← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 2 - Kimia XII - Sifat Koligatif Larutan

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 2 dari 5
Tanggal/Rentang 2026-07-27 s.d. 2026-08-02
Topik Sifat Koligatif Larutan
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Model Discovery Learning
Metode Diskusi, Eksperimen, Presentasi
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Kemandirian
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 2 dari 5 · 5 JP (225 menit)

A. ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan: Mengukur pemahaman awal siswa dan mengaitkan dengan pengalaman sehari-hari terkait sifat koligatif larutan.

Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan/pemantik.

Teknik: Tanya jawab.

Bukti yang Dinilai: Kemampuan menjawab pertanyaan, keterlibatan dalam diskusi.

Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan terkait fenomena sifat koligatif.

Instruksi: Jawablah pertanyaan berikut secara lisan.

  1. Pernahkah kalian melihat proses pembuatan es batu atau es krim? Apa yang membuat air bisa membeku lebih cepat saat ditambahkan garam?
  2. Mengapa air laut tidak membeku meskipun suhu udara sangat dingin di beberapa daerah kutub?
  3. Mengapa petani terkadang menyiram tanaman dengan air yang sedikit asin saat cuaca panas? Apa hubungannya dengan air dalam sel tanaman?
  4. Dalam kehidupan sehari-hari, kapan kita perlu memperhatikan penurunan tekanan uap suatu larutan? Berikan contohnya!
  5. Bagaimana cara agar cairan radiator mobil tidak mudah mendidih saat mesin panas?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban 1: Siswa mungkin menyebutkan bahwa garam menurunkan titik beku air. Interpretasi: Pemahaman awal tentang penurunan titik beku.
  • Jawaban 2: Siswa mungkin menyebutkan kadar garam yang tinggi dalam air laut. Interpretasi: Pemahaman awal tentang pengaruh zat terlarut terhadap titik beku.
  • Jawaban 3: Siswa mungkin mengaitkan dengan penyerapan air oleh tanaman atau sebaliknya. Interpretasi: Pemahaman awal tentang osmosis.
  • Jawaban 4: Siswa mungkin kesulitan memberikan contoh spesifik. Interpretasi: Perlu pendalaman materi tentang penurunan tekanan uap.
  • Jawaban 5: Siswa mungkin mengaitkan dengan zat anti-beku atau zat yang menaikkan titik didih. Interpretasi: Pemahaman awal tentang kenaikan titik didih.

Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan pada tahap inti berdasarkan respon siswa (assessment for learning).

B. ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Tujuan: Memantau pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi selama pembelajaran.

Bentuk/Instrumen: Lembar observasi sikap dan keaktifan, pertanyaan formatif selama diskusi kelompok, hasil kerja kelompok, dan exit ticket.

Teknik: Observasi, Tanya Jawab, Penilaian Produk (Hasil Diskusi).

1. Lembar Observasi Sikap dan Keaktifan

Aspek yang Diamati:

  • Keterlibatan dalam Diskusi: Sejauh mana siswa aktif memberikan ide, bertanya, dan merespon pendapat teman.
  • Kemampuan Bekerja Sama: Kemampuan siswa berkolaborasi dalam kelompok, berbagi tugas, dan saling membantu.
  • Kemampuan Berpikir Kritis: Kemampuan siswa menganalisis masalah, mengaitkan konsep, dan memberikan argumen logis.
  • Kemampuan Mengkomunikasikan Ide: Kejelasan siswa dalam menyampaikan pendapat atau hasil diskusi, baik lisan maupun tulisan.
No. Nama Siswa Keterlibatan dalam Diskusi Kemampuan Bekerja Sama Kemampuan Berpikir Kritis Kemampuan Mengkomunikasikan Ide Catatan Umpan Balik
1. ... Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
2. ... Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten
Belum Tampak
Mulai Tampak
Konsisten

2. Pertanyaan Formatif Selama Diskusi Kelompok

Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan pemandu selama siswa berdiskusi untuk mengecek pemahaman dan mengarahkan diskusi.

  • "Bagaimana besarnya konsentrasi zat terlarut mempengaruhi titik didih larutan ini?"
  • "Apakah ada faktor lain selain konsentrasi yang mempengaruhi sifat koligatif? Jelaskan!"
  • "Jika kita ingin membuat larutan antibeku untuk kendaraan, zat terlarut apa yang paling efektif dan mengapa?"
  • "Bagaimana konsep tekanan osmotik ini bisa diaplikasikan dalam sistem irigasi modern yang menggunakan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk memonitor kebutuhan air tanaman?"
  • "Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, bagaimana pemahaman tentang sifat koligatif dapat membantu dalam pengelolaan air untuk pertanian hidroponik?"

3. Penilaian Hasil Kerja Kelompok

Penilaian difokuskan pada keakuratan analisis kasus, penerapan rumus yang tepat, dan kesimpulan yang logis.

4. Exit Ticket

Tujuan: Merangkum pembelajaran dan mengidentifikasi hal yang masih perlu diperjelas.

Instruksi: Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran.

  1. Sebutkan satu aplikasi sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari yang paling menarik bagimu hari ini!
  2. Tuliskan satu hal yang masih membuatmu bingung atau ingin kamu tanyakan lebih lanjut mengenai sifat koligatif larutan!
  3. Bagaimana pemahaman tentang sifat koligatif dapat membantu kita dalam praktik pertanian yang berkelanjutan, sejalan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?

C. ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran terkait aplikasi konsep sifat koligatif dalam masalah kontekstual.

Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian.

Teknik: Tes Tulis.

1. Soal Pilihan Ganda (5 Butir)

  1. Seorang siswa ingin membuat larutan pendingin untuk mesin mobilnya. Ia mencampurkan 500 gram etilen glikol (Mr = 62 g/mol) ke dalam 2 liter air (ρ = 1 g/mL). Jika diketahui Kf air = 1.86 °C/m dan Kb air = 0.52 °C/m, serta massa jenis etilen glikol = 1.11 g/mL, pernyataan manakah yang paling tepat mengenai larutan tersebut? (Asumsikan volume larutan tidak berubah signifikan).
    1. Titik beku larutan akan lebih tinggi dari 0°C.
    2. Titik didih larutan akan lebih rendah dari 100°C.
    3. Penambahan etilen glikol tidak mempengaruhi titik beku dan titik didih air.
    4. Penambahan etilen glikol menyebabkan penurunan titik beku dan kenaikan titik didih air.
    5. Larutan ini akan mendidih pada suhu yang lebih rendah dari air murni.
  2. Kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar daripada larutan non-elektrolit pada konsentrasi molal yang sama. Hal ini disebabkan oleh:
    1. Jumlah partikel dalam larutan elektrolit lebih banyak karena terionisasi.
    2. Larutan elektrolit memiliki tekanan uap yang lebih tinggi.
    3. Larutan elektrolit memiliki penurunan titik beku yang lebih besar.
    4. Larutan elektrolit lebih mudah menguap.
    5. Larutan elektrolit memiliki massa molekul relatif yang lebih kecil.
  3. Dalam pembuatan es krim secara tradisional, garam ditambahkan ke dalam campuran es. Tujuan penambahan garam adalah:
    1. Meningkatkan titik didih campuran es dan garam.
    2. Menurunkan titik beku air sehingga es dapat mencair dan menyerap panas dari adonan es krim.
    3. Meningkatkan tekanan uap campuran es dan garam.
    4. Menurunkan titik beku air sehingga es tetap padat dan menjaga suhu tetap rendah.
    5. Meningkatkan titik didih adonan es krim.
  4. Seorang siswa melakukan percobaan untuk menentukan massa molekul relatif suatu zat non-volatil dengan cara mengukur kenaikan titik didih larutannya. Jika data yang diperoleh adalah massa zat = 1.8 gram, massa pelarut (air) = 100 gram, dan kenaikan titik didih larutan = 0.52°C. Diketahui Kb air = 0.52°C/m. Berapakah massa molekul relatif (Mr) zat tersebut?
    1. 36 g/mol
    2. 72 g/mol
    3. 180 g/mol
    4. 360 g/mol
    5. 720 g/mol
  5. Perhatikan pernyataan berikut terkait penerapan sifat koligatif:
    1. Penggunaan garam dapur untuk mencairkan salju di jalan raya.
    2. Pembentukan "keringat" pada permukaan gelas minuman dingin.
    3. Proses osmosis balik (reverse osmosis) untuk penjernihan air.
    4. Penggunaan antibeku pada radiator mobil.
    Pernyataan yang berkaitan dengan penurunan tekanan uap adalah:
    1. (i) dan (ii)
    2. (i) dan (iii)
    3. (ii) dan (iii)
    4. (ii) dan (iv)
    5. (iii) dan (iv)

2. Soal Jawaban Singkat (3 Butir)

  1. Jelaskan mengapa air laut tidak membeku pada suhu 0°C, meskipun air murni sudah membeku. Hubungkan jawabanmu dengan konsep sifat koligatif larutan.
  2. Dalam konteks pertanian modern yang memanfaatkan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk otomasi sensor, bagaimana pemahaman tentang tekanan osmotik dapat membantu dalam mendeteksi kebutuhan air pada tanaman padi di lahan Tuban?
  3. Sebutkan dua zat terlarut yang dapat ditambahkan ke dalam air untuk menurunkan titik beku air secara signifikan, dan jelaskan mengapa zat tersebut efektif!

3. Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)

  1. Seorang petani ingin mengoptimalkan sistem irigasi pada kebun sayurnya. Ia berencana menggunakan larutan pupuk tertentu yang dilarutkan dalam air. Jelaskan bagaimana pemahaman tentang sifat koligatif larutan, khususnya tekanan osmotik, dapat membantu petani tersebut dalam merancang konsentrasi larutan pupuk agar penyerapan air oleh akar tanaman menjadi optimal dan tidak terjadi kerusakan sel tanaman. Kaitkan juga dengan prinsip Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam efisiensi penggunaan air.
  2. Sebuah perusahaan farmasi sedang mengembangkan formulasi obat tetes mata. Salah satu pertimbangan utama adalah agar larutan obat memiliki tekanan osmotik yang sama dengan cairan mata agar tidak menimbulkan iritasi. Jika larutan mata dianggap isotonis dengan larutan NaCl 0.9% (massa/volume), hitunglah konsentrasi molar larutan NaCl tersebut. Diketahui massa atom Na = 23 g/mol dan Cl = 35.5 g/mol. Jelaskan pula, mengapa penting bagi larutan obat tetes mata memiliki tekanan osmotik yang sama dengan cairan mata?

D. KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No. Tujuan/Indikator Pembelajaran Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1. Mengaplikasikan konsep kenaikan titik didih dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Kenaikan Titik Didih Aplikasi (C3) Pilihan Ganda 1
2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan titik didih larutan elektrolit dibandingkan non-elektrolit. Kenaikan Titik Didih, Larutan Elektrolit vs Non-elektrolit Pemahaman (C2) Pilihan Ganda 2
3. Mengaplikasikan konsep penurunan titik beku dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Penurunan Titik Beku Aplikasi (C3) Pilihan Ganda 3
4. Menghitung massa molekul relatif zat terlarut berdasarkan data kenaikan titik didih. Kenaikan Titik Didih Aplikasi (C3) Pilihan Ganda 4
5. Mengidentifikasi penerapan sifat koligatif larutan dalam berbagai fenomena. Penurunan Tekanan Uap, Kenaikan Titik Didih, Penurunan Titik Beku, Tekanan Osmotik Pemahaman (C2) Pilihan Ganda 5
6. Menjelaskan pengaruh zat terlarut terhadap titik beku larutan. Penurunan Titik Beku Pemahaman (C2) Jawaban Singkat 1
7. Menghubungkan konsep tekanan osmotik dengan aplikasi teknologi dalam pertanian. Tekanan Osmotik, KKA Aplikasi (C3) Jawaban Singkat 2
8. Menyebutkan contoh zat terlarut yang efektif untuk menurunkan titik beku dan menjelaskan alasannya. Penurunan Titik Beku Pemahaman (C2) Jawaban Singkat 3
9. Mengaplikasikan konsep tekanan osmotik dalam konteks pertanian berkelanjutan dan efisiensi sumber daya (Program SIKAP). Tekanan Osmotik, Program SIKAP Aplikasi (C3) Uraian/Tugas Kontekstual 1
10. Menghitung konsentrasi molar larutan isotonis dan menjelaskan pentingnya kesetaraan osmotik dalam formulasi obat. Tekanan Osmotik, Larutan Isotonis Aplikasi (C3) Uraian/Tugas Kontekstual 2

E. KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

1. Soal Pilihan Ganda

Nomor Soal Jawaban Skor Maksimal
1 D 5
2 A 5
3 B 5
4 B 5
5 D 5

2. Soal Jawaban Singkat

Nomor Soal Kunci Jawaban (Contoh) Skor Maksimal
1 Air laut membeku pada suhu lebih rendah dari 0°C karena adanya zat terlarut (garam) yang menurunkan titik beku air murni. Semakin tinggi konsentrasi garam, semakin rendah titik beku larutan. 10
2 Tekanan osmotik adalah pergerakan air dari larutan dengan konsentrasi rendah ke larutan dengan konsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel. Sensor KKA dapat mendeteksi perubahan potensial air tanah atau larutan nutrisi, yang berhubungan dengan tekanan osmotik, untuk menentukan kapan tanaman padi membutuhkan air. 10
3 Contoh: NaCl, CaCl2, gliserol. Zat-zat ini efektif karena ketika dilarutkan dalam air, mereka terdisosiasi menjadi ion-ion (untuk NaCl dan CaCl2) atau molekul yang meningkatkan jumlah partikel total dalam larutan, sehingga menurunkan titik beku air secara signifikan. 10

3. Soal Uraian/Tugas Kontekstual

Nomor Soal Rubrik Penilaian (Contoh) Skor Maksimal
1
  • Menjelaskan konsep tekanan osmotik (pergerakan air dari konsentrasi rendah ke tinggi).
  • Menghubungkan konsentrasi larutan pupuk dengan penyerapan air oleh akar tanaman (menghindari konsentrasi terlalu tinggi agar tidak menarik air dari sel tanaman).
  • Menyebutkan pentingnya efisiensi air dalam pertanian berkelanjutan (sesuai Program SIKAP).
  • Memberikan contoh praktis bagaimana petani bisa mengaplikasikannya.
25
2
  • Menghitung massa molekul relatif NaCl (58.5 g/mol).
  • Menghitung mol NaCl dalam 0.9% (m/v) -> 0.9 g / 58.5 g/mol = 0.0154 mol.
  • Menghitung volume larutan (misal diasumsikan 100 mL atau 0.1 L untuk perhitungan molaritas).
  • Menghitung molaritas (0.0154 mol / 0.1 L = 0.154 M).
  • Menjelaskan pentingnya kesetaraan osmotik untuk mencegah iritasi, kerusakan sel mata, dan memastikan kenyamanan pengguna.
25

Total Skor Maksimal: 100

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / Total Skor Maksimal) x 100

F. RUBRIK PENILAIAN KETERAMPILAN PROSES (Untuk Tugas Kontekstual)

Indikator Baru Memulai (1-2) Berkembang (3-4) Cakap (5-6) Mahir (7-8)
Pemahaman Konsep Sifat Koligatif (Menjelaskan konsep dengan benar dan relevan) Hanya menyebutkan istilah tanpa penjelasan yang memadai. Menjelaskan konsep dasar tetapi kurang mendalam atau kurang tepat. Menjelaskan konsep dengan baik dan menghubungkannya dengan konteks soal. Menjelaskan konsep secara mendalam, akurat, dan mampu menghubungkannya dengan berbagai aspek terkait.
Aplikasi Konsep dalam Konteks (Menerapkan konsep pada masalah nyata) Kesulitan mengaitkan konsep dengan situasi yang diberikan. Mencoba mengaitkan konsep, namun aplikasinya belum sepenuhnya tepat atau logis. Mampu menerapkan konsep dengan tepat pada masalah kontekstual yang diberikan. Mampu menerapkan konsep secara kreatif dan inovatif pada masalah kontekstual, bahkan memberikan solusi alternatif.
Kemampuan Analisis dan Penalaran Kritis (Menganalisis informasi dan memberikan argumen) Kurang mampu mengidentifikasi informasi penting atau memberikan alasan. Mampu mengidentifikasi beberapa informasi penting, namun penalaran masih terbatas. Mampu menganalisis informasi secara logis dan memberikan argumen yang kuat. Mampu menganalisis informasi secara mendalam, kritis, dan memberikan argumen yang komprehensif serta bernas.
Komunikasi Hasil (Tulis) (Menyajikan jawaban secara jelas dan terstruktur) Jawaban tidak terstruktur, sulit dipahami, dan banyak kesalahan penulisan. Jawaban cukup terstruktur, namun masih ada bagian yang kurang jelas atau perlu perbaikan tata bahasa. Jawaban disajikan dengan jelas, terstruktur, dan mudah dipahami dengan tata bahasa yang baik. Jawaban disajikan dengan sangat jelas, terstruktur, lugas, dan menggunakan bahasa yang efektif serta tepat.

G. REKAP NILAI SISWA

No. Nama Siswa Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Rata-rata Observasi/Tugas) Nilai Asesmen Akhir (Tes Tulis) Nilai Akhir Tindak Lanjut
1. ...
2. ...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.