ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Rombel | XII |
| Tingkat/Fase | XII / Fase F |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 3 dari 5 |
| Tanggal/Rentang | 2026-11-23 s.d. 2026-11-29 |
| Topik | Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Model Pembelajaran | Project Based Learning |
| Metode Pembelajaran | Simulasi Kasus, Debat Terstruktur, Proyek Mini |
| Dimensi Profil Lulusan | Kreativitas, Kewargaan, Penalaran Kritis |
| Alokasi Waktu RPP | 2 JP (90 menit) |
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara serta kesiapan mereka dalam topik ini.
Teknik: Tes Lisan/Tertulis
Instrumen: Pertanyaan lisan/tertulis singkat
- Sebutkan satu contoh pelanggaran hak warga negara yang pernah kamu dengar atau alami!
- Apa perbedaan mendasar antara pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban?
- Menurutmu, mengapa penting bagi generasi muda untuk peduli terhadap isu pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban?
- Bagaimana cara sederhana yang bisa kamu lakukan di lingkungan sekolah untuk menghargai hak orang lain?
- Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata "solutif" dalam konteks masalah sosial?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban peserta didik diharapkan mencakup contoh konkret pelanggaran hak (misalnya, perundungan, diskriminasi, pembatasan kebebasan berpendapat).
- Perbedaan terletak pada subjek dan objeknya: pelanggaran hak adalah tindakan yang merampas hak orang lain, sedangkan pengingkaran kewajiban adalah kelalaian dalam memenuhi tugas dan tanggung jawab.
- Pentingnya kepedulian karena mereka adalah agen perubahan dan masa depan bangsa, serta untuk menciptakan masyarakat yang adil dan harmonis.
- Menghargai hak orang lain bisa melalui mendengarkan pendapat teman, tidak mengganggu saat orang lain berbicara, menghormati perbedaan.
- "Solutif" berarti mampu memberikan solusi, mencari jalan keluar, atau menawarkan gagasan pemecahan masalah.
Kriteria Keberhasilan: Kemampuan mengidentifikasi minimal satu contoh pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban, serta menunjukkan pemahaman dasar tentang konsep yang diajukan.
Tindak Lanjut: Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria, guru memberikan penguatan konsep dasar secara individu atau kelompok kecil sebelum memulai materi inti.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengukur keikutsertaan dalam diskusi, dan mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi.
Teknik: Observasi, Pertanyaan Formatif, Umpan Balik
Instrumen: Lembar Observasi, Pertanyaan Exit Ticket
Lembar Observasi Keaktifan dan Keterampilan Diskusi Kelompok
| No | Nama Peserta Didik | Aspek yang Diobservasi | Belum Tampak (1) | Mulai Tampak (2) | Konsisten (3) | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Peserta Didik 1] | Kontribusi gagasan dalam diskusi | ||||
| 2 | [Nama Peserta Didik 2] | Kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat | ||||
| 3 | [Nama Peserta Didik 3] | Analisis kasus yang mendalam | ||||
| 4 | [Nama Peserta Didik 4] | Sikap kritis dalam bertanya dan menanggapi | ||||
| 5 | [Nama Peserta Didik 5] | Kerja sama dalam kelompok |
Pertanyaan Exit Ticket (Formulir Singkat di Akhir Sesi)
- Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah...
- Satu pertanyaan yang masih saya miliki adalah...
- Satu ide solusi yang muncul terkait kasus yang dibahas adalah...
Bukti yang Dinilai: Tingkat partisipasi dalam diskusi, kedalaman analisis kasus, kemampuan mengajukan pertanyaan kritis, dan kemampuan merumuskan ide solusi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik secara aktif berkontribusi dalam diskusi kelompok, menunjukkan pemahaman yang meningkat terhadap materi, dan mampu mengajukan pertanyaan yang relevan.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan observasi dan jawaban exit ticket untuk memfasilitasi pemahaman lebih lanjut pada pertemuan berikutnya.
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
Tujuan Asesmen: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan ini terkait pemahaman konsep, analisis kasus, dan perumusan solusi.
Teknik: Tes Tertulis
Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Uraian/Tugas Kontekstual
Soal Pilihan Ganda (5 butir)
- Pelanggaran hak yang terjadi ketika seorang warga negara tidak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan karena latar belakang ekonomi merupakan contoh dari:
- Diskriminasi
- Korupsi
- Pelanggaran HAM berat
- Pengingkaran kewajiban
- Salah satu bentuk pengingkaran kewajiban warga negara di lingkungan masyarakat adalah:
- Membayar pajak tepat waktu
- Menghormati perbedaan suku dan agama
- Membuang sampah pada tempatnya
- Tidak mematuhi peraturan lalu lintas
- Upaya pemerintah dalam melindungi hak asasi manusia di Indonesia dapat dilihat melalui pembentukan:
- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
- Komnas HAM
- Mahkamah Konstitusi (MK)
- Badan Pusat Statistik (BPS)
- Generasi muda yang solutif dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban hendaknya memiliki sikap:
- Pasif dan apatis
- Kritis dan inovatif
- Egois dan individualis
- Pragmatis dan oportunis
- Jika seorang siswa tidak mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru, ini termasuk dalam kategori:
- Pelanggaran hak guru
- Pengingkaran kewajiban siswa
- Pelanggaran hak siswa
- Pengingkaran kewajiban guru
Soal Jawaban Singkat (3 butir)
- Sebutkan satu contoh pelanggaran hak warga negara yang berkaitan dengan hak kebebasan berpendapat!
- Mengapa penting bagi setiap warga negara untuk melaksanakan kewajibannya?
- Apa yang dimaksud dengan "generasi solutif" dalam konteks materi ini?
Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 butir)
- Analisis salah satu kasus pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban warga negara yang sedang marak terjadi di Indonesia saat ini. Jelaskan akar penyebabnya, dampaknya bagi masyarakat, dan rumuskan minimal dua solusi konkret yang dapat diusulkan oleh generasi muda sebagai agen perubahan. Dalam perumusan solusi ini, Anda dapat mempertimbangkan penerapan algoritma sederhana untuk klasifikasi data pelanggaran hak guna memprediksi pola kejadian di masa depan, sebagai bagian dari integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).
- Bayangkan Anda adalah bagian dari tim perumus kebijakan di tingkat sekolah untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban. Rancang sebuah proyek mini yang melibatkan siswa dalam kampanye anti-pelanggaran hak dan promosi kewajiban. Proyek ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan mendukung Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dengan membuat poster digital tentang pentingnya mengelola sampah organik untuk pupuk kebun sekolah atau merancang infografis tentang pentingnya bergotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai wujud pengamalan Pancasila.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator Pembelajaran | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi contoh pelanggaran hak warga negara | Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1, 5 |
| 2 | Mengidentifikasi contoh pengingkaran kewajiban warga negara | Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menjelaskan upaya pemerintah dalam melindungi hak | Upaya Perlindungan Hak | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menjelaskan sikap generasi muda yang solutif | Generasi Solutif | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Memberikan contoh pelanggaran hak terkait kebebasan berpendapat | Pelanggaran Hak | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 6 |
| 6 | Menjelaskan pentingnya melaksanakan kewajiban | Pengingkaran Kewajiban | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 7 |
| 7 | Menjelaskan makna "generasi solutif" | Generasi Solutif | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 8 |
| 8 | Menganalisis kasus pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban, mengidentifikasi penyebab, dampak, dan merumuskan solusi | Pelanggaran Hak, Pengingkaran Kewajiban, Generasi Solutif | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 9 | Merancang proyek mini untuk kampanye hak dan kewajiban dengan integrasi KKA dan SIKAP | Generasi Solutif, KKA, SIKAP | C5 (Menilai) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda (Skor per soal: 5)
- a. Diskriminasi
- d. Tidak mematuhi peraturan lalu lintas
- b. Komnas HAM
- b. Kritis dan inovatif
- b. Pengingkaran kewajiban siswa
Jawaban Singkat (Skor per soal: 10)
- Contoh: Pembredelan media massa, pembatasan demonstrasi yang damai, penangkapan aktivis tanpa dasar hukum yang jelas, penyensoran konten di media sosial tanpa alasan yang kuat.
- Melaksanakan kewajiban adalah pondasi terciptanya ketertiban, keadilan, dan kesejahteraan dalam masyarakat. Kewajiban yang dipenuhi akan menciptakan hak bagi orang lain.
- Generasi solutif adalah generasi muda yang tidak hanya mampu mengidentifikasi masalah pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban, tetapi juga aktif dan inovatif dalam mencari serta menerapkan solusi-solusi kreatif dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut, serta berkontribusi pada kemajuan bangsa.
Uraian/Tugas Kontekstual (Skor per soal: 25)
Soal No. 9: Penilaian berdasarkan analisis kasus yang mendalam, identifikasi penyebab dan dampak yang akurat, serta kualitas dan relevansi solusi yang ditawarkan, termasuk pemikiran integrasi KKA (misalnya, ide penggunaan algoritma klasifikasi data pelanggaran hak untuk analisis prediktif pola kejadian).
Soal No. 10: Penilaian berdasarkan kreativitas rancangan proyek mini, relevansi dengan kampanye hak dan kewajiban, potensi pemanfaatan sumber daya lokal, serta integrasi konsep Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban (misalnya, keterkaitan kampanye dengan isu lingkungan, pertanian sekolah, atau pengelolaan sumber daya alam).
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN KINERJA (SOAL URAIAN/TUGAS KONTEKSTUAL)
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (Skor 1) | Berkembang (Skor 2) | Cakap (Skor 3) | Mahir (Skor 4) |
|---|---|---|---|---|
| Kedalaman Analisis Kasus (Akar penyebab, dampak) |
Analisis sangat dangkal, hanya menyebutkan permukaan masalah. | Mampu mengidentifikasi satu atau dua penyebab/dampak sederhana. | Mampu mengidentifikasi beberapa penyebab dan dampak yang relevan. | Analisis mendalam, mampu mengaitkan berbagai faktor penyebab dan dampak kompleks. |
| Kualitas dan Relevansi Solusi (Kreativitas, Kontekstual, Implementatif) |
Solusi tidak jelas, tidak relevan, atau sulit diterapkan. | Menawarkan solusi umum yang kurang spesifik atau kurang inovatif. | Memberikan solusi yang relevan, cukup kreatif, dan berpotensi diterapkan. | Menawarkan solusi inovatif, sangat relevan, terukur, dan dapat diimplementasikan secara efektif. |
| Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) (Pada Soal No. 9) |
Tidak ada upaya integrasi KKA. | Menyebutkan konsep KKA secara umum tanpa penjelasan relevansi. | Menjelaskan keterkaitan KKA dengan analisis kasus secara logis, meskipun sederhana. | Mampu menjelaskan penerapan KKA yang spesifik dan inovatif dalam analisis kasus atau perumusan solusi. |
| Integrasi Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban (Pada Soal No. 10) |
Tidak ada integrasi SIKAP. | Menyebutkan SIKAP secara umum tanpa penjelasan relevansi dengan proyek. | Menjelaskan keterkaitan SIKAP dengan proyek mini secara logis, meskipun sederhana. | Mampu merancang proyek mini yang terintegrasi kuat dengan prinsip SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban, menawarkan manfaat nyata bagi sekolah/komunitas. |
REKAP NILAI SISWA
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal | Nilai Asesmen Proses | Nilai Asesmen Akhir (Pilihan Ganda) | Nilai Asesmen Akhir (Jawaban Singkat) | Nilai Asesmen Akhir (Uraian/Tugas Kontekstual) | Nilai Akhir (Total) | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Peserta Didik 1] | |||||||
| 2 | [Nama Peserta Didik 2] |