secara jelas, dan mudah dipahami. | Peta konsep sangat informatif, kreatif, menunjukkan kedalaman pemahaman, dan disajikan dengan menarik serta efektif. |
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |