PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 1 DARI 5
IDENTITAS
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Nama Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Semester | X / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik di awal pembelajaran. Minat belajar akan digali melalui pertanyaan apersepsi dan diskusi. Kebutuhan belajar akan diidentifikasi berdasarkan hasil asesmen awal dan observasi selama pembelajaran. |
|---|---|
| Materi Pelajaran | Materi "Pengantar Ilmu Sejarah" bersifat fundamental dan merupakan dasar bagi pemahaman sejarah selanjutnya. Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena sejarah membantu memahami masa kini dan masa depan. Tingkat kesulitan materi ini moderat, memerlukan pemahaman konsep dasar dan kemampuan analisis awal. Potensi miskonsepsi terkait sejarah sebagai hafalan atau cerita belaka perlu diantisipasi. Integrasi nilai dan karakter akan dilakukan melalui penekanan pada pentingnya belajar dari masa lalu untuk membangun masa depan yang lebih baik, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kritis. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
| Capaian Pembelajaran | Elemen Pemahaman Konsep: Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar ilmu sejarah yang dapat digunakan untuk menjelaskan peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan analisis untuk mengkaji peristiwa sejarah; memahami konsep dasar ilmu sejarah sebagai bahan evaluasi untuk mengkaji peristiwa sejarah; menganalisis serta mengevaluasi manusia sebagai subjek dan objek sejarah; menganalisis serta mengevaluasi peristiwa sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional, dan global; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam dimensi masa lalu, masa kini, dan masa depan; menganalisis serta mengevaluasi sejarah dari aspek perkembangan, perubahan, keberlanjutan, dan keberulangan; memahami peristiwa sejarah secara diakronis (kronologi) maupun sinkronis. Elemen Keterampilan Proses: Pada akhir fase ini, peserta didik mampu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, mengomunikasikan, merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif tentang pengantar dasar ilmu sejarah. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran pengantar ilmu sejarah ini akan mengaitkan konsep pemikiran kritis dan analisis data dengan disiplin ilmu lain. Pemahaman tentang kronologi dan kausalitas dalam sejarah dapat dihubungkan dengan pemodelan logika dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Selain itu, pemahaman tentang bagaimana peristiwa sejarah membentuk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat dikaitkan dengan studi kasus dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya bagaimana perubahan pola tanam atau distribusi pangan di masa lalu memengaruhi kesejahteraan masyarakat hingga kini. |
|---|---|
| Tujuan Pembelajaran | Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama ini, peserta didik secara individu maupun kelompok mampu mengidentifikasi minimal tiga konsep esensial dalam pengantar ilmu sejarah (seperti sejarah sebagai ilmu, konsep waktu dalam sejarah, dan ruang lingkup sejarah) dengan tingkat pemahaman awal yang terukur melalui asesmen diagnostik dan formatif. |
| Topik Pembelajaran | Pengantar Ilmu Sejarah |
| Praktik Pedagogis | Model: Cooperative Learning Strategi: Pembelajaran kelompok terstruktur dengan penekanan pada tanggung jawab individu dan kelompok. Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Pembuatan Peta Konsep. Alasan Pemilihan: Model Cooperative Learning sangat sesuai untuk pertemuan awal ini guna membangun kolaborasi antarpeserta didik, memfasilitasi mereka dalam berbagi pemahaman awal, dan membangun rasa percaya diri melalui kerja kelompok. Metode diskusi kelompok dan studi kasus akan membantu peserta didik aktif menggali konsep dasar sejarah, sementara pembuatan peta konsep membantu mengorganisasi pemahaman mereka secara visual. Penerapan Sintaks Model: 1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi murid: Guru menyajikan topik pembelajaran dan relevansinya dengan kehidupan sehari-hari, serta memotivasi peserta didik untuk aktif belajar. 2. Menyajikan informasi atau stimulus: Guru memberikan stimulus berupa pertanyaan pemantik, gambar, atau kutipan terkait sejarah. 3. Mengorganisasikan kelompok belajar: Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen. 4. Membimbing kerja dan kolaborasi kelompok: Guru memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan bimbingan, dan mendorong kolaborasi. 5. Melakukan evaluasi hasil belajar: Guru memantau pemahaman peserta didik melalui observasi dan pertanyaan selama diskusi, serta asesmen formatif. 6. Memberikan apresiasi dan refleksi: Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif dan hasil kerja kelompok, serta memfasilitasi refleksi singkat. |
| Kemitraan Pembelajaran | Untuk mendukung pembelajaran pertemuan pertama ini, kolaborasi ringan dapat dilakukan dengan perpustakaan sekolah untuk menyediakan sumber bacaan awal tentang sejarah, serta dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi awal mengenai karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan penataan meja yang memungkinkan kerja kelompok. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif akan diciptakan agar setiap peserta didik merasa nyaman untuk bertanya dan berpendapat. Pemanfaatan sudut baca kelas atau sumber belajar digital yang tersedia di sekolah juga akan dioptimalkan. |
| Pemanfaatan Digital | Peserta didik akan diarahkan untuk memanfaatkan gawai pribadi (jika tersedia) atau komputer sekolah untuk mengakses informasi awal terkait topik sejarah melalui sumber daring yang terpercaya, serta untuk membuat peta konsep digital jika memungkinkan. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (25 menit) |
Berkesadaran: Guru menciptakan suasana kelas yang tenang dan fokus. Bermakna: Guru mengaitkan topik sejarah dengan relevansi kehidupan masa kini. Menggembirakan: Guru menggunakan metode interaktif untuk memotivasi. |
|
|
25 menit | Jawaban apersepsi, hasil asesmen diagnostik awal. |
| INTI - MEMAHAMI (60 menit) |
Bermakna: Guru menyajikan materi dengan contoh konkret. Berkesadaran: Guru membimbing diskusi agar fokus pada konsep. Menggembirakan: Peserta didik belajar dari teman sebaya. |
|
|
60 menit | Catatan guru selama observasi diskusi, hasil diskusi kelompok. |
| INTI - MENGAPLIKASI (30 menit) |
Bermakna: Peserta didik memvisualisasikan pemahaman. Menggembirakan: Proses kreatif membuat peta konsep. Berkesadaran: Peserta didik mengorganisasi ide secara sistematis. |
|
|
30 menit | Peta Konsep yang dibuat kelompok. |
| INTI - MEREFLEKSI (15 menit) |
Berkesadaran: Guru memfasilitasi refleksi mendalam. Bermakna: Peserta didik menghubungkan pembelajaran dengan diri sendiri. Menggembirakan: Apresiasi atas usaha belajar. |
|
|
15 menit | Jawaban refleksi peserta didik. |
| PENUTUP (5 menit) |
Bermakna: Memberikan gambaran kelanjutan pembelajaran. Menggembirakan: Memberikan motivasi untuk pertemuan berikutnya. |
|
|
5 menit | Kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk pertemuan selanjutnya. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
|
|---|---|
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
|
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran: Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama ini, peserta didik secara individu maupun kelompok mampu mengidentifikasi minimal tiga konsep esensial dalam pengantar ilmu sejarah (seperti sejarah sebagai ilmu, konsep waktu dalam sejarah, dan ruang lingkup sejarah) dengan tingkat pemahaman awal yang terukur melalui asesmen diagnostik dan formatif.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Konsep Esensial Sejarah (misal: sejarah sebagai ilmu) | Belum mampu mengidentifikasi konsep dasar sejarah atau memberikan definisi yang sangat umum. | Mampu mengidentifikasi satu konsep dasar sejarah dengan bantuan contoh sederhana. | Mampu mengidentifikasi minimal dua konsep dasar sejarah (misal: fakta, peristiwa, narasi) dengan penjelasan singkat. | Mampu mengidentifikasi minimal tiga konsep esensial sejarah dan menjelaskan keterkaitannya secara akurat. |
| Pemahaman Konsep Waktu dalam Sejarah (Diakronis/Sinkronis) | Belum memahami perbedaan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam sejarah. | Mulai memahami konsep waktu dalam sejarah, namun kesulitan menjelaskan keterkaitannya secara diakronis. | Mampu menjelaskan perbedaan antara diakronis dan sinkronis serta memberikan contoh sederhana untuk masing-masing. | Mampu menjelaskan konsep waktu dalam sejarah (diakronis dan sinkronis) secara mendalam dan mengaitkannya dengan analisis peristiwa. |
| Pemahaman Ruang Lingkup Sejarah (Lokal, Nasional, Global) | Tidak dapat memberikan contoh peristiwa sejarah di luar lingkup pribadi. | Mampu menyebutkan satu contoh peristiwa sejarah lokal dengan sedikit kesulitan. | Mampu memberikan contoh peristiwa sejarah di tingkat lokal dan nasional serta menjelaskan sedikit keterkaitannya. | Mampu memberikan contoh peristiwa sejarah dari berbagai lingkup (lokal, nasional, global) dan menjelaskan keterkaitannya secara logis. |
| Kolaborasi dalam Kelompok dan Pembuatan Peta Konsep | Cenderung bekerja sendiri dalam kelompok atau tidak berkontribusi pada peta konsep. | Mulai berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan berkontribusi pada peta konsep, namun masih perlu arahan. | Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok, berbagi ide, dan berperan dalam pembuatan peta konsep. | Memimpin diskusi kelompok, memberikan masukan konstruktif, dan berkontribusi signifikan dalam pembuatan peta konsep yang terstruktur dan informatif. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |