LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| IDENTITAS PAKET PERTEMUAN | |
|---|---|
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Fase | XII / Fase F |
| Topik | Generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban |
| Pertemuan | 3 dari 5 |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
| Nama Peserta Didik | _ |
Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menganalisis secara kritis studi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.
- Merumuskan solusi inovatif dan solutif untuk mengatasi permasalahan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.
- Mengaplikasikan konsep dalam simulasi kasus dan debat terstruktur.
- Mempresentasikan hasil analisis dan solusi yang diajukan.
Petunjuk Kerja
- Bacalah studi kasus yang disajikan dengan cermat.
- Diskusikan dalam kelompok untuk mengidentifikasi unsur pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban.
- Rumuskan solusi konkret dan solutif yang dapat diterapkan.
- Siapkan argumen untuk debat terstruktur berdasarkan analisis kelompok.
- Tuliskan hasil diskusi dan rumusan solusi pada LKPD ini.
- Jawablah pertanyaan refleksi dengan jujur.
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
- Studi Kasus (terlampir dalam bahan bacaan)
- Buku Teks Pendidikan Pancasila Kelas XII
- Internet (sumber relevan)
- Pena dan Kertas
Stimulus
Perhatikan dua studi kasus berikut yang berkaitan dengan pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. Pikirkan bagaimana generasi muda dapat berperan aktif dan solutif dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.
Studi Kasus 1:
Seorang warga negara menolak membayar pajak dengan alasan pembangunan di daerahnya tidak dirasakan manfaatnya. Ia berargumen bahwa hak-haknya sebagai warga negara tidak terpenuhi sepenuhnya, sehingga ia merasa tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Kasus ini menimbulkan perdebatan mengenai kewajiban warga negara dan hak yang harus dipenuhi oleh negara.
Studi Kasus 2:
Di sebuah desa, terjadi konflik antara warga yang memiliki lahan pertanian dengan perusahaan perkebunan yang berencana membuka lahan baru. Warga menuduh perusahaan melakukan praktik ilegal yang merusak lingkungan dan melanggar hak mereka atas lingkungan hidup yang sehat. Perusahaan mengklaim telah memiliki izin yang sah dan akan memberikan kontribusi ekonomi bagi desa.
Kegiatan Memahami: Analisis Konsep
Diskusikan dengan kelompok Anda mengenai kedua studi kasus tersebut. Jawablah pertanyaan berikut:
| No. | Pertanyaan | Jawaban Kelompok |
|---|---|---|
| 1. | Identifikasi unsur pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam Studi Kasus 1. | |
| 2. | Identifikasi unsur pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam Studi Kasus 2. | |
| 3. | Apa saja akar penyebab terjadinya kasus-kasus tersebut? | |
| 4. | Bagaimana dampak dari pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban tersebut bagi masyarakat dan negara? |
Kegiatan Mengaplikasi: Merancang Solusi
Berdasarkan analisis Anda, rumuskan solusi-solusi solutif yang dapat diimplementasikan oleh generasi muda untuk mengatasi permasalahan dalam studi kasus. Pertimbangkan bagaimana Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat dilibatkan dalam solusi tersebut. Selain itu, pikirkan keterkaitannya dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam konteks pengelolaan sumber daya atau peningkatan kesadaran masyarakat.
| No. | Aspek | Rumusan Solusi |
|---|---|---|
| 1. | Solusi untuk Studi Kasus 1 (Pajak) |
Solusi Konkret: Pemanfaatan KKA (Contoh: Algoritma klasifikasi untuk memprediksi tingkat kepatuhan pajak berdasarkan data demografis, atau chatbot untuk edukasi pajak): |
| 2. | Solusi untuk Studi Kasus 2 (Konflik Lahan) |
Solusi Konkret: Pemanfaatan KKA (Contoh: Sistem deteksi dini potensi konflik lahan menggunakan analisis citra satelit, atau platform kolaboratif berbasis AI untuk mediasi): |
| 3. | Peran Generasi Muda Solutif |
Bagaimana generasi muda dapat secara aktif menginisiasi dan mengawal penerapan solusi ini? Keterkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban (Contoh: Mengembangkan aplikasi pendataan potensi pangan lokal berbasis KKA yang dapat diakses warga, atau mengorganisir kampanye kesadaran pangan berkelanjutan yang didukung teknologi): |
Kegiatan Merefleksi: Evaluasi Proses dan Hasil
Jawablah pertanyaan refleksi berikut secara individu:
- Bagian mana dari kegiatan analisis dan perancangan solusi yang paling Anda pahami? Jelaskan alasannya.
- Kesulitan apa yang Anda hadapi selama berdiskusi dan merumuskan solusi? Bagaimana Anda mengatasinya?
- Bagaimana kontribusi Anda dalam kelompok hari ini? Apa yang dapat Anda tingkatkan di pertemuan selanjutnya?
- Menurut Anda, seberapa efektif solusi yang dirumuskan oleh kelompok Anda dalam mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban? Berikan alasannya.
Penilaian Diri
Berikan tanda centang (√) pada kolom yang paling sesuai dengan tingkat pemahaman dan partisipasi Anda dalam kegiatan ini.
| Aspek | Belum (1) | Mulai (2) | Sudah (3) | Sangat Baik (4) |
|---|---|---|---|---|
| Saya memahami konsep pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara. | ||||
| Saya mampu mengidentifikasi unsur pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban dalam studi kasus. | ||||
| Saya dapat merumuskan solusi yang solutif dan inovatif. | ||||
| Saya aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok. | ||||
| Saya memahami keterkaitan solusi dengan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
Rubrik Penilaian Produk Kelompok (Simulasi Kasus & Debat)
| Aspek Penilaian | Rubrik |
|---|---|
| Kedalaman Analisis Kasus | Sangat Baik: Mampu mengidentifikasi seluruh unsur pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban beserta akar penyebabnya secara mendalam. |
| Inovasi dan Solutifitas Solusi | Baik: Mampu merumuskan solusi yang relevan dan inovatif dengan mempertimbangkan KKA dan SIKAP. |
| Argumentasi Debat | Cukup: Mampu menyampaikan argumen yang logis dan terstruktur. |
| Kerja Sama Kelompok | Memuaskan: Menunjukkan partisipasi aktif dan kolaboratif seluruh anggota kelompok. |