ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah |
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru |
Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran |
Kimia |
| Kelas/Fase |
XII / Fase F |
| Semester/Tahun Pelajaran |
Ganjil / 2026/2027 |
| Pertemuan ke- |
5 dari 5 |
| Topik |
Sifat Koligatif Larutan |
| Alokasi Waktu |
5 JP (225 menit) |
| Model/Metode |
Discovery Learning / Diskusi, Eksperimen, Presentasi |
| Dimensi Profil Lulusan |
Penalaran Kritis, Kemandirian |
| Tujuan Asesmen |
Mengukur kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep sifat koligatif larutan melalui presentasi hasil analisis fenomena nyata, serta merefleksikan pemahaman dan dampaknya. |
ASESMEN PADA AWAL PEMBELAJARAN
Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang penerapan sifat koligatif larutan.
Bentuk/Instrumen: Tanya jawab singkat.
Teknik: Lisan.
1. Sebutkan satu contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari yang Anda ketahui!
2. Mengapa es dapat mencair lebih cepat ketika ditaburi garam?
3. Apa yang terjadi pada sel darah merah jika dimasukkan ke dalam air murni? Mengapa?
4. Bagaimana cara kerja antibeku pada radiator mobil?
5. Pernahkah Anda mendengar tentang desalinasi air laut? Bagaimana konsep sifat koligatif berperan di dalamnya?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
• Jawaban yang relevan dengan sifat koligatif (penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, atau tekanan osmotik).
• Interpretasi: Peserta didik yang mampu menjawab minimal satu pertanyaan dengan benar menunjukkan pemahaman awal yang memadai. Jawaban yang kurang tepat atau tidak ada dapat menjadi indikasi miskonsepsi yang perlu diperbaiki.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat atau klarifikasi konsep jika diperlukan.
ASESMEN PADA PROSES PEMBELAJARAN
Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis data, kolaborasi, dan keterampilan presentasi selama kegiatan kelompok dan diskusi.
Bentuk/Instrumen: Lembar Observasi dan Exit Ticket.
Teknik: Observasi, Penugasan singkat.
LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN PROSES
Aspek yang Diamati:
1. Keaktifan Berkontribusi: Tingkat partisipasi dalam diskusi kelompok, memberikan ide, dan bertanya.
2. Kemampuan Berpikir Kritis: Kemampuan menganalisis data, menghubungkan konsep dengan fenomena, dan memberikan argumen logis.
3. Kolaborasi Tim: Kemampuan bekerja sama, menghargai pendapat anggota lain, dan menyelesaikan tugas bersama.
4. Keterampilan Presentasi: Kejelasan penyampaian, penggunaan media, dan kemampuan menjawab pertanyaan.
| No | Nama Peserta Didik | Keaktifan Berkontribusi | Kemampuan Berpikir Kritis | Kolaborasi Tim | Keterampilan Presentasi | Catatan Umpan Balik |
| :-- | :----------------- | :---------------------- | :------------------------ | :------------- | :---------------------- | :------------------ |
| 1 | | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | |
| 2 | | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | |
| ... | ... | ... | ... | ... | ... | |
EXIT TICKET
1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang aplikasi sifat koligatif larutan adalah...
2. Satu pertanyaan yang masih saya miliki tentang topik ini adalah...
3. Bagaimana konsep sifat koligatif larutan ini dapat dikaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam optimalisasi penggunaan air untuk pertanian?
Tindak Lanjut: Umpan balik lisan atau tertulis kepada individu/kelompok berdasarkan observasi.
ASESMEN PADA AKHIR PEMBELAJARAN
Tujuan: Menilai pemahaman komprehensif dan kemampuan mengaplikasikan konsep sifat koligatif larutan.
Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian/Tugas Kontekstual.
Teknik: Tertulis.
SOAL PILIHAN GANDA (5 Butir)
1. Fenomena penurunan titik beku larutan lebih rendah dari pelarut murninya dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, kecuali...
a. Penggunaan garam untuk mencairkan salju di jalan raya.
b. Penambahan etilen glikol pada radiator mobil sebagai antibeku.
c. Pembuatan es krim dengan menambahkan campuran garam dan es.
d. Penyimpanan ikan segar dengan menaburkan garam.
e. Memasak mie instan di daerah pegunungan yang tinggi.
2. Tekanan osmotik larutan bergantung pada konsentrasi zat terlarut. Dalam bidang pertanian, konsep ini penting untuk memahami pergerakan air dalam tanaman. Jika sebuah sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan yang hipertonis, maka yang akan terjadi adalah...
a. Air akan keluar dari sel, menyebabkan sel mengerut.
b. Air akan masuk ke dalam sel, menyebabkan sel membengkak.
c. Tidak ada perpindahan air karena tekanan osmotik seimbang.
d. Terjadi osmosis balik karena konsentrasi larutan luar lebih rendah.
e. Dinding sel akan pecah karena tekanan turgor yang tinggi.
3. Sebuah pabrik pengolahan makanan ingin mengawetkan buah-buahan dengan menggunakan larutan gula. Agar buah tidak terlalu banyak kehilangan air (mengerut), konsentrasi larutan gula yang paling tepat dipilih adalah larutan...
a. Isotonis dengan cairan buah.
b. Hipotonis terhadap cairan buah.
c. Hipertonis terhadap cairan buah.
d. Jenuh dengan gula.
e. Mengandung konsentrasi zat non-elektrolit yang sangat tinggi.
4. Salah satu metode untuk mendapatkan air tawar dari air laut adalah melalui proses osmosis balik. Prinsip kerja osmosis balik adalah...
a. Memaksa pelarut bergerak dari larutan hipotonis ke hipertonis melalui membran semipermeabel dengan tekanan lebih besar dari tekanan osmotik.
b. Memaksa zat terlarut bergerak dari konsentrasi tinggi ke rendah melalui membran.
c. Menggunakan panas untuk menguapkan air laut, kemudian mengembunkannya.
d. Mendinginkan air laut hingga terbentuk kristal es murni.
e. Membiarkan air laut menguap secara alami dan mengumpulkan uapnya.
5. Dalam pengembangan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk pertanian, pemodelan prediksi kebutuhan air tanaman dapat memanfaatkan konsep sifat koligatif. Jika sebuah sensor mendeteksi konsentrasi garam dalam tanah meningkat, prediksi dampak terhadap penyerapan air oleh akar tanaman berdasarkan sifat koligatif adalah...
a. Akan lebih mudah bagi akar untuk menyerap air.
b. Akan lebih sulit bagi akar untuk menyerap air karena tekanan osmotik lingkungan akar meningkat.
c. Tidak ada pengaruh terhadap penyerapan air.
d. Akar akan melepaskan air ke dalam tanah.
e. Tanaman akan menyerap lebih banyak air untuk menyeimbangkan konsentrasi.
SOAL JAWABAN SINGKAT (3 Butir)
6. Jelaskan mengapa seseorang yang menderita dehidrasi parah tidak dianjurkan untuk minum air laut secara langsung, kaitkan dengan konsep tekanan osmotik!
7. Bagaimana konsep kenaikan titik didih larutan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sirup atau selai?
8. Sebutkan dua jenis zat terlarut yang dapat menghasilkan efek sifat koligatif yang sama pada konsentrasi molal yang sama, dan jelaskan alasannya!
SOAL URAIAN / TUGAS KONTEKSTUAL (2 Butir)
9. Studi Kasus: Seorang petani di daerah Tuban mengeluhkan hasil panen padinya yang menurun akibat musim kemarau panjang dan peningkatan kadar garam pada air irigasi. Jelaskan bagaimana konsep penurunan titik beku dan tekanan osmotik dapat menjelaskan fenomena ini dan berikan saran konkret bagaimana petani dapat mengelola irigasi agar dampak negatifnya berkurang. Kaitkan dengan potensi pengembangan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam hal optimalisasi penggunaan air dan pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap salinitas.
10. Proyek Mini Presentasi: Anda diminta untuk mempresentasikan satu aplikasi sifat koligatif larutan dalam industri atau kehidupan sehari-hari. Pilih salah satu aplikasi (misalnya: pembuatan es krim, antibeku, desalinasi, pengawetan makanan) dan jelaskan prinsip kimia di baliknya, serta potensi pengembangan teknologi terkait (misalnya: penggunaan sensor untuk memonitor konsentrasi, atau algoritma prediksi efisiensi). Presentasi Anda harus mencakup analisis kritis terhadap kelebihan, kekurangan, dan dampak lingkungan dari aplikasi tersebut.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No |
Tujuan/Indikator |
Materi |
Level Kognitif |
Bentuk Soal |
Nomor Soal |
| 1 |
Mengidentifikasi pemanfaatan penurunan titik beku dalam kehidupan sehari-hari. |
Penurunan Titik Beku |
LOTS |
Pilihan Ganda |
1 |
| 2 |
Menjelaskan pengaruh larutan hipertonis terhadap sel tumbuhan berdasarkan tekanan osmotik. |
Tekanan Osmotik |
LOTS |
Pilihan Ganda |
2 |
| 3 |
Menentukan konsentrasi larutan yang tepat untuk pengawetan buah berdasarkan konsep kesetimbangan osmotik. |
Tekanan Osmotik |
LOTS |
Pilihan Ganda |
3 |
| 4 |
Menjelaskan prinsip kerja osmosis balik dalam pemisahan air laut. |
Tekanan Osmotik |
LOTS |
Pilihan Ganda |
4 |
| 5 |
Memprediksi dampak peningkatan konsentrasi garam terhadap penyerapan air tanaman berdasarkan sifat koligatif, dikaitkan dengan KKA. |
Tekanan Osmotik |
LOTS |
Pilihan Ganda |
5 |
| 6 |
Menjelaskan bahaya mengonsumsi air laut bagi penderita dehidrasi dengan konsep tekanan osmotik. |
Tekanan Osmotik |
HOTS |
Jawaban Singkat |
6 |
| 7 |
Menjelaskan aplikasi kenaikan titik didih dalam proses pembuatan sirup/selai. |
Kenaikan Titik Didih |
HOTS |
Jawaban Singkat |
7 |
| 8 |
Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi besarnya sifat koligatif dan membandingkan zat terlarut. |
Sifat Koligatif Umum |
HOTS |
Jawaban Singkat |
8 |
| 9 |
Menganalisis masalah pertanian terkait salinitas air irigasi menggunakan konsep sifat koligatif dan memberikan solusi, dikaitkan dengan SIKAP. |
Penurunan Titik Beku, Tekanan Osmotik |
HOTS |
Uraian/Tugas Kontekstual |
9 |
| 10 |
Mempresentasikan aplikasi sifat koligatif larutan secara kritis dan menghubungkannya dengan potensi pengembangan teknologi. |
Aplikasi Sifat Koligatif |
HOTS |
Uraian/Tugas Kontekstual |
10 |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda (Skor 5 x 1 = 5)
1. d. Penyimpanan ikan segar dengan menaburkan garam. (Garam mempercepat pembusukan ikan dengan cara dehidrasi, bukan murni penurunan titik beku untuk pengawetan dalam konteks ini)
2. a. Air akan keluar dari sel, menyebabkan sel mengerut.
3. a. Isotonis dengan cairan buah.
4. a. Memaksa pelarut bergerak dari larutan hipotonis ke hipertonis melalui membran semipermeabel dengan tekanan lebih besar dari tekanan osmotik.
5. b. Akan lebih sulit bagi akar untuk menyerap air karena tekanan osmotik lingkungan akar meningkat.
Jawaban Singkat (Skor 3 x 10 = 30)
6. Jawaban harus mencakup: Air laut memiliki konsentrasi garam (zat terlarut) yang jauh lebih tinggi daripada cairan tubuh. Tekanan osmotik air laut lebih besar. Jika diminum, air dari sel-sel tubuh (terutama di usus) akan keluar ke dalam saluran pencernaan untuk mencoba menyeimbangkan konsentrasi, menyebabkan dehidrasi semakin parah dan gangguan organ. (Skor 10)
7. Jawaban harus mencakup: Penambahan gula sebagai zat terlarut akan menaikkan titik didih air. Titik didih yang lebih tinggi memungkinkan proses pemasakan atau pengentalan terjadi lebih efisien dan pada suhu lebih tinggi, sehingga mengurangi waktu pemasakan dan membantu pengawetan. (Skor 10)
8. Jawaban harus mencakup: Zat terlarut yang bersifat non-elektrolit atau zat terlarut yang mengion menjadi dua partikel (misalnya NaCl). Alasannya adalah karena besarnya sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel zat terlarut (molalitas dan faktor van't Hoff). Zat non-elektrolit memiliki i=1, sedangkan zat yang mengion sempurna menjadi dua partikel memiliki i=2. (Skor 10)
Uraian/Tugas Kontekstual (Skor 2 x 32.5 = 65)
9. Rubrik Penilaian Soal Uraian 9 (Total Skor Maksimal 32.5)
• Penjelasan Konsep (10 poin): Menjelaskan dengan benar bagaimana peningkatan kadar garam (salinitas) pada air irigasi meningkatkan tekanan osmotik di luar akar tanaman, sehingga menyulitkan penyerapan air (dehidrasi fisiologis). Menjelaskan juga bagaimana penurunan titik beku larutan garam dapat mempengaruhi ketersediaan air bagi tanaman.
• Analisis Fenomena (10 poin): Mengaitkan penjelasan konsep dengan penurunan hasil panen padi akibat kesulitan penyerapan air dan potensi kerusakan sel tanaman.
• Saran Konkret (7.5 poin): Memberikan minimal dua saran praktis, contoh: menggilir penggunaan air irigasi dengan sumber air tawar, menggunakan teknik irigasi tetes untuk efisiensi, atau memilih varietas padi yang lebih toleran terhadap salinitas.
• Keterkaitan SIKAP (5 poin): Menjelaskan bagaimana saran yang diberikan dapat diintegrasikan dalam program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya sebagai bagian dari proyek observasi kualitas air irigasi, studi kelayakan varietas unggul lokal, atau pengembangan sistem irigasi hemat air di kebun sekolah.
10. Rubrik Penilaian Soal Uraian 10 (Total Skor Maksimal 32.5)
• Pemilihan Aplikasi (2.5 poin): Memilih satu aplikasi sifat koligatif yang jelas.
• Penjelasan Prinsip Kimia (10 poin): Menjelaskan prinsip sifat koligatif yang mendasari aplikasi tersebut secara akurat.
• Potensi Pengembangan Teknologi (7.5 poin): Menjelaskan potensi pengembangan teknologi terkait, misalnya: integrasi sensor (misal: sensor konduktivitas untuk mengukur salinitas) yang datanya diolah oleh sistem KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk prediksi atau kontrol otomatis.
• Analisis Kritis (7.5 poin): Menguraikan kelebihan, kekurangan, dan dampak lingkungan dari aplikasi tersebut secara mendalam.
• Keterampilan Presentasi (5 poin): Kejelasan, kelogisan, dan kelengkapan penyampaian (jika dipresentasikan secara lisan, jika tidak, dinilai dari kualitas tulisan).
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir:
Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN KINERJA PRESENTASI (Produk Pertemuan 5)
Asesmen ini menilai produk akhir berupa presentasi hasil analisis fenomena nyata dan refleksi.
| Indikator |
Baru Memulai (1-2) |
Berkembang (3-4) |
Cakap (5-6) |
Mahir (7-8) |
Skor |
| Ketepatan Konsep: Pemahaman dan penerapan konsep sifat koligatif larutan dalam analisis fenomena. |
Konsep keliru atau tidak relevan. |
Konsep dasar dipahami, namun aplikasi kurang tepat. |
Konsep diterapkan dengan cukup tepat pada fenomena. |
Konsep diterapkan secara akurat dan mendalam pada fenomena. |
|
| Kedalaman Analisis: Kemampuan menganalisis fenomena secara kritis dan logis. |
Analisis dangkal, tidak ada keterkaitan sebab-akibat. |
Analisis mulai menunjukkan keterkaitan, namun belum mendalam. |
Analisis cukup mendalam, mampu menjelaskan sebab-akibat. |
Analisis sangat kritis, mendalam, dan mampu mengaitkan dengan konteks yang lebih luas. |
|
| Relevansi dan Makna Refleksi: Kemampuan merumuskan poin refleksi yang bermakna dan relevan. |
Refleksi tidak ada atau tidak relevan. |
Refleksi bersifat umum, kurang mendalam. |
Refleksi cukup bermakna dan relevan dengan pembelajaran. |
Refleksi sangat mendalam, personal, dan menunjukkan pemahaman yang utuh. |
|
| Keterampilan Komunikasi: Kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa, dan visualisasi (jika ada). |
Penyampaian sulit dipahami, bahasa kurang baik. |
Penyampaian cukup jelas, namun ada bagian yang kurang runtut. |
Penyampaian jelas, terstruktur, dan bahasa baik. |
Penyampaian sangat jelas, lugas, menarik, dan efektif. |
|
| Total Skor per Indikator |
|
|
|
|
|
| Total Skor Keseluruhan |
|
|
|
|
|
• Skala Penilaian: 1-2 (Baru Memulai), 3-4 (Berkembang), 5-6 (Cakap), 7-8 (Mahir).
• Skor Maksimal per Indikator = 8.
• Total Skor Maksimal = 32.
REKAP NILAI ASESMEN PERTEMUAN 5
| No |
Nama Peserta Didik |
Nilai Asesmen Awal |
Nilai Rata-rata Observasi Proses |
Nilai Asesmen Akhir (Tertulis) |
Nilai Kinerja Presentasi |
Nilai Akhir |
Predikat |
| 1 |
|
|
|
|
|
|
|
| 2 |
|
|
|
|
|
|
|
TINDAK LANJUT HASIL ASESMEN
Analisis Hasil Asesmen:
• Peserta didik menunjukkan pemahaman yang bervariasi terkait aplikasi sifat koligatif larutan.
• Sebagian besar peserta didik mampu mengidentifikasi contoh-contoh umum, namun masih memerlukan pendalaman dalam menganalisis fenomena yang lebih kompleks dan memberikan solusi kontekstual.
• Asesmen proses menunjukkan adanya perbedaan tingkat keaktifan dan kolaborasi antar kelompok.
• Penilaian kinerja presentasi akan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kemampuan mengaplikasikan konsep dan merefleksikan pemahaman.
Program Remedial:
• Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan pada asesmen akhir, akan diberikan pendampingan intensif untuk membahas soal-soal yang sulit, khususnya pada bagian uraian dan tugas kontekstual.
• Fokus remedial adalah pada pemahaman mendalam tentang hubungan antara konsentrasi, jumlah partikel, dan besarnya sifat koligatif, serta penerapannya pada kasus nyata seperti salinitas tanah dan air.
Program Pengayaan:
• Peserta didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan dapat diberikan tugas tambahan berupa:
• Riset mendalam mengenai aplikasi sifat koligatif dalam bidang bioteknologi atau industri farmasi.
• Merancang prototipe sederhana yang memanfaatkan prinsip sifat koligatif (misalnya, alat penyaring air sederhana berbasis osmosis).
• Mempelajari lebih lanjut tentang pengembangan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam monitoring lingkungan pertanian, termasuk sensor yang relevan dengan sifat koligatif.
• Studi kasus tentang bagaimana konsep SIKAP dapat diimplementasikan di tingkat rumah tangga untuk ketahanan pangan.
Tindak Lanjut Guru:
• Merefleksikan efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dan metode yang digunakan dalam memfasilitasi pemahaman aplikasi sifat koligatif.
• Meninjau kembali materi bahan bacaan dan contoh kasus yang digunakan untuk memastikan relevansi dan kedalamannya.
• Mengidentifikasi kebutuhan diferensiasi pembelajaran lebih lanjut berdasarkan hasil observasi dan asesmen proses.
• Mempertimbangkan integrasi lebih lanjut antara konsep kimia dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dan pengembangan KKA pada pertemuan selanjutnya.