← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 2 dari 5 - Pendidikan Pancasila XII - Generasi solutif mengatasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 2 DARI 5

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Ganjil
Alokasi Waktu Pertemuan 2 dari 5 · 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan belajar peserta didik dipetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal mengenai hak dan kewajiban warga negara telah terbangun. Minat belajar diarahkan pada isu-isu aktual yang relevan dengan kehidupan mereka. Kebutuhan belajar difokuskan pada pendalaman konsep dan aplikasinya melalui aktivitas kontekstual.
Materi Pelajaran Materi mengenai pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara merupakan pengetahuan prosedural dan konseptual yang sangat relevan dengan kehidupan nyata. Tingkat kesulitan materi sedang, membutuhkan analisis kasus dan pemikiran kritis. Potensi miskonsepsi dapat muncul terkait pemahaman kewajiban sebagai beban dan hak sebagai tuntutan semata. Integrasi nilai Pancasila, nasionalisme, dan kepedulian sosial menjadi fokus penanaman karakter.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kreativitas, Kewargaan, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dan merumuskan solusi dari permasalahan tersebut sebagai upaya perlindungan hukum.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan pemahaman hukum dan sosial dengan aplikasi teknologi melalui analisis data sederhana dan pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk mencari solusi efektif terhadap isu pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Konsep Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban juga dilibatkan melalui studi kasus pengelolaan sumber daya yang berkeadilan, mengaitkan penegakan hak dan kewajiban dengan keberlanjutan pangan lokal.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu merumuskan minimal dua contoh solusi konkret dan beralasan untuk mengatasi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara yang spesifik, dengan memanfaatkan informasi dari studi kasus yang diberikan, dalam waktu 90 menit pembelajaran.
Topik Pembelajaran Generasi Solutif Mengatasi Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Praktik Pedagogis Model: Project Based Learning (PBL).
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan proyek mini.
Metode: Simulasi Kasus, Debat Terstruktur, Proyek Mini.
Alasan Pemilihan: PBL mendorong peserta didik untuk aktif mencari solusi atas permasalahan nyata, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas. Metode simulasi dan debat terstruktur memungkinkan pendalaman konsep melalui pengalaman langsung dan argumentasi yang sehat.
Penerapan Sintaks PBL:
1. Menentukan pertanyaan/tantangan mendasar: Guru menyajikan studi kasus pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban yang relevan.
2. Mendesain perencanaan proyek: Peserta didik secara berkelompok merancang solusi dalam bentuk prototipe aksi atau kampanye edukasi.
3. Menyusun jadwal dan pembagian peran: Pembagian tugas dalam kelompok untuk riset, perancangan, dan persiapan presentasi.
4. Memonitor proses dan kemajuan: Guru memantau diskusi kelompok dan memberikan bimbingan.
5. Menguji dan mempresentasikan hasil: Kelompok mempresentasikan rancangan solusi mereka.
6. Mengevaluasi dan merefleksikan: Peserta didik merefleksikan proses dan hasil kerja kelompok.
Kemitraan Pembelajaran Guru dapat berkolaborasi dengan guru TIK untuk memfasilitasi pencarian informasi digital yang relevan atau penggunaan alat bantu KKA sederhana. Koordinasi dengan wali kelas atau guru BK dapat membantu memantau perkembangan sikap dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan kelompok.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan media audio visual dan sumber belajar digital. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan pendapat dikembangkan melalui diskusi dan debat.
Pemanfaatan Digital Pemanfaatan proyektor untuk menampilkan studi kasus, laptop/gawai untuk riset mandiri dan kelompok, serta platform kolaborasi daring jika diperlukan. Penggunaan sumber belajar digital yang kredibel.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan Menyapa dan menanyakan kabar peserta didik. Mengaitkan materi sebelumnya dengan topik hari ini melalui pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa yang paling sering terjadi di sekitar kita yang melanggar hak orang lain atau kewajiban kita sendiri?". Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaian untuk pertemuan ini. Menjawab salam, berpartisipasi dalam tanya jawab apersepsi, menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria. 15 menit Keikutsertaan dalam diskusi apersepsi.
INTI - MEMAHAMI Memahami Konsep Menyajikan studi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban yang konkret dan relevan dengan konteks lokal Tuban (misalnya, kasus penolakan warga terhadap pembangunan fasilitas umum yang seharusnya memberi manfaat, atau kasus kelalaian menjaga kebersihan lingkungan desa yang berdampak pada kesehatan bersama). Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menganalisis akar masalah, dampak, dan pihak yang terlibat dalam studi kasus. Membimbing peserta didik dalam mengidentifikasi prinsip-prinsip hukum dan Pancasila yang dilanggar. Membentuk kelompok belajar. Menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Mengaitkan kasus dengan nilai-nilai Pancasila dan ketentuan UUD NRI 1945. Bertanya untuk klarifikasi pemahaman. 30 menit Catatan hasil analisis kelompok terhadap studi kasus.
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasikan Konsep Memfasilitasi peserta didik dalam merancang solusi kreatif dan realistis untuk mengatasi kasus yang dianalisis. Memberikan panduan dalam memanfaatkan sumber informasi daring untuk memperkaya ide solusi, termasuk mencari contoh pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) sederhana untuk analisis data sosial atau kampanye kesadaran publik. Mengarahkan peserta didik untuk memikirkan aspek Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya bagaimana solusi mereka dapat mendukung ketersediaan pangan lokal yang adil atau pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Meminta setiap kelompok menyiapkan presentasi singkat mengenai solusi mereka. Secara berkelompok merumuskan minimal dua solusi konkret (misalnya, proposal kegiatan advokasi, rancangan kampanye media sosial, usulan kebijakan lokal sederhana). Mencari referensi tambahan secara daring. Mempresentasikan rancangan solusi di depan kelas. 30 menit Rancangan solusi dalam bentuk tertulis atau presentasi digital.
INTI - MEREFLEKSI Merefleksi Pengalaman Memberikan umpan balik konstruktif terhadap solusi yang dipresentasikan. Memandu peserta didik melakukan refleksi kritis terhadap proses kerja kelompok, tantangan yang dihadapi, dan efektivitas solusi yang ditawarkan. Meminta peserta didik mengaitkan kembali pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap presentasi kelompok lain. Melakukan refleksi tertulis atau lisan mengenai pembelajaran hari ini: apa yang dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana solusi tersebut dapat diimplementasikan. 10 menit Hasil refleksi peserta didik (tertulis/lisan).
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna Merangkum poin-poin penting dari solusi yang dihasilkan peserta didik. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan kreativitas peserta didik. Menginformasikan topik pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan memberikan tugas singkat jika ada. Mengucapkan salam penutup. Menyimak rangkuman guru. Menyiapkan diri untuk pembelajaran selanjutnya. 5 menit Kehadiran dan partisipasi aktif.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Pada Awal Pembelajaran Mengukur pengetahuan awal dan minat peserta didik terhadap topik. Pertanyaan Lisan (Apersepsi) Observasi Tingkat keaktifan dan ketepatan jawaban dalam diskusi apersepsi. Peserta didik mampu memberikan tanggapan yang relevan terhadap pertanyaan pemantik. Menyesuaikan kedalaman materi dan contoh kasus yang akan disajikan.
Pada Proses Pembelajaran Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis kasus, dan keterampilan kolaborasi dalam kelompok. Mengukur proses penerapan KKA dan SIKAP. Lembar Observasi Kelompok, Pertanyaan Formatif Observasi, Tanya Jawab Keterlibatan anggota kelompok, kedalaman analisis kasus, kualitas ide solusi, pemanfaatan sumber belajar, diskusi KKA dan SIKAP. Setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam diskusi dan analisis. Solusi yang dirumuskan logis dan beralasan. Memberikan bimbingan tambahan pada kelompok yang kesulitan. Memberikan umpan balik lisan selama proses diskusi.
Pada Akhir Pembelajaran Menilai kemampuan peserta didik dalam merumuskan solusi konkret dan mempresentasikannya. Mengukur pemahaman terhadap tujuan pembelajaran. Presentasi Kelompok, Refleksi Peserta Didik Kinerja (Presentasi), Produk (Rancangan Solusi), Tertulis (Refleksi) Kualitas rancangan solusi, kejelasan presentasi, kemampuan menjawab pertanyaan, kedalaman refleksi. Peserta didik mampu menjelaskan minimal dua solusi konkret dan beralasan untuk mengatasi kasus, serta merefleksikan proses pembelajaran. Memberikan umpan balik spesifik untuk perbaikan individu/kelompok. Merencanakan tindak lanjut remedial atau pengayaan.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu merumuskan minimal dua contoh solusi konkret dan beralasan untuk mengatasi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara yang spesifik, dengan memanfaatkan informasi dari studi kasus yang diberikan.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Kasus Pelanggaran/Pengingkaran Belum mampu mengidentifikasi dengan jelas pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban dalam studi kasus. Mampu mengidentifikasi sebagian aspek pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban, namun belum lengkap atau kurang tepat. Mampu mengidentifikasi secara jelas pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban yang relevan dalam studi kasus. Mampu mengidentifikasi secara mendalam dan kritis berbagai bentuk pelanggaran hak serta pengingkaran kewajiban dalam studi kasus yang kompleks.
Analisis Akar Masalah dan Dampak Kesulitan menganalisis penyebab dan akibat dari kasus yang terjadi. Mampu menganalisis sebagian penyebab dan dampak kasus, namun belum komprehensif. Mampu menganalisis akar masalah dan dampak kasus secara logis dan memadai. Mampu menganalisis akar masalah dan dampak kasus secara mendalam, serta mampu melihat keterkaitan antar masalah.
Perumusan Solusi Konkret dan Beralasan Solusi yang ditawarkan tidak jelas, tidak realistis, atau tidak memiliki alasan yang kuat. Solusi yang ditawarkan sebagian bersifat konkret namun kurang beralasan atau sulit diimplementasikan. Mampu merumuskan minimal dua solusi konkret yang logis dan memiliki alasan yang kuat untuk mengatasi kasus. Mampu merumuskan solusi inovatif, realistis, beralasan kuat, dan dapat diimplementasikan secara efektif, serta mempertimbangkan aspek keberlanjutan (termasuk potensi pemanfaatan KKA atau prinsip SIKAP).
Kemampuan Presentasi dan Argumentasi Kesulitan menyampaikan ide solusi dan menjawab pertanyaan. Mampu menyampaikan ide solusi namun kurang terstruktur atau kurang meyakinkan, serta kesulitan menjawab pertanyaan. Mampu menyampaikan ide solusi dengan jelas dan terstruktur, serta mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Mampu menyampaikan ide solusi dengan sangat jelas, persuasif, dan argumentatif, serta mampu mempertahankan argumen dengan data pendukung.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.