← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 3 dari 5 - Kimia XII - Sifat Koligatif Larutan

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 3 DARI 5

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Semester XII / Ganjil
Alokasi Waktu Pertemuan 3 dari 5 · 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas XII telah memiliki pemahaman dasar tentang larutan dan konsentrasi. Minat terhadap aplikasi kimia dalam kehidupan sehari-hari cukup tinggi. Kesiapan belajar dipetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan sebelumnya dan observasi selama kegiatan. Kebutuhan belajar akan diakomodasi melalui variasi aktivitas dan pemberian umpan balik yang personal.
Materi Pelajaran Materi sifat koligatif larutan mencakup penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata (misalnya, pengawetan makanan, antibeku). Tingkat kesulitan sedang, membutuhkan pemahaman konsep dan perhitungan. Potensi miskonsepsi terkait perbedaan larutan elektrolit dan non-elektrolit serta pengaruhnya terhadap sifat koligatif. Integrasi nilai: ketelitian, kemandirian, dan kerja sama.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Kemandirian
Capaian Pembelajaran Pemahaman Kimia: Menjelaskan daya hantar listrik dan sifat koligatif larutan.
Keterampilan Proses: Memproses, Menganalisis Data dan Informasi; Mengevaluasi dan Refleksi; Mengomunikasikan Hasil.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pemahaman sifat koligatif larutan sangat terkait dengan konsep fisika (tekanan, suhu) dan biologi (osmosis pada sel). Dalam pertemuan ini, peserta didik akan mengaplikasikan konsep tersebut dalam konteks yang lebih luas, termasuk potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam pertanian yang berkaitan dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) melalui analisis data sederhana menggunakan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi kebutuhan air atau nutrisi.
Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti pembelajaran pada pertemuan ini, peserta didik dapat menganalisis dan memecahkan masalah sederhana terkait penerapan sifat koligatif larutan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan pertanian, dengan menunjukkan ketelitian dalam perhitungan dan kemampuan mengkomunikasikan hasil analisisnya.
Topik Pembelajaran Pendalaman dan Aplikasi Konsep Sifat Koligatif Larutan
Praktik Pedagogis Model: Discovery Learning
Strategi: Pembelajaran penemuan terbimbing melalui studi kasus dan eksperimen sederhana.
Metode: Diskusi, Eksperimen, Presentasi.
Alasan Pemilihan: Discovery Learning mendorong peserta didik aktif membangun pemahaman mereka sendiri melalui eksplorasi dan penemuan, yang sesuai dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep. Sintaks model akan diterapkan melalui:
1. Pemberian Rangsangan: Menampilkan video atau studi kasus tentang aplikasi sifat koligatif dalam pertanian (misalnya, irigasi tetes).
2. Identifikasi Masalah: Merumuskan pertanyaan terkait bagaimana konsentrasi larutan mempengaruhi efisiensi irigasi atau pengawetan.
3. Pengumpulan Data: Melakukan eksperimen sederhana atau mencari data dari literatur/internet.
4. Pengolahan Data: Menganalisis data hasil eksperimen atau literatur.
5. Pembuktian: Memverifikasi pemahaman melalui diskusi dan presentasi.
6. Menarik Generalisasi: Menyimpulkan penerapan sifat koligatif dalam konteks yang diberikan.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Biologi untuk membahas aspek osmosis dalam konteks sel tumbuhan, serta dengan pihak laboratorium sekolah untuk memastikan ketersediaan alat dan bahan eksperimen sederhana. Dukungan dari wali kelas dalam memotivasi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam setiap tahapan pembelajaran.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di kelas dengan memanfaatkan media visual (proyektor) dan laboratorium sederhana untuk eksperimen. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif dan penghargaan terhadap pendapat setiap individu. Lingkungan digital juga dimanfaatkan melalui pencarian informasi daring.
Pemanfaatan Digital Penggunaan proyektor untuk menampilkan video dan materi presentasi. Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari informasi tambahan dan melakukan perhitungan. Potensi penggunaan aplikasi simulasi sederhana untuk memvisualisasikan konsep.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan 1. Memulai pembelajaran dengan salam dan doa.
2. Melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi sebelumnya (konsentrasi larutan) dengan topik hari ini.
3. Menampilkan video singkat tentang aplikasi sifat koligatif dalam irigasi tetes atau pengawetan makanan.
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaian pertemuan ini.
5. Melakukan asesmen awal singkat terkait pemahaman awal sifat koligatif.
1. Menjawab salam dan berdoa.
2. Merespon pertanyaan apersepsi.
3. Menonton video dan mengamati fenomena yang disajikan.
4. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria.
5. Menjawab pertanyaan asesmen awal.
20 menit Kehadiran, partisipasi aktif dalam diskusi awal, jawaban asesmen awal.
INTI - MEMAHAMI Memahami, Bermakna 1. Memfasilitasi diskusi kelompok berdasarkan studi kasus penerapan sifat koligatif (misalnya, mengapa garam ditaburkan di jalan beraspal saat musim dingin di negara 4 musim, atau bagaimana larutan gula mengawetkan makanan).
2. Membimbing peserta didik dalam merumuskan pertanyaan-pertanyaan kunci terkait fenomena.
3. Memberikan stimulus berupa data hasil eksperimen sederhana (misalnya, pengukuran titik beku larutan garam berbeda konsentrasi) atau data dari literatur.
1. Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus.
2. Merumuskan pertanyaan-pertanyaan mendalam terkait fenomena.
3. Mengamati data eksperimen atau literatur yang diberikan.
4. Mencatat informasi penting dan mulai membangun pemahaman konsep.
75 menit Catatan diskusi kelompok, daftar pertanyaan yang dirumuskan, pemahaman awal konsep.
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasi, Bermakna 1. Membimbing peserta didik dalam melakukan eksperimen sederhana untuk mengukur penurunan titik beku atau kenaikan titik didih larutan.
2. Memfasilitasi penggunaan gawai untuk mencari informasi tambahan terkait aplikasi sifat koligatif dalam Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP), contohnya pengaruh konsentrasi larutan nutrisi hidroponik terhadap pertumbuhan tanaman.
3. Membimbing peserta didik dalam mengolah data hasil eksperimen atau informasi yang ditemukan, termasuk potensi analisis sederhana menggunakan prinsip KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi kebutuhan nutrisi.
4. Memberikan panduan dalam menyiapkan presentasi singkat hasil analisis.
1. Melaksanakan eksperimen sederhana sesuai instruksi.
2. Mencari informasi relevan tentang aplikasi sifat koligatif dalam SIKAP melalui gawai.
3. Mengolah data hasil eksperimen dan informasi yang diperoleh.
4. Melakukan analisis sederhana dengan bantuan prinsip KKA.
5. Menyusun bahan presentasi singkat.
90 menit Data hasil eksperimen, catatan informasi KKA dan SIKAP, hasil pengolahan data, draf presentasi.
INTI - MEREFLEKSI Mengaplikasi, Berkesadaran 1. Memfasilitasi presentasi hasil kerja kelompok.
2. Memberikan pertanyaan-pertanyaan reflektif terkait proses dan hasil pembelajaran.
3. Memberikan umpan balik konstruktif secara lisan.
4. Mendorong peserta didik untuk melakukan refleksi diri terkait pemahaman dan partisipasi mereka.
1. Mempresentasikan hasil kerja kelompok.
2. Menjawab pertanyaan reflektif dari guru dan teman.
3. Menerima dan mencatat umpan balik.
4. Melakukan refleksi diri mengenai pemahaman konsep, proses belajar, dan kontribusinya dalam kelompok.
20 menit Catatan umpan balik, hasil refleksi diri tertulis.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna 1. Menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran bersama peserta didik.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
3. Menyampaikan informasi mengenai materi pembelajaran berikutnya.
4. Menutup pembelajaran dengan doa.
1. Berpartisipasi dalam merumuskan kesimpulan.
2. Menerima apresiasi.
3. Menyimak informasi materi selanjutnya.
4. Berdoa bersama.
20 menit Keaktifan dalam membuat kesimpulan, kesiapan mengikuti pembelajaran selanjutnya.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan Asesmen: Mengukur tingkat pemahaman awal peserta didik tentang konsep sifat koligatif larutan.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.
Teknik: Tanya jawab.
Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan jawaban yang relevan meskipun belum mendalam.
Tindak Lanjut: Guru memetakan pemahaman awal untuk menyesuaikan kedalaman materi dan strategi pembelajaran.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan Asesmen: Memantau pemahaman dan keterampilan peserta didik selama proses pembelajaran (assessment for learning).
Bentuk/Instrumen: Observasi keaktifan diskusi, catatan hasil eksperimen, pertanyaan formatif selama diskusi dan presentasi.
Teknik: Observasi, Tanya Jawab, Analisis Hasil Kerja Kelompok.
Bukti yang Dinilai: Partisipasi dalam diskusi, kelengkapan dan keakuratan data eksperimen, jawaban pertanyaan formatif.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman, mampu bekerja sama, dan mulai mengaplikasikan konsep.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung untuk perbaikan dan penguatan pemahaman.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan Asesmen: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini (assessment of learning).
Bentuk/Instrumen: Laporan hasil kerja kelompok (termasuk analisis data dan refleksi), presentasi singkat.
Teknik: Penilaian Produk (Laporan), Penilaian Kinerja (Presentasi).
Bukti yang Dinilai: Kelengkapan dan kebenaran analisis data, kemampuan mengkomunikasikan hasil, ketelitian perhitungan, kedalaman refleksi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menganalisis dan memecahkan masalah sederhana terkait penerapan sifat koligatif larutan dalam konteks yang diberikan dengan akurat.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik akhir dan merencanakan tindak lanjut (remedial/pengayaan) jika diperlukan.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik dapat menganalisis dan memecahkan masalah sederhana terkait penerapan sifat koligatif larutan dalam konteks kehidupan sehari-hari dan pertanian, dengan menunjukkan ketelitian dalam perhitungan dan kemampuan mengkomunikasikan hasil analisisnya.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan menganalisis studi kasus dan merumuskan pertanyaan Kesulitan memahami studi kasus, pertanyaan yang diajukan sangat umum atau tidak relevan. Mampu memahami sebagian studi kasus, pertanyaan mulai relevan namun kurang spesifik. Mampu memahami studi kasus dengan baik dan merumuskan pertanyaan yang relevan dan cukup spesifik. Mampu menganalisis studi kasus secara mendalam, merumuskan pertanyaan kritis dan inovatif.
Ketelitian dalam melakukan perhitungan (jika ada) Perhitungan sangat banyak kesalahan, tidak dapat menerapkan rumus yang benar. Mampu menerapkan rumus dasar, namun masih terdapat beberapa kesalahan perhitungan. Melakukan perhitungan dengan benar dan teliti menggunakan rumus yang tepat. Melakukan perhitungan kompleks dengan sangat teliti, mampu mengidentifikasi dan mengoreksi potensi kesalahan.
Kemampuan mengolah dan menyajikan data/informasi Data/informasi yang disajikan tidak lengkap, tidak terorganisir, atau sulit dipahami. Data/informasi cukup lengkap namun penyajiannya kurang sistematis atau kurang menarik. Data/informasi disajikan secara sistematis, jelas, dan mudah dipahami. Data/informasi disajikan secara komprehensif, inovatif, dan sangat efektif dalam menyampaikan informasi.
Kemampuan mengkomunikasikan hasil analisis dan refleksi Kesulitan menyampaikan hasil, kurang percaya diri, refleksi sangat minim atau tidak ada. Mampu menyampaikan hasil secara lisan namun kurang lancar, refleksi sederhana. Menyampaikan hasil analisis dengan jelas dan percaya diri, refleksi menunjukkan pemahaman proses belajar. Menyampaikan hasil analisis dengan sangat baik, mampu menjawab pertanyaan dengan lugas, refleksi mendalam dan konstruktif.
* Baru Memulai: pemahaman/keterampilan sangat dasar. * Berkembang: mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan. * Cakap: baik dan sesuai harapan. * Mahir: sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.