← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 1 dari 5 - Pendidikan Pancasila XII - Berpancasila dalam kehidupan global

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Ganjil
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas XII memiliki pengetahuan awal yang beragam mengenai Pancasila. Minat belajar dapat dipetakan melalui observasi partisipasi dalam diskusi dan pertanyaan awal. Kebutuhan belajar akan dipenuhi melalui diferensiasi aktivitas dan asesmen awal.
Materi Pelajaran Materi mengenai penerapan Pancasila dalam kehidupan global bersifat abstrak namun sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik. Tingkat kesulitan moderat, memerlukan analisis kritis. Potensi miskonsepsi terkait globalisasi dan nilai Pancasila. Integrasi nilai berani, bertanggung jawab, dan peduli lingkungan.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila (DPL) - Penalaran Kritis: Menganalisis peluang dan tantangan Pancasila di era global. - Kewargaan: Memahami peran Pancasila sebagai identitas nasional di dunia internasional. - Kreativitas: Mencari solusi inovatif penerapan Pancasila dalam konteks global.
Capaian Pembelajaran (CP) Elemen Pancasila: Mendeskripsikan rumusan dan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila; menganalisis peluang dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dalam konteks Pancasila sebagai ideologi negara dan membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan konsep-konsep dari ilmu sosial dan politik untuk memahami tantangan Pancasila di era global. Keterkaitan dengan literasi digital dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi krusial. Analisis data sederhana terkait tren global dan dampaknya terhadap nilai-nilai Pancasila dapat diperkaya melalui pemahaman dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), serta relevansinya dengan isu ketahanan pangan global melalui Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
Tujuan Pembelajaran (Pertemuan 1 dari 5) Melalui studi kasus sederhana dan diskusi terpandu, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal dua peluang dan dua tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global, serta mampu menjelaskan alasannya dengan tingkat kelogisan yang memadai.
Topik Pembelajaran Berpancasila dalam Kehidupan Global
Praktik Pedagogis Model: Problem Based Learning (PBL). Strategi: Pembelajaran berbasis masalah yang menuntut analisis kritis dan kolaborasi. Metode: Studi Kasus, Diskusi Kelompok. Alasan Pemilihan: PBL relevan untuk mendorong peserta didik menganalisis masalah nyata (tantangan Pancasila di era global), mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mencari solusi. Sintaks PBL akan diterapkan sebagai berikut: 1. Orientasi masalah: Guru menyajikan studi kasus singkat mengenai isu global yang berkaitan dengan nilai Pancasila. 2. Mengorganisasi belajar: Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk mendiskusikan studi kasus. 3. Membimbing penyelidikan: Guru memfasilitasi diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pemantik, dan mengarahkan analisis. 4. Mengembangkan dan menyajikan: Kelompok merangkum hasil diskusi mengenai peluang dan tantangan. 5. Menganalisis dan mengevaluasi: Diskusi kelas untuk membandingkan hasil antar kelompok dan refleksi awal.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Sejarah atau Sosiologi dapat memperkaya pemahaman konteks global. Dukungan dari perpustakaan sekolah untuk akses sumber belajar digital juga penting dalam memetakan isu-isu global.
Lingkungan Pembelajaran Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi, dilengkapi proyektor untuk menampilkan studi kasus. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan menghargai perbedaan pendapat sangat ditekankan. Pemanfaatan platform digital sekolah untuk berbagi materi dan diskusi daring jika diperlukan.
Pemanfaatan Digital Penggunaan proyektor untuk menampilkan materi studi kasus. Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari informasi relevan terkait isu global yang disajikan, serta platform kolaborasi daring untuk berbagi hasil diskusi awal.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(Orientasi, Apersepsi, Motivasi, Asesmen Awal)
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan 1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa. 2. Menyapa peserta didik dengan hangat untuk menciptakan suasana berkesadaran. 3. Menyampaikan topik pembelajaran dan tujuan pertemuan yang bermakna bagi kehidupan global mereka. 4. Melakukan apersepsi melalui pertanyaan singkat tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan budaya asing atau isu global. 5. Melaksanakan asesmen diagnostik awal melalui kuis singkat (pilihan ganda/esai singkat) untuk memetakan pemahaman awal tentang Pancasila dan globalisasi. 1. Menjawab salam dan berdoa. 2. Menyimak dan merespon sapaan guru. 3. Menyimak penjelasan tujuan pembelajaran. 4. Menjawab pertanyaan apersepsi guru. 5. Mengerjakan asesmen diagnostik awal. 15 menit - Partisipasi aktif dalam diskusi awal. - Hasil asesmen diagnostik awal.
INTI - MEMAHAMI
(Konsep Esensial)
Memahami, Bermakna 1. Menyajikan sebuah studi kasus singkat (visual/narasi) tentang isu global (misalnya, pengaruh media sosial asing terhadap budaya lokal, atau isu lingkungan global yang memerlukan kerjasama internasional) yang menuntut penerapan nilai Pancasila. 2. Memfasilitasi diskusi kelompok terpandu, memberikan pertanyaan penuntun untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan penerapan nilai Pancasila dalam studi kasus tersebut. 3. Memberikan arahan bagaimana mengaitkan isu global dengan sila-sila Pancasila, termasuk potensi pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data isu global atau pemahaman konten digital yang beragam dari berbagai negara. 1. Menyimak studi kasus yang disajikan. 2. Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus. 3. Mengidentifikasi minimal dua peluang dan dua tantangan penerapan nilai Pancasila dalam konteks studi kasus. 4. Mencatat poin-poin penting hasil diskusi. 40 menit - Catatan hasil diskusi kelompok. - Identifikasi awal peluang dan tantangan.
INTI - MENGAPLIKASI
(Konsep Esensial)
Mengaplikasi, Bermakna 1. Membimbing peserta didik untuk merangkum hasil diskusi kelompok ke dalam poin-poin kunci mengenai peluang dan tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global. 2. Meminta setiap kelompok untuk secara singkat mempresentasikan satu peluang dan satu tantangan yang paling relevan menurut mereka, serta alasan di baliknya. 3. Memberikan umpan balik awal terhadap analisis yang disampaikan kelompok, mengarahkan pada pemahaman yang lebih mendalam. 1. Merangkum hasil diskusi kelompok dalam bentuk poin-poin. 2. Mempersiapkan presentasi singkat mengenai temuan utama. 3. Mempresentasikan hasil analisis peluang dan tantangan. 4. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan konstruktif (jika ada). 20 menit - Rangkuman poin-poin peluang dan tantangan. - Presentasi singkat kelompok.
INTI - MEREFLEKSI
(Konsep Esensial)
Merefleksi, Berkesadaran 1. Memfasilitasi diskusi kelas untuk mengkonsolidasikan pemahaman mengenai peluang dan tantangan yang muncul dari berbagai kelompok. 2. Mengaitkan kembali konsep Pancasila sebagai ideologi negara dengan praktik global, serta menyinggung pentingnya kesadaran akan isu global seperti ketahanan pangan yang dapat dianalisis melalui data dan teknologi, sejalan dengan konsep Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. 3. Memberikan pertanyaan reflektif singkat kepada peserta didik untuk menilai pemahaman awal mereka terhadap topik. 1. Berpartisipasi dalam diskusi kelas, berbagi pandangan dan bertanya. 2. Menyimak dan mencatat poin-poin penting dari diskusi kelas. 3. Menjawab pertanyaan reflektif guru tentang pemahaman mereka terhadap materi. 10 menit - Keaktifan dalam diskusi kelas. - Jawaban pada pertanyaan reflektif.
PENUTUP
(Rangkuman, Umpan Balik, Tindak Lanjut)
Menggembirakan, Bermakna 1. Menyimpulkan poin-poin kunci pembelajaran mengenai peluang dan tantangan penerapan Pancasila dalam kehidupan global. 2. Memberikan umpan balik konstruktif secara umum kepada kelas mengenai partisipasi dan pemahaman mereka. 3. Menyampaikan apresiasi atas usaha peserta didik. 4. Memberikan informasi singkat mengenai topik pertemuan selanjutnya dan tugas (jika ada). 1. Menyimak kesimpulan guru. 2. Menerima umpan balik. 3. Menyiapkan diri untuk pembelajaran berikutnya. 5 menit - Kehadiran dan partisipasi dalam pembelajaran.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang Pancasila dan isu globalisasi, serta mengidentifikasi miskonsepsi potensial.
Bentuk/Instrumen: Kuis singkat (pilihan ganda/esai singkat).
Teknik: Tes Tertulis.
Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik.
Kriteria Keberhasilan: Ketepatan jawaban dalam mengidentifikasi konsep dasar Pancasila dan globalisasi.
Tindak Lanjut: Guru menggunakan hasil asesmen diagnostik untuk menyesuaikan kedalaman materi dan strategi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
Jenis Asesmen: Assessment of Learning (diagnosis awal).
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik.
Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi kelompok, pertanyaan pemantik saat diskusi, dan hasil rangkuman kelompok.
Teknik: Observasi, Tanya Jawab, Penilaian Kinerja (diskusi kelompok).
Bukti yang Dinilai: Keaktifan peserta didik dalam diskusi, kualitas pertanyaan yang diajukan, kelengkapan dan ketepatan rangkuman kelompok.
Kriteria Keberhasilan: Kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi peluang dan tantangan Pancasila dalam studi kasus, serta keterlibatan aktif dalam diskusi.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung kepada kelompok atau individu yang memerlukan klarifikasi atau bantuan lebih lanjut.
Jenis Asesmen: Assessment for Learning.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai sejauh mana peserta didik mencapai tujuan pembelajaran pertemuan ini.
Bentuk/Instrumen: Presentasi singkat hasil diskusi kelompok dan jawaban reflektif singkat.
Teknik: Unjuk Kerja (presentasi), Tes Lisan (refleksi).
Bukti yang Dinilai: Kemampuan mempresentasikan temuan, kelogisan alasan, dan refleksi pemahaman.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan minimal dua peluang dan dua tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global dengan alasan yang memadai.
Tindak Lanjut: Guru memberikan penguatan terhadap pemahaman yang sudah tercapai dan menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya.
Jenis Asesmen: Assessment of Learning (formatif awal untuk pertemuan ini).

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Melalui studi kasus sederhana dan diskusi terpandu, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal dua peluang dan dua tantangan penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan global, serta mampu menjelaskan alasannya dengan tingkat kelogisan yang memadai.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Peluang Penerapan Pancasila dalam Konteks Global Kesulitan mengidentifikasi peluang, hanya menyebutkan satu atau tidak relevan. Mampu mengidentifikasi satu peluang dengan penjelasan yang kurang lengkap atau kurang relevan. Mampu mengidentifikasi minimal dua peluang penerapan Pancasila dalam konteks global dengan penjelasan yang cukup logis. Mampu mengidentifikasi lebih dari dua peluang dengan penjelasan yang mendalam, kritis, dan sangat relevan.
Identifikasi Tantangan Penerapan Pancasila dalam Konteks Global Kesulitan mengidentifikasi tantangan, hanya menyebutkan satu atau tidak relevan. Mampu mengidentifikasi satu tantangan dengan penjelasan yang kurang lengkap atau kurang relevan. Mampu mengidentifikasi minimal dua tantangan penerapan Pancasila dalam konteks global dengan penjelasan yang cukup logis. Mampu mengidentifikasi lebih dari dua tantangan dengan penjelasan yang mendalam, kritis, dan sangat relevan.
Penjelasan Alasan/Logika Alasan yang diberikan sangat dangkal atau tidak logis. Alasan yang diberikan sebagian logis tetapi belum kuat atau kurang konsisten. Alasan yang diberikan cukup logis, relevan, dan mendukung identifikasi peluang/tantangan. Alasan yang diberikan sangat logis, mendalam, kritis, dan menunjukkan pemahaman komprehensif.
Partisipasi Aktif dalam Diskusi Kelompok dan Kelas Cenderung diam, kurang berkontribusi dalam diskusi. Mulai berpartisipasi tetapi masih ragu-ragu atau kurang fokus. Berpartisipasi aktif, memberikan ide, dan mendengarkan pendapat orang lain. Berpartisipasi sangat aktif, memimpin diskusi, memberikan ide inovatif, dan mendorong partisipasi anggota lain.
Keterangan: - Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar. - Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan. - Cakap: Baik dan sesuai harapan. - Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.