← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 6 - Pendidikan Pancasila XII - Kesadaran warga negara dalam menghadapi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 1 DARI 6

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Ganjil
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik awal untuk mengidentifikasi pengetahuan awal, minat, dan kebutuhan belajar terkait topik. Minat belajar akan ditumbuhkan melalui penyajian kasus yang relevan dengan kehidupan mereka.
Materi Pelajaran Materi mengenai kesadaran warga negara dalam menghadapi kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara merupakan materi esensial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Tingkat kesulitannya moderat, namun berpotensi menimbulkan miskonsepsi terkait hak dan kewajiban yang absolut. Integrasi nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sangat penting.
Dimensi Profil Pelulusan (DPL) Penalaran Kritis: Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban secara objektif.
Kewargaan: Menunjukkan sikap sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta berperan aktif dalam penyelesaian masalah.
Capaian Pembelajaran Elemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Menganalisis kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dan merumuskan solusi dari permasalahan tersebut sebagai upaya perlindungan hukum.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan pemahaman hukum dan kewarganegaraan dengan analisis kasus yang seringkali melibatkan data statistik dan informasi dari media. Keterampilan literasi digital dalam mencari dan memverifikasi berita menjadi penting, serta pemanfaatan KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dapat memperkaya pemahaman kontekstual mengenai hak dan kewajiban dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk isu-isu sosial dan ekonomi yang berkaitan dengan pangan dan teknologi.
Tujuan Pembelajaran (Pertemuan 1) Melalui analisis kasus awal dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua contoh kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dengan tepat, serta menjelaskan secara singkat konsep dasar hak dan kewajiban warga negara berdasarkan pemahaman awal yang dimiliki.
Topik Pembelajaran Kesadaran Warga Negara dalam Menghadapi Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban
Praktik Pedagogis Model: Case Based Learning
Strategi: Analisis mendalam terhadap kasus nyata.
Metode: Analisis Berita, Studi Kasus, Diskusi Kelas.
Alasan Pemilihan: Model Case Based Learning sangat sesuai untuk topik ini karena memungkinkan peserta didik untuk belajar melalui penyelesaian masalah nyata, menumbuhkan penalaran kritis, dan kemampuan mengambil keputusan. Metode yang dipilih mendukung eksplorasi kasus dan interaksi aktif.
Penerapan Sintaks Model:
1. Menyajikan Kasus: Guru menyajikan berita atau studi kasus singkat terkait pelanggaran hak/pengingkaran kewajiban.
2. Mengidentifikasi Fakta dan Persoalan Utama: Peserta didik mengidentifikasi unsur-uns penting dalam kasus.
3. Menganalisis Penyebab dan Dampak: Peserta didik mulai menganalisis akar masalah dan konsekuensinya.
4. Menyusun Beberapa Alternatif Penyelesaian: Peserta didik diajak berpikir tentang kemungkinan solusi (akan didalami di pertemuan selanjutnya).
5. Memilih serta Mempertanggungjawabkan Keputusan: (Akan didalami di pertemuan selanjutnya).
6. Merefleksikan Nilai dan Pembelajaran: Peserta didik merefleksikan pemahaman awal dan pembelajaran yang didapat.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Bahasa Indonesia dapat mendukung peserta didik dalam menganalisis berita terkait kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban. Pemanfaatan sumber belajar dari perpustakaan digital sekolah juga akan difasilitasi untuk memperkaya referensi kasus.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan memanfaatkan sudut baca sebagai sumber informasi tambahan. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong peserta didik untuk berpendapat dan berdiskusi tanpa rasa takut.
Pemanfaatan Digital Penggunaan laptop/gawai untuk mengakses berita daring, presentasi sederhana, dan pencarian informasi awal terkait kasus.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan 1. Menyapa dan menanyakan kabar murid (berkesadaran).
2. Menyampaikan topik pembelajaran dengan narasi menarik tentang pentingnya memahami hak dan kewajiban sebagai fondasi negara yang kuat (bermakna).
3. Melakukan apersepsi dengan bertanya pengalaman murid terkait isu hak/kewajiban yang pernah mereka dengar atau alami.
4. Melakukan asesmen diagnostik awal melalui kuesioner singkat (online/tertulis) untuk memetakan pengetahuan awal dan minat.
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian secara gamblang (menggembirakan).
1. Menjawab salam dan merespon pertanyaan guru.
2. Menyimak penjelasan topik dan antusias.
3. Berbagi pengalaman singkat terkait isu hak/kewajiban.
4. Mengisi kuesioner asesmen diagnostik.
5. Memahami tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
15 menit Hasil asesmen diagnostik (pengetahuan awal, minat).
Catatan guru tentang partisipasi dan respon awal murid.
INTI - MEMAHAMI Memahami, Bermakna 1. Menampilkan sebuah kasus pelanggaran hak atau pengingkaran kewajiban warga negara melalui tayangan video singkat atau artikel berita (sintaks 1: Menyajikan kasus).
2. Memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk mengidentifikasi fakta kunci, tokoh, dan pokok persoalan dari kasus yang disajikan (sintaks 2: Mengidentifikasi fakta dan persoalan utama).
3. Memandu diskusi awal untuk mengaitkan kasus dengan konsep hak dan kewajiban warga negara, serta potensi dampaknya (sintaks 3: Menganalisis penyebab dan dampak).
4. Mengajak murid untuk mulai berpikir tentang bagaimana kasus tersebut bisa terjadi dan apa dampaknya bagi masyarakat Tuban, menghubungkan dengan data produksi pangan lokal atau potensi ekonomi daerah yang mungkin terpengaruh (konteks SIKAP).
1. Menyimak dan mengamati kasus yang disajikan.
2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam kasus.
3. Menyampaikan pendapat dan pertanyaan terkait kasus.
4. Mulai menganalisis keterkaitan kasus dengan konsep hak dan kewajiban, serta dampaknya pada konteks lokal.
45 menit Catatan hasil diskusi kelompok.
Jawaban singkat murid terkait identifikasi kasus.
INTI - MENGAPLIKASI Memahami, Mengaplikasi, Bermakna 1. Memberikan pertanyaan pemantik yang mendorong murid untuk mengaitkan kasus dengan pemahaman mereka tentang KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam konteks penyebaran informasi atau analisis data terkait kasus serupa (misalnya, bagaimana algoritma media sosial dapat memperkuat narasi pelanggaran hak).
2. Meminta setiap kelompok untuk merangkum minimal dua poin utama dari analisis kasus mereka dalam bentuk poin-poin singkat atau mind map sederhana.
3. Mengarahkan murid untuk mencatat setidaknya satu pertanyaan lanjutan yang muncul dari analisis kasus mereka, sebagai bekal diskusi di pertemuan berikutnya.
1. Mengaitkan kasus dengan konsep KKA, misalnya bagaimana teknologi memengaruhi persepsi tentang hak dan kewajiban.
2. Bekerja sama dalam kelompok untuk merangkum hasil analisis kasus.
3. Menyusun pertanyaan-pertanyaan kritis yang muncul dari pemahaman mereka.
15 menit Rangkuman hasil analisis kasus per kelompok (poin-poin atau mind map sederhana).
Daftar pertanyaan lanjutan dari murid.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran, Bermakna 1. Memfasilitasi sesi berbagi singkat dari beberapa kelompok mengenai temuan analisis mereka.
2. Mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang hak dan kewajiban warga negara dari kasus tadi?"
3. Meminta murid mengisi formulir refleksi singkat (online/tertulis) terkait pemahaman konsep dan proses belajar mereka.
1. Mempresentasikan rangkuman hasil analisis kelompok.
2. Menjawab pertanyaan reflektif guru.
3. Mengisi formulir refleksi pembelajaran.
10 menit Formulir refleksi murid.
PENUTUP Menggembirakan, Bermakna 1. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid.
2. Menyimpulkan poin-poin penting dari pembelajaran hari ini.
3. Memberikan umpan balik konstruktif berdasarkan observasi selama pembelajaran.
4. Memberikan gambaran singkat tentang materi dan aktivitas pada pertemuan berikutnya (menumbuhkan antisipasi).
5. Mengakhiri pelajaran dengan salam penutup yang menggembirakan.
1. Menyimak simpulan dan apresiasi guru.
2. Menyimak umpan balik dan informasi pertemuan selanjutnya.
3. Menjawab salam penutup.
5 menit Catatan guru tentang partisipasi dan pemahaman umum murid.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan Asesmen: Memetakan pengetahuan awal, minat, dan kesiapan peserta didik terkait topik pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.
Bentuk/Instrumen: Kuesioner Asesmen Diagnostik (online/tertulis) berisi pertanyaan pilihan ganda dan esai singkat.
Teknik: Tes tertulis/lisan.
Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan kuesioner.
Kriteria Keberhasilan: Kemampuan mengidentifikasi minimal satu contoh hak dan kewajiban dasar, serta menunjukkan minat pada topik.
Tindak Lanjut: Guru melakukan analisis hasil kuesioner untuk mengelompokkan murid berdasarkan tingkat pemahaman dan minat, sebagai dasar diferensiasi pembelajaran di pertemuan selanjutnya.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan Asesmen: Memantau keterlibatan, pemahaman konsep awal, dan kemampuan analisis kasus peserta didik selama pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Lembar kerja diskusi kelompok, observasi partisipasi aktif.
Teknik: Observasi, penilaian kinerja (diskusi kelompok).
Bukti yang Dinilai: Catatan diskusi kelompok, keaktifan peserta didik dalam menyampaikan ide, keakuratan identifikasi kasus.
Kriteria Keberhasilan: Kemampuan mengidentifikasi minimal dua fakta kunci dari kasus yang disajikan dan mengajukan satu pertanyaan relevan.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung secara lisan kepada kelompok atau individu, serta catatan untuk perbaikan di pertemuan berikutnya (assessment for learning).
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan Asesmen: Mengukur pemahaman awal peserta didik terhadap konsep hak dan kewajiban warga negara serta kemampuan menganalisis kasus sederhana.
Bentuk/Instrumen: Formulir Refleksi Singkat.
Teknik: Self-assessment.
Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik pada formulir refleksi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyebutkan satu hal baru yang dipelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin diketahui.
Tindak Lanjut: Guru menggunakan hasil refleksi untuk merencanakan tindak lanjut pembelajaran (assessment as learning).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua contoh kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dengan tepat, serta menjelaskan secara singkat konsep dasar hak dan kewajiban warga negara berdasarkan pemahaman awal yang dimiliki.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan mengidentifikasi kasus pelanggaran hak Kesulitan mengidentifikasi kasus pelanggaran hak, hanya menyebutkan contoh umum tanpa detail. Mampu mengidentifikasi satu kasus pelanggaran hak dengan beberapa detail pendukung. Mampu mengidentifikasi minimal dua kasus pelanggaran hak dengan detail yang relevan. Mampu mengidentifikasi lebih dari dua kasus pelanggaran hak dengan analisis mendalam mengenai penyebab dan dampaknya.
Kemampuan mengidentifikasi kasus pengingkaran kewajiban Kesulitan mengidentifikasi kasus pengingkaran kewajiban, hanya menyebutkan contoh umum tanpa detail. Mampu mengidentifikasi satu kasus pengingkaran kewajiban dengan beberapa detail pendukung. Mampu mengidentifikasi minimal dua kasus pengingkaran kewajiban dengan detail yang relevan. Mampu mengidentifikasi lebih dari dua kasus pengingkaran kewajiban dengan analisis mendalam mengenai penyebab dan dampaknya.
Penjelasan konsep dasar hak warga negara Penjelasan sangat umum, minim contoh, dan belum menunjukkan pemahaman yang jelas. Menjelaskan konsep hak warga negara dengan satu contoh yang kurang relevan. Menjelaskan konsep hak warga negara dengan minimal satu contoh yang relevan dan tepat. Menjelaskan konsep hak warga negara secara komprehensif dengan contoh yang beragam dan relevan.
Penjelasan konsep dasar kewajiban warga negara Penjelasan sangat umum, minim contoh, dan belum menunjukkan pemahaman yang jelas. Menjelaskan konsep kewajiban warga negara dengan satu contoh yang kurang relevan. Menjelaskan konsep kewajiban warga negara dengan minimal satu contoh yang relevan dan tepat. Menjelaskan konsep kewajiban warga negara secara komprehensif dengan contoh yang beragam dan relevan.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.