← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 1 dari 5 - Pendidikan Pancasila XII - Berpancasila dalam keseharian di masyarakat

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel : XII
Tingkat/Fase : XII / Fase F
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 1 dari 5
Tanggal/Rentang : 2026-07-20 s.d. 2026-07-26
Topik : Berpancasila dalam keseharian di masyarakat
Fokus Kegiatan : Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial.
Asesmen Pertemuan : Asesmen diagnostik dan formatif awal.
Alokasi Waktu RPP : 2 JP (90 menit)
Model : Contextual Teaching and Learning
Metode : Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Presentasi
Dimensi Profil Lulusan : Kewargaan, Penalaran Kritis

TUJUAN TINDAK LANJUT

Tindak lanjut ini disusun berdasarkan hasil asesmen diagnostik dan formatif awal pada pertemuan pertama yang berfokus pada pemahaman awal peserta didik mengenai konsep "Berpancasila dalam Keseharian di Masyarakat". Tujuan utamanya adalah untuk memberikan dukungan yang dipersonalisasi, memperkuat pemahaman bagi yang masih memerlukan, dan memperdalam pengetahuan bagi yang sudah mencapai pemahaman awal, serta mengintegrasikan aspek Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban untuk pengayaan.

PEMETAAN HASIL ASESMEN AWAL

Berdasarkan observasi awal dan respons terhadap pertanyaan pemantik, peserta didik dikategorikan sebagai berikut:

Kategori Ciri Hasil Identifikasi Kebutuhan Peserta Didik Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi contoh perilaku Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman konsep masih abstrak. Memerlukan contoh konkret, penjelasan sederhana, dan bimbingan langsung dalam mengenali nilai Pancasila di lingkungan terdekat. Memberikan bimbingan intensif, visualisasi contoh, dan diskusi terbimbing.
Berkembang Mampu mengidentifikasi beberapa contoh, namun belum konsisten dalam memberikan alasan yang tepat atau belum mampu menghubungkan dengan nilai Pancasila secara mendalam. Memerlukan latihan analisis kasus yang lebih mendalam dan penguatan hubungan antara tindakan dan nilai Pancasila. Memberikan studi kasus tambahan dan memfasilitasi diskusi untuk analisis lebih dalam.
Cakap Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan contoh perilaku Pancasila dengan alasan yang cukup kuat, mulai mampu mengaitkan dengan konteks masyarakat. Memerlukan tantangan untuk memperluas cakupan penerapan dan mulai berpikir kritis tentang tantangan implementasi Pancasila. Memberikan tugas pengayaan yang lebih kompleks dan memotivasi untuk eksplorasi lebih lanjut.
Mahir Mampu mengidentifikasi, menjelaskan, dan menganalisis penerapan nilai Pancasila secara mendalam, serta mampu memberikan solusi kreatif terhadap tantangan implementasi. Memerlukan kesempatan untuk memimpin diskusi, berbagi pengalaman, dan mengintegrasikan pemahaman dengan bidang lain, termasuk KKA dan Program SIKAP. Menugaskan peran sebagai fasilitator kecil dalam diskusi kelompok atau proyek pengayaan.

REMEDIAL

Peserta didik yang dikategorikan "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan perlakuan remedial sebagai berikut:

  • Fokus Indikator: Mengidentifikasi minimal tiga contoh perilaku yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dengan memberikan alasan yang tepat.
  • Kegiatan Remedial:
    1. Sesi Tanya Jawab Konkret: Guru akan memandu diskusi dengan pertanyaan yang sangat spesifik terkait situasi sehari-hari (misalnya, "Saat temanmu berbeda pendapat, apa yang bisa kamu lakukan agar tetap menghargai?").
    2. Studi Kasus Sederhana: Peserta didik akan diberikan skenario singkat yang menggambarkan interaksi sosial, dan diminta mengidentifikasi nilai Pancasila yang paling dominan serta alasannya. Contoh: "Ani melihat Budi kesulitan membawa buku. Ani membantu Budi. Nilai Pancasila apa yang ditunjukkan Ani? Mengapa?"
    3. Visualisasi Nilai: Penggunaan gambar atau video pendek yang menampilkan contoh-contoh perilaku Pancasila di masyarakat untuk membantu identifikasi.
    4. Pendampingan Kelompok Kecil: Guru memberikan bimbingan langsung dalam kelompok kecil untuk memastikan pemahaman setiap langkah.
  • Dukungan Bahan: Lembar kerja berisi contoh-contoh sederhana, gambar ilustrasi nilai Pancasila.
  • Asesmen Ulang: Observasi partisipasi dalam diskusi remedial dan kuis singkat identifikasi perilaku.

PENGAYAAN

Peserta didik yang dikategorikan "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan kegiatan pengayaan sebagai berikut:

  • Perluasan Penerapan:
    1. Analisis Tantangan Implementasi: Peserta didik diminta menganalisis tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di masyarakat modern, serta merumuskan solusi kreatif.
    2. Integrasi KKA: Peserta didik ditantang untuk memikirkan bagaimana aplikasi berbasis KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk mempromosikan atau menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Contoh: Membuat pseudocode sederhana untuk aplikasi 'Pancasila Explorer' yang memberikan kuis interaktif berdasarkan skenario kehidupan nyata.
    3. Integrasi Program SIKAP: Peserta didik diminta merancang konsep sederhana bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diintegrasikan dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal di Tuban, misalnya melalui pengembangan sistem informasi sederhana menggunakan konsep dasar Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban untuk memetakan potensi pangan desa yang berbasis gotong royong.
    4. Diskusi Lanjutan: Memimpin diskusi kelompok kecil mengenai topik yang lebih mendalam terkait isu-isu sosial yang berkaitan dengan Pancasila.
  • Tugas Tambahan: Membuat ringkasan analisis tantangan dan solusi, atau membuat mind map konseptual tentang integrasi KKA/SIKAP dengan Pancasila.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Dukungan diferensiasi akan diberikan berdasarkan kebutuhan belajar peserta didik:

  • Konten:
    • Peserta didik "Baru Memulai" akan menerima materi bacaan dengan bahasa yang lebih sederhana dan contoh yang lebih visual.
    • Peserta didik "Mahir" akan diberikan materi tambahan tentang filosofi mendalam di balik nilai-nilai Pancasila dan studi kasus dari berbagai negara.
  • Proses:
    • Peserta didik yang membutuhkan bimbingan intensif akan ditempatkan dalam kelompok kecil dengan guru.
    • Peserta didik yang mandiri akan diberi keleluasaan dalam eksplorasi sumber belajar tambahan.
    • Peserta didik yang tertarik pada KKA akan diberi kesempatan untuk mengeksplorasi tools coding sederhana, sementara yang tertarik pada SIKAP akan diarahkan pada studi kasus pertanian lokal Tuban.
  • Produk:
    • Peserta didik dapat memilih untuk menyampaikan pemahamannya melalui tulisan, lisan, atau gambar/infografis.
    • Peserta didik pengayaan dapat menghasilkan produk yang lebih kompleks seperti rancangan aplikasi sederhana atau proposal proyek.
  • Lingkungan:
    • Menciptakan suasana kelas yang aman dan mendukung untuk bertanya dan berpendapat.
    • Menyediakan sudut baca dengan materi terkait Pancasila, KKA, dan SIKAP.
  • Dukungan Khusus: Bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar spesifik, akan diberikan penyesuaian format tugas dan waktu pengerjaan sesuai rekomendasi.

UMPAN BALIK

Contoh kalimat umpan balik konstruktif:

  • Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah bisa menyebutkan satu contoh. Coba kita pikirkan lagi, saat kamu bermain dengan teman yang berbeda suku, nilai Pancasila apa yang paling terlihat di sana? Mari kita coba lihat contoh ini..."
  • Berkembang: "Kamu sudah mampu mengidentifikasi contoh perilaku gotong royong. Sekarang, coba jelaskan lebih dalam, mengapa tindakan membantu tetangga tersebut mencerminkan nilai sila ketiga Pancasila? Apa dampaknya bagi kerukunan?"
  • Cakap: "Analisis kamu tentang penerapan sila keadilan sosial sudah sangat baik dan relevan dengan kondisi saat ini. Untuk tantangan yang kamu sebutkan, bagaimana jika kita coba pikirkan solusi yang memanfaatkan teknologi sederhana, mungkin terkait dengan pengelolaan data masyarakat?"
  • Mahir: "Pemahamanmu mengenai kompleksitas penerapan nilai Pancasila di era digital sangat mendalam. Ide kamu untuk mengembangkan fitur 'Pancasila Chatbot' menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) sangat inovatif. Bagaimana jika kita juga eksplorasi bagaimana konsep ini bisa mendukung program ketahanan pangan di daerah kita melalui Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?"

KOMUNIKASI

Jika diperlukan, komunikasi akan dilakukan dengan wali kelas atau orang tua/wali peserta didik yang menunjukkan kesulitan belajar yang signifikan atau kemajuan luar biasa, dengan tetap menjaga kerahasiaan data peserta didik.

MONITORING

Guru akan melakukan monitoring berkelanjutan terhadap kemajuan peserta didik, khususnya yang berada pada kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang", serta mengamati partisipasi peserta didik dalam kegiatan pengayaan.

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai (dari TP) Tindakan Guru yang Dilakukan Waktu Pelaksanaan Hasil Monitoring Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa A] Mengidentifikasi minimal 3 contoh perilaku Pancasila Sesi tanya jawab intensif, studi kasus sederhana Minggu ke-1 setelah PBM Mulai dapat mengidentifikasi 1-2 contoh dengan bantuan Lanjutkan bimbingan, berikan lebih banyak contoh visual
[Nama Siswa B] Memberikan alasan yang tepat untuk setiap contoh Diskusi terbimbing terkait hubungan perilaku dan nilai Minggu ke-1 setelah PBM Masih kesulitan menghubungkan tindakan dengan nilai Pancasila Gunakan metode perbandingan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai Pancasila
[Nama Siswa C] Menerapkan nilai Pancasila dalam analisis kasus Penugasan analisis studi kasus yang lebih kompleks Minggu ke-2 setelah PBM Dapat menganalisis kasus namun belum mendalam Berikan pertanyaan pemantik yang lebih menantang
[Nama Siswa D] Mengintegrasikan konsep KKA/SIKAP dalam pemikiran Penugasan proyek pengayaan KKA/SIKAP Minggu ke-2 setelah PBM Menunjukkan ketertarikan namun butuh arahan teknis Fasilitasi sumber belajar KKA/SIKAP yang lebih spesifik

REFLEKSI GURU

Pertanyaan untuk refleksi guru setelah pelaksanaan pembelajaran dan tindak lanjut:

  1. Bagaimana efektivitas strategi remedial yang diterapkan dalam membantu peserta didik yang masih "Baru Memulai" dan "Berkembang" mencapai indikator pembelajaran?
  2. Apakah kegiatan pengayaan yang diberikan berhasil mendorong peserta didik "Cakap" dan "Mahir" untuk berpikir lebih kritis dan kreatif, terutama dalam mengintegrasikan KKA dan Program SIKAP?
  3. Bagaimana pengalaman belajar peserta didik dalam mengaitkan materi Pancasila dengan kehidupan nyata mereka terasa lebih bermakna dan menggembirakan melalui model CTL?
  4. Apakah asesmen diagnostik awal dan formatif yang digunakan sudah cukup akurat dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar individu peserta didik?
  5. Tindakan apa yang perlu saya lakukan pada pertemuan berikutnya untuk memperbaiki proses pembelajaran berdasarkan observasi dan hasil tindak lanjut ini?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.