← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 1 dari 5 - Pendidikan Pancasila XII - Berpancasila dalam kehidupan global

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel : XII
Tingkat/Fase : XII / Fase F
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 1 dari 5
Tanggal/Rentang : 2026-08-24 s.d. 2026-08-30
Topik : Berpancasila dalam kehidupan global
Fokus Kegiatan : Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial.
Asesmen Pertemuan : Asesmen diagnostik dan formatif awal.
Alokasi Waktu RPP : Pertemuan 1 dari 5 · 2 JP (90 menit)
Model : Problem Based Learning
Metode : Studi Kasus, Diskusi Kelompok
Dimensi Profil Lulusan : Penalaran Kritis, Kewargaan, Kreativitas

TUJUAN TINDAK LANJUT

Tindak lanjut ini dirancang berdasarkan hasil asesmen diagnostik dan formatif awal pada pertemuan pertama, dengan tujuan untuk:

  • Mengidentifikasi peserta didik yang memerlukan dukungan remedial berdasarkan pencapaian indikator tujuan pembelajaran.
  • Memberikan kesempatan pengayaan bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran.
  • Merencanakan dukungan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar seluruh peserta didik.
  • Menyusun umpan balik yang konstruktif dan personal.
  • Merencanakan strategi monitoring dan refleksi untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

PEMETAAN HASIL ASESMEN AWAL DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

Kategori Hasil Belajar Ciri Hasil Peserta Didik (Contoh) Kebutuhan Peserta Didik Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi bahkan satu contoh penerapan Pancasila di era global; pemahaman konsep globalisasi sangat terbatas. Bantuan konkret, penjelasan sederhana, contoh visual, pendampingan intensif. Pelaksanaan remedial.
Berkembang Mampu mengidentifikasi satu peluang atau tantangan, namun belum mampu menjelaskan alasannya secara logis; pemahaman tentang globalisasi masih umum. Penjelasan lebih mendalam, latihan mengidentifikasi dan menganalisis, diskusi terbimbing. Pelaksanaan remedial dan pendampingan dalam diskusi.
Cakap Mampu mengidentifikasi dua peluang dan dua tantangan, serta mampu menjelaskan alasannya dengan cukup logis; mulai memahami kompleksitas globalisasi. Penguatan analisis, eksplorasi kasus yang lebih kompleks, tantangan berpikir kritis. Pemberian tugas pengayaan dan pendalaman materi.
Mahir Mampu mengidentifikasi lebih dari dua peluang dan tantangan, menjelaskan alasan dengan sangat logis, dan mampu mengaitkan dengan isu global terkini; menunjukkan pemahaman mendalam tentang Pancasila dalam konteks global. Tantangan kreativitas, inisiatif proyek, pemikiran tingkat tinggi. Pemberian tugas pengayaan berupa proyek kreatif atau riset mandiri.

REMEDIAL

Peserta didik yang dikategorikan "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan layanan remedial yang difokuskan pada indikator yang belum tercapai, yaitu kemampuan mengidentifikasi dan menjelaskan peluang serta tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global.

  • Fokus Indikator: Mengidentifikasi minimal dua peluang dan dua tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global, serta mampu menjelaskan alasannya.
  • Kegiatan Remedial:
    1. Penjelasan Ulang Konsep Esensial: Guru memberikan penjelasan ulang yang lebih konkret dan visual mengenai konsep Pancasila dan globalisasi menggunakan studi kasus sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa di Tuban, misalnya bagaimana nilai gotong royong tercermin dalam kegiatan pertanian lokal atau bagaimana nilai keadilan sosial dapat diwujudkan dalam pemanfaatan teknologi informasi.
    2. Latihan Identifikasi Berbantuan: Peserta didik dibimbing untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan dari sebuah studi kasus yang dimodifikasi, dengan panduan pertanyaan terstruktur.
    3. Diskusi Terbimbing: Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan contoh-contoh konkret penerapan Pancasila di era global, dengan guru memfasilitasi dan memberikan klarifikasi.
    4. Asesmen Ulang Singkat: Peserta didik diberikan tugas singkat untuk mengidentifikasi satu peluang dan satu tantangan, serta menjelaskan alasannya, menggunakan format yang lebih sederhana.
  • Dukungan Bahan: Disediakan infografis sederhana, video pendek tentang Pancasila di era digital, dan contoh-contoh kasus tertulis yang lebih mudah dipahami.
  • Pendampingan: Guru memberikan pendampingan individual atau kelompok kecil selama kegiatan remedial.

Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam remedial dapat berupa penggunaan simulasi sederhana berbasis blok-coding untuk memvisualisasikan dampak globalisasi terhadap nilai-nilai Pancasila. Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam remedial dapat berupa studi kasus sederhana tentang bagaimana nilai Pancasila (misalnya musyawarah) diterapkan dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal di tingkat desa untuk menghadapi tantangan global.

PENGAYAAN

Peserta didik yang dikategorikan "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan layanan pengayaan untuk memperluas pemahaman dan kemampuan mereka.

  • Fokus Pengayaan: Memperdalam analisis peluang dan tantangan, serta mendorong kreativitas dalam penerapan nilai Pancasila di kehidupan global.
  • Kegiatan Pengayaan:
    1. Analisis Kasus Kompleks: Peserta didik diminta menganalisis studi kasus yang lebih kompleks atau isu-isu global terkini (misalnya, pengaruh media sosial terhadap nilai toleransi, atau peran diplomasi budaya Indonesia) dan mengidentifikasi peluang serta tantangan penerapan Pancasila di dalamnya, serta memberikan argumentasi yang lebih mendalam.
    2. Proyek Kreatif: Peserta didik didorong untuk menciptakan produk kreatif (misalnya, infografis digital, video pendek, artikel opini, atau proposal gagasan) yang mengilustrasikan penerapan nilai Pancasila dalam konteks global, atau solusi inovatif terhadap tantangan yang ada.
    3. Diskusi Tingkat Lanjut: Mengadakan diskusi kelompok dengan topik yang lebih spesifik dan menantang, seperti perbandingan sistem pemerintahan demokratis Pancasila dengan sistem lainnya di dunia, atau peran generasi muda dalam menjaga kedaulatan nilai Pancasila di era digital.

Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam pengayaan dapat berupa tantangan bagi siswa mahir untuk merancang algoritma dasar (misalnya, menggunakan Python atau pseudocode) yang dapat membantu mengklasifikasikan berita daring berdasarkan potensi dampaknya terhadap nilai-nilai Pancasila, atau membuat model sederhana untuk memprediksi tren pengaruh budaya asing terhadap perilaku generasi muda.

Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam pengayaan dapat berupa penugasan kepada siswa untuk meneliti dan mempresentasikan bagaimana prinsip Pancasila (misalnya, keadilan sosial) dapat diintegrasikan dalam pengembangan model agribisnis berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi pangan modern untuk kesejahteraan masyarakat Tuban, atau merancang proposal sistem pemantauan ketahanan pangan berbasis data yang dapat diakses secara daring.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Pembelajaran diferensiasi akan diterapkan untuk memenuhi beragam kebutuhan belajar peserta didik, baik dalam hal konten, proses, maupun produk.

  • Diferensiasi Konten:
    • Menyediakan materi bacaan dengan tingkat kedalaman yang bervariasi (sederhana, standar, mendalam).
    • Menyediakan studi kasus dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.
    • Menyajikan informasi melalui berbagai media (teks, gambar, video, audio).
  • Diferensiasi Proses:
    • Memberikan pilihan cara belajar (individu, berpasangan, kelompok kecil).
    • Memberikan pilihan cara berpartisipasi dalam diskusi (menyampaikan ide secara lisan, tertulis, atau visual).
    • Memberikan waktu tambahan bagi siswa yang membutuhkan.
    • Guru memberikan bimbingan yang berbeda sesuai tingkat pemahaman siswa.
  • Diferensiasi Produk:
    • Memberikan pilihan format tugas akhir (laporan tertulis, presentasi, poster digital, video singkat, mind map).
    • Menyesuaikan tingkat kerumitan tugas akhir sesuai dengan kemampuan siswa.
  • Diferensiasi Lingkungan Belajar: Mengatur tata letak kelas agar mendukung kerja kelompok, diskusi, maupun kerja individu, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman untuk bertanya dan berpendapat.
  • Dukungan Khusus: Memberikan dukungan tambahan kepada siswa dengan kebutuhan belajar khusus sesuai dengan rekomendasi.

Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban akan disesuaikan dalam konten, proses, dan produk sesuai dengan tingkat kesiapan dan minat siswa, misalnya memberikan pilihan bagi siswa yang tertarik pada aspek teknis untuk merancang flowchart sederhana dari sistem SIKAP, atau bagi siswa yang tertarik pada aspek sosial untuk membuat kampanye digital tentang pentingnya Pancasila dalam ketahanan pangan.

UMPAN BALIK

Umpan balik akan diberikan secara personal dan konstruktif, mencakup aspek kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.

  • Untuk kategori "Baru Memulai": "Bagus sekali kamu sudah berusaha mengidentifikasi satu hal penting dari globalisasi. Untuk selanjutnya, coba kita lihat lagi bagaimana nilai-nilai Pancasila seperti keadilan bisa membantu kita saat ada banyak informasi dari luar negeri masuk."
  • Untuk kategori "Berkembang": "Kamu sudah bisa menangkap ide bahwa persatuan penting di era global. Coba jelaskan lebih lanjut, mengapa pentingnya persatuan itu bisa menimbulkan tantangan di tengah arus informasi yang berbeda-beda? Apa saja contoh nyata yang bisa kamu pikirkan?"
  • Untuk kategori "Cakap": "Analisis kamu tentang tantangan arus budaya asing terhadap nilai Pancasila sudah sangat baik. Untuk pengayaan, coba kamu pikirkan satu solusi kreatif yang bisa dilakukan generasi muda di Tuban untuk tetap menjaga identitas Pancasila di tengah pengaruh global."
  • Untuk kategori "Mahir": "Pemahamanmu tentang Pancasila sebagai identitas bangsa di kancah global sangat mendalam. Saya sangat mengapresiasi kemampuanmu mengaitkan konsep ini dengan isu-isu terkini. Untuk tantangan selanjutnya, bisakah kamu memikirkan bagaimana kita bisa memanfaatkan kemajuan teknologi (misalnya, AI) untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila secara global?"

KOMUNIKASI

Komunikasi dengan wali kelas atau orang tua akan dilakukan jika diperlukan, terutama untuk peserta didik yang menunjukkan kesulitan belajar yang signifikan atau membutuhkan dukungan ekstra. Komunikasi akan bersifat kolaboratif untuk merancang strategi dukungan terbaik bagi siswa, dengan tetap menjaga kerahasiaan dan privasi siswa.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator yang Belum Tercapai (Pertemuan 1) Tindakan Guru Waktu Hasil Monitoring Tindak Lanjut Berikutnya
(Diisi nama siswa) (Diisi indikator spesifik) (Pendampingan individu, pertanyaan pemicu, dll.) (Tanggal/Sesi) (Catatan perkembangan siswa) (Lanjutan remedial, pengayaan, atau pembelajaran biasa)
(Diisi nama siswa) (Diisi indikator spesifik) (Pendampingan individu, pertanyaan pemicu, dll.) (Tanggal/Sesi) (Catatan perkembangan siswa) (Lanjutan remedial, pengayaan, atau pembelajaran biasa)
(Diisi nama siswa) (Diisi indikator spesifik) (Pendampingan individu, pertanyaan pemicu, dll.) (Tanggal/Sesi) (Catatan perkembangan siswa) (Lanjutan remedial, pengayaan, atau pembelajaran biasa)

REFLEKSI GURU

  1. Bagaimana tingkat keterlibatan peserta didik dalam kegiatan studi kasus dan diskusi pada pertemuan ini? Apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan keterlibatan mereka di pertemuan selanjutnya?
  2. Apakah studi kasus yang disajikan cukup relevan dan memicu rasa ingin tahu peserta didik terkait Pancasila dalam kehidupan global? Bagaimana saya bisa membuat studi kasus menjadi lebih menarik atau kontekstual dengan kehidupan mereka di Tuban?
  3. Apakah umpan balik yang saya berikan sudah cukup jelas, personal, dan memotivasi peserta didik untuk belajar lebih baik?
  4. Bagaimana saya dapat lebih efektif mengintegrasikan dimensi Profil Pelajar Pancasila (Penalaran Kritis, Kewargaan, Kreativitas) dalam kegiatan pembelajaran selanjutnya?
  5. Apakah strategi diferensiasi yang saya rencanakan sudah berjalan optimal untuk memenuhi kebutuhan belajar seluruh peserta didik, termasuk integrasi KKA dan Program SIKAP? Apa yang perlu disesuaikan?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.