← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti X - Konsep khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN KINERJA DAN REFLEKSI

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: A. Badrul Munir, S.Ag • Mata pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti • Kelas/Rombel: X • Tingkat/Fase: X / Fase E • Semester: Ganjil • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 3 dari 3 • Tanggal/rentang: 2026-08-03 s.d. 2026-08-09 • Topik: Konsep khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). • Fokus kegiatan: Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian. • Asesmen pertemuan: Asesmen kinerja/produk dan refleksi. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 3 dari 3 · 3 JP (135 menit) • Model: Contextual Teaching and Learning • Metode: Diskusi, Analisis Teks, Penugasan • Dimensi Profil Lulusan: Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME, Bernalar Kritis, Berkebinekaan Global TUJUAN ASESMEN 1. Mengukur kemampuan peserta didik dalam menyajikan hasil analisis penerapan konsep khairat dalam bentuk poster digital atau presentasi singkat. 2. Mengukur kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran yang telah diperoleh terkait konsep khairat. 3. Mengukur kemampuan peserta didik dalam merencanakan langkah konkret untuk mengaplikasikan konsep khairat lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari. 4. Mengukur pemahaman peserta didik terhadap integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam konteks kebaikan dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.

A. ASESMEN AWAL (Pre-Assessment)

*Tujuan: Mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik terkait konsep khairat sebelum pembelajaran.* *Catatan: Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, hanya untuk pemetaan.* 1. Apa yang Anda pahami tentang "khairat" atau berlomba-lomba dalam kebaikan? • Kunci Jawaban: Peserta didik diharapkan menjelaskan konsep dasar berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik, serta keutamaannya dalam Islam. • Interpretasi: Jawaban yang baik menunjukkan pemahaman awal tentang makna dan pentingnya kebaikan. Jawaban yang kurang tepat dapat mengindikasikan miskonsepsi. 2. Berikan satu contoh nyata bagaimana seseorang dapat berlomba-lomba dalam kebaikan di lingkungan sekolah atau masyarakat. • Kunci Jawaban: Peserta didik dapat memberikan contoh seperti membantu teman yang kesulitan belajar, mengikuti kegiatan sosial, atau menjaga kebersihan lingkungan. • Interpretasi: Kemampuan memberikan contoh konkret menunjukkan pemahaman aplikasi praktis. 3. Mengapa penting bagi umat Islam untuk selalu berusaha melakukan kebaikan, bahkan ketika tidak ada yang melihat? • Kunci Jawaban: Penting karena niat ikhlas karena Allah, sebagai bentuk ketaatan, dan untuk mendapatkan pahala. • Interpretasi: Jawaban yang baik mencerminkan pemahaman tentang aspek spiritual dan motivasi internal dalam berbuat baik. 4. Dalam konteks digital saat ini, bagaimana konsep "khairat" bisa diintegrasikan dengan teknologi seperti pemrograman atau kecerdasan buatan? • Kunci Jawaban: Misalnya, mengembangkan aplikasi sederhana untuk memfasilitasi donasi, membuat sistem notifikasi kegiatan sosial, atau menggunakan analisis data untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang bisa dibantu. Ini adalah bagian dari pemahaman awal terhadap KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). • Interpretasi: Jawaban ini mengukur sejauh mana peserta didik dapat menghubungkan konsep agama dengan teknologi modern. 5. Bagaimana upaya menjaga ketahanan pangan lokal di Tuban dapat dikaitkan dengan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan? • Kunci Jawaban: Misalnya, mengorganisir kegiatan bakti sosial membantu petani, menginisiasi program pengelolaan sampah organik untuk pupuk, atau mengembangkan sistem informasi pangan berbasis komunitas. Ini terkait dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. • Interpretasi: Jawaban ini mengukur pemahaman awal tentang relevansi ajaran agama dengan isu-isu sosial dan lingkungan.

B. ASESMEN PROSES (Observasi Selama Pembelajaran)

*Tujuan: Memantau partisipasi aktif, pemahaman konsep, kolaborasi, dan kemajuan belajar peserta didik selama kegiatan pembelajaran.* Lembar Observasi Kinerja Kelompok | Indikator Kinerja | Belum Tampak (1) | Mulai Tampak (2) | Konsisten (3) | Catatan Umpan Balik | | 1. Keaktifan Berdiskusi & Kontribusi Ide | | | | | | *Peserta didik aktif menyampaikan pendapat, bertanya, dan merespon ide anggota kelompok lain.* | | | | | | 2. Pemahaman Konsep Khairat | | | | | | *Peserta didik mampu menjelaskan dan mengaitkan konsep khairat dengan tugas yang diberikan.* | | | | | | 3. Kolaborasi & Kerjasama Tim | | | | | | *Peserta didik bekerja sama dengan baik, saling membantu, dan menghargai kontribusi anggota lain.* | | | | | | 4. Keterampilan Menyajikan Hasil | | | | | | *Peserta didik menunjukkan kemampuan dalam menyusun dan mempresentasikan poster digital/presentasi singkat.* | | | | | Exit Ticket (Menjelang Akhir Pertemuan) 1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang berlomba-lomba dalam kebaikan adalah... 2. Bagian mana dari penerapan konsep khairat yang paling menantang bagi saya, dan mengapa? 3. Bagaimana saya akan menerapkan satu kebaikan spesifik dalam seminggu ke depan, terkait dengan integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) atau Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?

C. ASESMEN AKHIR (Produk dan Refleksi)

*Tujuan: Menilai hasil akhir pemahaman dan kemampuan aplikasi konsep khairat peserta didik.* Tugas Produk: Poster Digital atau Presentasi Singkat Peserta didik secara individu atau kelompok menyajikan hasil analisis penerapan konsep khairat dalam bentuk poster digital atau presentasi singkat (maksimal 5 menit). Konten penyajian harus mencakup: 1. Penjelasan singkat tentang konsep khairat. 2. Contoh penerapan konsep khairat dalam kehidupan nyata (misalnya, di lingkungan sekolah, masyarakat, atau ranah digital). 3. Keterkaitan antara semangat khairat dengan pemanfaatan teknologi (KKA) atau kontribusi pada ketahanan pangan (Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban). 4. Rencana aksi konkret untuk melanjutkan semangat khairat. Soal Refleksi Tertulis 1. Setelah mempelajari konsep khairat dan mengerjakannya dalam tugas ini, apa yang paling berkesan bagi Anda? 2. Bagaimana Anda akan menggunakan pengetahuan tentang khairat untuk membuat perbedaan positif di lingkungan Anda, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi (KKA) atau isu pangan lokal (SIKAP)? 3. Apa tantangan terbesar yang mungkin Anda hadapi dalam menerapkan semangat khairat secara konsisten? Bagaimana Anda akan mengatasinya?

D. KISI-KISI ASESMEN AKHIR

| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal | | :-- | :------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- | :-------------------------------------------------- | :------------- | :------------------------------------------ | :--------- | | 1 | Menyajikan hasil analisis penerapan konsep khairat dalam bentuk poster digital atau presentasi singkat. | Aplikasi konsep khairat, contoh nyata | C4/P3 | Produk (Poster/Presentasi) | 1 (Produk) | | 2 | Menganalisis dan menjelaskan keterkaitan khairat dengan teknologi (KKA) dalam konteks kebaikan. | Khairat dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) | C4/P3 | Produk (Poster/Presentasi), Uraian (Soal 9) | 1 (Produk), 9 | | 3 | Menganalisis dan menjelaskan keterkaitan khairat dengan ketahanan pangan (SIKAP) dalam konteks kebaikan. | Khairat dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) | C4/P3 | Produk (Poster/Presentasi), Uraian (Soal 10) | 1 (Produk), 10 | | 4 | Merefleksikan pembelajaran yang telah diperoleh terkait konsep khairat. | Refleksi pembelajaran | C4/A2 | Refleksi Tertulis (Soal 4-6) | 4, 5, 6 | | 5 | Merencanakan langkah konkret untuk mengaplikasikan konsep khairat lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari. | Rencana aksi penerapan khairat | C4/P3 | Produk (Poster/Presentasi), Refleksi (Soal 5) | 1 (Produk), 5 | | 6 | Mengidentifikasi manfaat berlomba-lomba dalam kebaikan. | Keutamaan khairat | C2 | Pilihan Ganda (Soal 1-3) | 1, 2, 3 | | 7 | Membedakan antara perbuatan baik yang tulus dan yang tidak tulus. | Ikhlas dalam berbuat baik | C3 | Jawaban Singkat (Soal 7) | 7 | | 8 | Menjelaskan pentingnya konsistensi dalam berbuat baik. | Konsistensi dalam khairat | C3 | Jawaban Singkat (Soal 8) | 8 |

E. KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN (Asesmen Akhir - Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, Uraian)

Soal Pilihan Ganda (5 butir) 1. C. Sebagai bentuk ibadah dan meraih ridha Allah SWT. 2. B. Mengembangkan aplikasi donasi online yang transparan untuk membantu korban bencana. 3. A. Menginisiasi program bank sampah di lingkungan RT untuk pengelolaan limbah yang lebih baik. 4. D. Semua jawaban benar. 5. C. Membangun sistem peringatan dini hama padi menggunakan sensor dan analisis data sederhana. Soal Jawaban Singkat (3 butir) 6. Salah satu manfaat utama berlomba-lomba dalam kebaikan adalah meningkatkan kualitas diri, mempererat silaturahmi, dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. 7. Perbuatan baik yang tulus dilakukan semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan pujian atau imbalan dari manusia. Sebaliknya, perbuatan yang tidak tulus seringkali disertai niat riya' (pamer) atau pamrih. 8. Konsistensi penting karena menunjukkan keteguhan iman dan komitmen dalam menjalankan perintah agama. Hal ini juga membangun karakter yang kuat dan menjadi teladan bagi orang lain, serta memastikan keberkahan yang berkelanjutan. Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 butir) 9. *Contoh Jawaban (KKA):* Dalam konteks Koding Kecerdasan Artifisial (KKA), semangat khairat dapat diwujudkan dengan mengembangkan algoritma untuk mendeteksi dini penyakit pada tanaman pangan lokal Tuban, sehingga petani dapat segera mengambil tindakan pencegahan. Ini membantu meningkatkan hasil panen dan ketahanan pangan daerah. Atau, membuat chatbot yang memberikan informasi nutrisi makanan sehat dan terjangkau bagi masyarakat. 10. *Contoh Jawaban (SIKAP):* Semangat khairat dapat diaplikasikan dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan cara mengorganisir kegiatan sukarela untuk membantu petani lokal, misalnya dalam penanaman atau panen raya, terutama saat mereka membutuhkan tenaga. Selain itu, peserta didik dapat menginisiasi program edukasi tentang pentingnya diversifikasi pangan lokal dan cara pengolahan hasil pertanian agar bernilai tambah, yang semuanya berkontribusi pada ketahanan pangan masyarakat Tuban. Penskoran: • Soal Pilihan Ganda: Skor 1 untuk jawaban benar, 0 untuk salah. (Total maks 5 poin) • Soal Jawaban Singkat: Skor 0-3 per soal, tergantung kelengkapan dan ketepatan jawaban. (Total maks 9 poin) • Soal Uraian: Skor 0-8 per soal, dinilai berdasarkan rubrik uraian. (Total maks 16 poin) • Produk (Poster/Presentasi): Dinilai menggunakan rubrik produk (terlampir). (Total maks 70 poin) Rumus Nilai Akhir: Nilai Akhir = (Total Skor Pilihan Ganda + Total Skor Jawaban Singkat + Total Skor Uraian + Skor Produk) Bobot Penilaian: • Asesmen Akhir (Soal Tertulis & Produk): 70% • Asesmen Proses (Observasi): 30%

F. RUBRIK PENILAIAN PRODUK (POSTER DIGITAL/PRESENTASI SINGKAT)

| Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-15) | Berkembang (16-35) | Cakap (36-55) | Mahir (56-70) | | 1. Pemahaman Konsep Khairat (Penjelasan konsep dasar dan keutamaannya) | Penjelasan konsep sangat minim, tidak jelas, atau tidak relevan. | Penjelasan konsep dasar cukup, namun kurang mendalam atau ada sedikit ketidakakuratan. | Penjelasan konsep khairat cukup baik, akurat, dan mudah dipahami, mencakup dasar-dasarnya. | Penjelasan konsep khairat sangat baik, mendalam, akurat, komprehensif, dan mampu mengaitkan dengan dalil atau dasar keislaman. | | 2. Relevansi dan Kekinian Contoh Penerapan (Contoh konkret dalam kehidupan nyata, termasuk integrasi KKA dan SIKAP) | Contoh yang diberikan tidak relevan, umum, atau tidak menunjukkan integrasi KKA/SIKAP sama sekali. | Contoh cukup relevan, namun kurang spesifik atau integrasi KKA/SIKAP masih lemah/kurang jelas. | Contoh penerapan khairat relevan dan cukup spesifik. Terdapat upaya yang jelas untuk mengintegrasikan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) atau SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. | Contoh penerapan khairat sangat relevan, spesifik, inovatif, dan menunjukkan integrasi KKA/SIKAP yang kuat, aplikatif, serta memberikan solusi konkret. | | 3. Rencana Aksi Konkret (Kemampuan merumuskan langkah nyata untuk menerapkan khairat) | Rencana aksi tidak ada, sangat umum, atau tidak realistis. | Rencana aksi ada, namun kurang detail atau kurang terukur. | Rencana aksi cukup rinci, terukur, dan realistis untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. | Rencana aksi sangat rinci, terukur, realistis, ambisius, dan menunjukkan pemikiran strategis untuk keberlanjutan. | | 4. Kualitas Penyajian (Desain poster/slide, kejelasan visual, kelengkapan informasi, durasi presentasi jika ada) | Desain tidak menarik, informasi sulit dibaca, visual minim, atau presentasi (jika ada) tidak jelas/terlalu lama/terlalu singkat. | Desain cukup baik namun ada beberapa kekurangan, informasi kurang lengkap, visual perlu perbaikan, atau presentasi kurang efektif. | Desain poster/slide menarik dan informatif, visual jelas, informasi cukup lengkap dan terstruktur. Presentasi (jika ada) efektif dan sesuai alokasi waktu. | Desain poster/slide sangat menarik, profesional, informatif, visual sangat baik, dan terstruktur. Presentasi (jika ada) sangat efektif, jelas, menarik, dan sesuai alokasi waktu. | | 5. Keterampilan Komunikasi & Kepercayaan Diri (Selama presentasi, jika dilakukan) | Komunikasi tidak jelas, ragu-ragu, kurang percaya diri, atau tidak mampu menjawab pertanyaan. | Komunikasi cukup baik, ada sedikit keraguan, mampu menjawab beberapa pertanyaan dasar. | Komunikasi jelas, lancar, menunjukkan pemahaman yang baik, dan dapat menjawab pertanyaan dengan memuaskan. | Komunikasi sangat lancar, jelas, persuasif, sangat percaya diri, dan mampu menjawab semua pertanyaan dengan lugas dan mendalam. | | TOTAL SKOR PRODUK (Maksimal 70 Poin) | | | | |

G. REKAP NILAI SISWA

| No | Nama Siswa | Asesmen Awal (Skor) | Asesmen Proses (Observasi) | Asesmen Akhir (Tertulis) | Asesmen Akhir (Produk) | Nilai Akhir (Tertulis+Produk) | Nilai Akhir (Tertulis+Produk+Proses) | Keterangan | | :-- | :--------- | :------------------ | :------------------------- | :----------------------- | :--------------------- | :---------------------------- | :----------------------------------- | :--------- | | 1 | | | | | | | | | | 2 | | | | | | | | | | 3 | | | | | | | | | | ... | | | | | | | | | Catatan: • Kolom "Asesmen Awal" bersifat deskriptif (misal: Baik, Cukup, Perlu Perbaikan) atau skor pemetaan, tidak dihitung dalam nilai akhir. • Kolom "Asesmen Proses" diisi berdasarkan skor rata-rata observasi (misal: 1-3 per indikator). • Kolom "Asesmen Akhir (Tertulis)" adalah total skor dari soal pilihan ganda, jawaban singkat, dan uraian. • Kolom "Asesmen Akhir (Produk)" diisi berdasarkan rubrik penilaian produk. • Kolom "Nilai Akhir (Tertulis+Produk)" dihitung dengan bobot 70% dari total skor tertulis dan produk. • Kolom "Nilai Akhir (Tertulis+Produk+Proses)" dihitung dengan bobot 70% untuk nilai tertulis+produk dan 30% untuk nilai proses.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.