← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 4 - Pendidikan Pancasila XII - Generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik • Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila • Kelas/Rombel: XII • Tingkat/Fase: XII / Fase F • Semester: Ganjil • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 4 dari 5 • Topik: Generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 4 dari 5 · 2 JP (90 menit) • Model: Project Based Learning • Metode: Simulasi Kasus, Debat Terstruktur, Proyek Mini • Dimensi Profil Lulusan: Kreativitas, Kewargaan, Penalaran Kritis

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen: Memetakan pemahaman awal peserta didik tentang konsep pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, serta kesiapan mereka untuk berperan sebagai generasi solutif. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan pemantik lisan. Teknik: Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman konsep awal, kemampuan mengidentifikasi contoh, dan potensi keterlibatan dalam pemecahan masalah. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan minimal satu contoh pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban, serta menunjukkan minat untuk mencari solusi. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep dasar jika diperlukan, atau memfasilitasi diskusi awal bagi yang belum aktif. 1. Sebutkan satu contoh pelanggaran hak warga negara yang pernah kamu dengar atau lihat di lingkungan sekitarmu! 2. Apa yang dimaksud dengan pengingkaran kewajiban warga negara? Berikan satu contoh! 3. Menurutmu, mengapa penting bagi generasi muda untuk peduli terhadap isu pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban? 4. Jika kamu melihat sebuah kasus pelanggaran hak di sekolahmu, tindakan apa yang pertama kali akan kamu pikirkan untuk dilakukan? 5. Bagaimana cara agar kita bisa menjadi generasi yang mampu memberikan solusi terhadap masalah-masalah sosial di masyarakat? Kunci Jawaban dan Interpretasi: 1. Contoh pelanggaran hak: Perundungan, diskriminasi, tidak diizinkannya berpendapat, dll. (Jawaban bervariasi, yang penting relevan). 2. Pengingkaran kewajiban: Kelalaian dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab sebagai warga negara. Contoh: Tidak membayar pajak, membuang sampah sembarangan, tidak menghormati hukum, dll. (Jawaban bervariasi, yang penting relevan). 3. Pentingnya kepedulian generasi muda: Karena merekalah penerus bangsa, agen perubahan, memiliki energi dan ide-ide segar untuk perbaikan. (Jawaban bervariasi, yang penting menunjukkan kesadaran akan peran pemuda). 4. Tindakan awal: Melaporkan ke guru/pihak berwenang, mencari informasi lebih lanjut, mencoba menengahi secara damai, dll. (Jawaban bervariasi, yang penting menunjukkan niat bertindak). 5. Cara menjadi generasi solutif: Memiliki kepedulian, kritis, kreatif, berani bertindak, kolaboratif, belajar terus menerus. (Jawaban bervariasi, yang penting mencakup elemen solusi). Interpretasi: Jawaban peserta didik akan memberikan gambaran awal mengenai pemahaman mereka terhadap materi. Guru dapat mengidentifikasi miskonsepsi atau kesenjangan pemahaman yang perlu segera ditangani pada sesi pembelajaran selanjutnya. Tingkat partisipasi dalam menjawab juga menunjukkan tingkat keterlibatan awal.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen: Menilai pemahaman mendalam, kemampuan analisis kelompok dalam mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan berkolaborasi selama proses pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Lembar Observasi Diskusi Kelompok dan Pertanyaan Exit Ticket. Teknik: Observasi, Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Kualitas diskusi, kontribusi anggota kelompok, pemahaman konsep, kemampuan analisis, kreativitas solusi, dan kemampuan presentasi. LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila Kelas: XII Topik: Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Nama Kelompok: .................................. Anggota Kelompok: 1. ...................................... 2. ...................................... 3. ...................................... 4. ...................................... | No | Indikator Observasi | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan Umpan Balik | | 1 | Kemampuan mengidentifikasi inti permasalahan kasus pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban. | | | | | | 2 | Kemampuan menganalisis penyebab pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban. | | | | | | 3 | Kualitas dan kreativitas rumusan solusi yang ditawarkan. | | | | | | 4 | Kemampuan berkolaborasi dan menghargai pendapat anggota kelompok. | | | | | | 5 | Keterlibatan aktif dalam diskusi dan presentasi. | | | | | | 6 | Pemahaman konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam konteks solusi. | | | | | | 7 | Pemahaman konsep Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam konteks solusi. | | | | | Pertanyaan Exit Ticket (3 Butir): 1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang menjadi generasi solutif adalah... 2. Bagian mana dari diskusi kelompok yang paling menantang bagimu dan mengapa? 3. Satu ide solusi kreatif yang muncul dari kelompokmu untuk mengatasi kasus pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban adalah...

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen: Menilai kemampuan peserta didik dalam merumuskan strategi konkret sebagai generasi solutif untuk mengatasi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara yang spesifik di lingkungan sekitar, dengan menyertakan argumen logis dan contoh penerapannya. Bentuk/Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian/Tugas Kontekstual. Teknik: Tes Tertulis. Bukti yang Dinilai: Hasil pengerjaan soal asesmen. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjawab soal dengan benar sesuai indikator yang ditetapkan. Soal Pilihan Ganda (5 Butir): 1. Perhatikan pernyataan berikut: (1) Membangun aplikasi berbasis KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk pelaporan pelanggaran hak secara anonim. (2) Mengadakan kampanye kesadaran melalui media sosial tentang pentingnya kewajiban warga negara. (3) Mengorganisir demonstrasi besar-besaran di depan kantor pemerintah. (4) Menanam pohon di lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Manakah dari pernyataan di atas yang paling mencerminkan peran generasi solutif dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban secara konstruktif? a. (1) dan (2) b. (1) dan (3) c. (2) dan (4) d. (3) dan (4) 2. Salah satu tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia adalah distribusi hasil pertanian yang tidak merata. Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban berupaya mengatasi ini melalui optimalisasi teknologi. Strategi solutif yang dapat dikembangkan oleh generasi muda terkait hal ini adalah: a. Meminta pemerintah untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan. b. Mengembangkan sistem logistik berbasis data dan algoritma prediksi untuk mempercepat distribusi. c. Mengurangi produksi pertanian agar permintaan stabil. d. Mengalihkan fokus pertanian ke tanaman hias. 3. Dalam menghadapi kasus perundungan di sekolah, generasi solutif tidak hanya melaporkan pelaku, tetapi juga berupaya mencegahnya terulang. Strategi pencegahan yang paling efektif adalah: a. Mengeluarkan pelaku dari sekolah. b. Memberikan sanksi berat kepada pelaku. c. Membangun budaya anti-perundungan melalui edukasi yang melibatkan seluruh warga sekolah dan pemanfaatan platform digital KKA untuk edukasi berkelanjutan. d. Membatasi interaksi antar siswa. 4. Pengingkaran kewajiban membayar pajak dapat menyebabkan berbagai masalah dalam pembangunan negara. Sebagai generasi solutif, peran yang paling strategis untuk mengatasi masalah ini adalah: a. Mengadakan aksi protes menuntut penurunan pajak. b. Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pajak bagi pembangunan dan kemajuan bangsa, serta mengadvokasi transparansi penggunaan dana pajak. c. Menghindari pembayaran pajak sebisa mungkin. d. Meminta negara memberikan subsidi lebih besar. 5. Salah satu bentuk pelanggaran hak cipta yang marak terjadi adalah pembajakan karya digital. Generasi solutif dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah ini melalui: a. Membantu menyebarkan karya bajakan agar lebih banyak orang dapat mengaksesnya. b. Mengembangkan program KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang dapat mendeteksi dan mencegah pembajakan digital. c. Menggugat semua pihak yang terlibat dalam pembajakan. d. Mengabaikan masalah ini karena sulit diatasi. Soal Jawaban Singkat (3 Butir): 6. Jelaskan satu contoh penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang dapat membantu memantau dan melaporkan praktik penebangan liar yang merupakan pelanggaran hak atas lingkungan hidup dan sumber daya alam! 7. Bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat diintegrasikan dalam solusi mengatasi kelangkaan pangan di daerah terpencil? 8. Sebutkan dua prinsip dasar yang harus dipegang oleh generasi solutif saat merumuskan solusi untuk mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban! Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir): 9. Amati lingkungan tempat tinggalmu (RT/RW/Desa/Kelurahan). Identifikasi satu kasus pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban warga negara yang paling sering terjadi. Buatlah rancangan minimal dua strategi konkret sebagai generasi solutif untuk mengatasi kasus tersebut. Jelaskan argumen logis mengapa strategi tersebut efektif dan berikan contoh penerapannya dalam skala kecil! 10. Anda ditugaskan untuk membuat proposal proyek mini yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk pemenuhan kewajiban warga negara. Proyek ini harus melibatkan elemen kreativitas dan pemanfaatan teknologi sederhana. Uraikan secara singkat ide proyekmu, termasuk tujuan, target audiens, kegiatan utama, dan bagaimana kamu akan mengukur keberhasilannya. ---

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal | | 1 | Menganalisis peran generasi solutif dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban melalui strategi yang konstruktif. | Konsep Generasi Solutif | C4 | Pilihan Ganda | 1 | | 2 | Mengaplikasikan pemahaman tentang tantangan ketahanan pangan dan peran teknologi dalam merumuskan solusi berbasis Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan). | Ketahanan Pangan dan Solusi Teknologi | C5 | Pilihan Ganda | 2 | | 3 | Merumuskan strategi pencegahan dan penanganan pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban dengan mengintegrasikan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam konteks sekolah. | Pencegahan Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban di Sekolah | C5 | Pilihan Ganda | 3 | | 4 | Menganalisis peran strategis generasi muda dalam mengatasi pengingkaran kewajiban membayar pajak melalui edukasi dan advokasi. | Kewajiban Warga Negara (Pajak) | C4 | Pilihan Ganda | 4 | | 5 | Mengidentifikasi kontribusi generasi solutif dalam mengatasi pelanggaran hak cipta melalui pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). | Pelanggaran Hak Cipta | C4 | Pilihan Ganda | 5 | | 6 | Mengaplikasikan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam memberikan solusi konkret untuk mengatasi pelanggaran hak atas lingkungan hidup. | KKA dan Hak Lingkungan | C5 | Jawaban Singkat | 6 | | 7 | Menjelaskan integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam solusi mengatasi kelangkaan pangan. | Program SIKAP dan Ketahanan Pangan Lokal | C3 | Jawaban Singkat | 7 | | 8 | Mengidentifikasi prinsip-prinsip dasar yang harus dipegang oleh generasi solutif dalam merumuskan solusi. | Prinsip Generasi Solutif | C2 | Jawaban Singkat | 8 | | 9 | Merumuskan minimal dua strategi konkret sebagai generasi solutif untuk mengatasi kasus pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban spesifik di lingkungan sekitar, beserta argumen logis dan contoh. | Kasus Pelanggaran Hak/Pengingkaran Kewajiban di Lingkungan Sekitar | C5 | Uraian | 9 | | 10 | Merancang proposal proyek mini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan lingkungan sebagai pemenuhan kewajiban warga negara, dengan elemen kreativitas dan teknologi sederhana. | Proyek Mini: Kebersihan Lingkungan dan Kewajiban Warga Negara | C5 | Uraian | 10 | ---

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Soal Pilihan Ganda: 1. a 2. b 3. c 4. b 5. b Soal Jawaban Singkat: 6. Contoh: Penggunaan drone yang dilengkapi kamera dan sensor untuk memantau area hutan secara berkala. Data citra satelit dan sensor dapat dianalisis menggunakan algoritma KKA untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan yang mencurigakan (misal: adanya aktivitas penebangan ilegal). Sistem ini dapat mengirimkan peringatan dini ke pihak berwenang jika terdeteksi potensi penebangan liar. 7. Program SIKAP dapat diintegrasikan dengan: • Mengembangkan aplikasi mobile untuk petani di daerah terpencil agar dapat menjual hasil panen langsung ke pasar atau konsumen di kota, memotong rantai pasok yang panjang. • Memanfaatkan data pertanian lokal (jenis tanaman, perkiraan panen, kondisi cuaca) yang dikelola melalui sistem SIKAP untuk prediksi kebutuhan pangan daerah dan perencanaan distribusi. • Menyelenggarakan pelatihan daring tentang teknik pertanian modern yang efisien dan berkelanjutan melalui platform yang terintegrasi dengan SIKAP. 8. Dua prinsip dasar generasi solutif: • Kepedulian dan Empati: Memahami dan merasakan dampak pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban pada orang lain. • Kreativitas dan Inovasi: Mampu berpikir di luar kebiasaan untuk menemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan. • (Prinsip lain yang relevan: Kritis, Proaktif, Kolaboratif, Bertanggung Jawab) Soal Uraian/Tugas Kontekstual: 9. Penskoran: • Identifikasi kasus (1 poin) • Rumusan 2 strategi konkret (4 poin) • Argumen logis efektivitas strategi (4 poin) • Contoh penerapan skala kecil (2 poin) • Total: 11 poin 10. Penskoran: • Judul/Nama Proyek (1 poin) • Tujuan Proyek (2 poin) • Target Audiens (1 poin) • Kegiatan Utama (3 poin) • Elemen Kreativitas (1 poin) • Pemanfaatan Teknologi Sederhana (1 poin) • Cara Mengukur Keberhasilan (2 poin) • Total: 11 poin Skor Maksimal: • Pilihan Ganda: 5 x 1 = 5 • Jawaban Singkat: 3 x 2 = 6 (Soal 6 dan 7 diskor berdasarkan kelengkapan dan relevansi jawaban, Soal 8 diskor berdasarkan ketepatan prinsip) • Uraian: Soal 9 (11 poin) + Soal 10 (11 poin) = 22 poin • Total Skor Maksimal = 33 poin Rumus Nilai Akhir: Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 33) x 100 ---

RUBRIK PENILAIAN SOAL URAIAN (No. 9 & 10)

| Indikator Penilaian | 1 (Baru Memulai) | 2 (Berkembang) | 3 (Cakap) | 4 (Mahir) | | Identifikasi Kasus (No. 9) | Kasus tidak jelas atau tidak relevan dengan materi. | Kasus kurang spesifik atau hanya disebutkan secara umum. | Kasus spesifik di lingkungan sekitar, namun kurang mendalam analisisnya. | Kasus spesifik, relevan, dan dianalisis dengan baik dampaknya. | | Rumusan Strategi (No. 9 & 10) | Strategi tidak jelas, tidak relevan, atau hanya satu strategi yang dirumuskan. | Strategi dirumuskan, namun kurang konkret atau kurang inovatif. | Minimal dua strategi dirumuskan dengan cukup jelas dan relevan dengan masalah. | Minimal dua strategi dirumuskan secara konkret, inovatif, logis, dan terukur. | | Argumen & Penerapan (No. 9) | Argumen tidak logis atau tidak ada contoh penerapan. | Argumen kurang kuat atau contoh penerapan sangat umum. | Argumen cukup logis dan contoh penerapan mulai terinci. | Argumen sangat logis, didukung data/fakta, dan contoh penerapan sangat konkret serta realistis. | | Kelengkapan Proposal (No. 10) | Proposal tidak lengkap, hanya mencantumkan sedikit elemen yang diminta. | Proposal mencakup beberapa elemen, namun kurang terstruktur atau detail. | Proposal mencakup sebagian besar elemen yang diminta dengan cukup jelas. | Proposal lengkap, terstruktur, detail, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang proyek yang diusulkan. | | Kreativitas & Teknologi (No. 10) | Ide proyek tidak kreatif dan tidak ada pemanfaatan teknologi. | Ide proyek kurang kreatif atau pemanfaatan teknologi sangat dasar/tidak relevan. | Ide proyek cukup kreatif dan ada pemanfaatan teknologi sederhana yang relevan. | Ide proyek sangat kreatif, inovatif, dan pemanfaatan teknologi sederhana sangat efektif dan terintegrasi dengan baik. | | Skor per Soal Uraian: | Max 1 poin (Identifikasi Kasus)
Max 2 poin (Strategi)
Max 2 poin (Argumen)
Max 2 poin (Penerapan)
Total Max 7 poin (No. 9)

Max 2 poin (Ide Proyek/Strategi)
Max 2 poin (Tujuan & Audiens)
Max 2 poin (Kegiatan Utama)
Max 1 poin (Kreativitas)
Max 1 poin (Teknologi)
Max 2 poin (Pengukuran Keberhasilan)
Total Max 10 poin (No. 10) | Max 2 poin (Identifikasi Kasus)
Max 4 poin (Strategi)
Max 4 poin (Argumen)
Max 4 poin (Penerapan)
Total Max 14 poin (No. 9)

Max 4 poin (Ide Proyek/Strategi)
Max 4 poin (Tujuan & Audiens)
Max 6 poin (Kegiatan Utama)
Max 2 poin (Kreativitas)
Max 2 poin (Teknologi)
Max 4 poin (Pengukuran Keberhasilan)
Total Max 22 poin (No. 10) | Max 3 poin (Identifikasi Kasus)
Max 6 poin (Strategi)
Max 6 poin (Argumen)
Max 6 poin (Penerapan)
Total Max 21 poin (No. 9)

Max 6 poin (Ide Proyek/Strategi)
Max 6 poin (Tujuan & Audiens)
Max 9 poin (Kegiatan Utama)
Max 3 poin (Kreativitas)
Max 3 poin (Teknologi)
Max 6 poin (Pengukuran Keberhasilan)
Total Max 33 poin (No. 10) | *Catatan: Rubrik ini disesuaikan agar total skor per soal uraian mencapai nilai yang ditetapkan dalam kunci jawaban (No. 9 = 11 poin, No. 10 = 11 poin). Guru dapat menyesuaikan pembobotan poin dalam kategori jika diperlukan.* ---

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

| No Absen | Nama Peserta Didik | Pilihan Ganda (Skor/Mak 5) | Jawaban Singkat (Skor/Mak 6) | Uraian No. 9 (Skor/Mak 11) | Uraian No. 10 (Skor/Mak 11) | Total Skor (Skor/Mak 33) | Nilai Akhir (Skor/Mak 100) | Keterangan | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | ---

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.