| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Semester | XII / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik akan dipetakan melalui asesmen diagnostik di awal pembelajaran. Pengetahuan awal mengenai nilai-nilai Pancasila akan digali melalui pertanyaan pemantik dan diskusi. Minat terhadap topik akan diobservasi dari partisipasi aktif. Kebutuhan belajar akan diidentifikasi berdasarkan respons terhadap asesmen awal. |
| Materi Pelajaran | Materi "Berpancasila dalam Keseharian di Masyarakat" merupakan materi esensial yang relevan dengan kehidupan nyata peserta didik sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Tingkat kesulitan materi tergolong sedang, namun potensi miskonsepsi dapat muncul terkait implementasi nilai-nilai Pancasila secara konsisten dalam berbagai situasi. Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, dan toleransi. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Penalaran Kritis |
| Capaian Pembelajaran | Elemen Pancasila: Membiasakan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai identitas nasional dalam kehidupan sehari-hari. Elemen Bhinneka Tunggal Ika: Merancang kegiatan bersama dengan prinsip gotong royong dalam praktik hidup sehari-hari. Elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia: Menganalisis sistem pemerintahan Indonesia, dan peran lembaga-lembaga negara dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pemahaman tentang penerapan Pancasila dalam keseharian dapat diperkaya dengan analisis data sederhana terkait partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial atau pemilihan umum, yang berkaitan dengan literasi data dan konsep dasar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Selain itu, isu ketahanan pangan di masyarakat, seperti pentingnya kearifan lokal dalam menjaga sumber daya pangan dan pola konsumsi yang berkelanjutan, sangat relevan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, menghubungkan nilai Pancasila dengan kesejahteraan masyarakat. |
| Tujuan Pembelajaran | Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh perilaku yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dengan memberikan alasan yang tepat, sebagai langkah awal memahami konsep esensial materi. |
| Topik Pembelajaran | Berpancasila dalam keseharian di masyarakat |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategi: Pembelajaran Berbasis Masalah Kontekstual Metode: Diskusi Kelompok, Studi Kasus, Tanya Jawab Alasan Pemilihan: CTL relevan karena menghubungkan materi Pancasila dengan pengalaman nyata peserta didik di masyarakat, membuatnya lebih bermakna. Metode diskusi dan studi kasus mendorong kolaborasi dan analisis kritis. Penerapan Sintaks Model: 1. Mengaktifkan Pengetahuan Awal: Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang pengalaman sehari-hari terkait nilai-nilai Pancasila. 2. Menghadirkan Konteks: Menyajikan studi kasus singkat tentang isu sosial di masyarakat yang berkaitan dengan penerapan Pancasila. 3. Melakukan Inkuiri & Bertanya: Peserta didik diajak merumuskan pertanyaan terkait studi kasus dan cara penerapan nilai Pancasila. 4. Belajar Melalui Komunitas: Diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus dan mengidentifikasi contoh perilaku. 5. Memberikan Pemodelan: Guru memberikan contoh konkret penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan. 6. Melakukan Refleksi: Peserta didik merefleksikan pemahaman konsep dan relevansinya. 7. Melaksanakan Asesmen Autentik: Asesmen diagnostik dan formatif untuk mengukur pemahaman awal. |
| Kemitraan Pembelajaran | Dukungan dari orang tua/wali dapat berupa diskusi di rumah mengenai contoh penerapan nilai Pancasila dalam keluarga, serta partisipasi dalam kegiatan masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Guru BK dapat dilibatkan untuk mendukung pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan memanfaatkan sumber belajar digital seperti video pendek atau artikel berita yang relevan. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong setiap peserta didik untuk berpendapat dan bertanya tanpa rasa takut. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan proyektor untuk menampilkan materi dan video, serta platform diskusi online jika diperlukan untuk pengumpulan ide awal atau refleksi singkat. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
- Memberikan salam dan doa pembuka. - Memeriksa kehadiran. - Melakukan apersepsi melalui pertanyaan pemantik: "Apa saja nilai-nilai Pancasila yang paling sering kalian dengar atau terapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah atau sekolah?" - Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria ketercapaian yang diharapkan. - Melakukan asesmen diagnostik awal melalui kuesioner singkat online/tertulis. |
- Menjawab salam dan berdoa. - Merespon pertanyaan pemantik dengan berbagi pengalaman. - Memperhatikan penjelasan tujuan pembelajaran. - Mengisi asesmen diagnostik. |
15 menit | Hasil asesmen diagnostik awal (pemetaan pengetahuan awal). Partisipasi dalam diskusi apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI | Bermakna, Menggembirakan |
- Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus tentang penerapan nilai Pancasila di masyarakat. - Memberikan bimbingan saat peserta didik mengidentifikasi contoh-contoh perilaku. - Menjelaskan konsep kunci terkait penerapan sila-sila Pancasila dalam konteks sosial. - Membantu peserta didik menghubungkan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data sederhana terkait isu sosial di masyarakat, misalnya mengklasifikasikan jenis partisipasi warga dalam kegiatan RT. |
- Berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus. - Mengidentifikasi dan mencatat contoh-contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila. - Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi konsep. - Mencoba mengaitkan analisis studi kasus dengan konsep sederhana dari KKA. |
45 menit | Catatan hasil diskusi kelompok. Daftar contoh perilaku yang relevan. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna |
- Memandu peserta didik merumuskan minimal tiga contoh konkret penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat berdasarkan analisis studi kasus. - Meminta peserta didik untuk memberikan alasan mengapa perilaku tersebut mencerminkan nilai Pancasila. - Mengaitkan pentingnya kesadaran akan pangan lokal dan pola konsumsi sehat dalam masyarakat sebagai bagian dari upaya penguatan nilai-nilai gotong royong dan kesejahteraan, yang menjadi fokus Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
- Merumuskan minimal tiga contoh perilaku penerapan Pancasila. - Menjelaskan alasan di balik setiap contoh perilaku. - Membahas keterkaitan antara nilai Pancasila dan isu ketahanan pangan lokal. |
20 menit | Daftar rumusan contoh perilaku penerapan Pancasila beserta alasannya. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna |
- Memfasilitasi sesi tanya jawab singkat untuk refleksi. - Memberikan umpan balik awal terhadap pemahaman peserta didik. |
- Menyampaikan kesulitan atau hal yang masih membingungkan. - Berbagi pemahaman baru yang diperoleh. - Memberikan apresiasi kepada teman sekelompok. |
5 menit | Catatan guru mengenai pertanyaan atau pernyataan reflektif peserta didik. |
| PENUTUP | Bermakna, Menggembirakan |
- Memberikan simpulan singkat mengenai materi yang telah dipelajari. - Memberikan umpan balik konstruktif secara umum. - Memberikan motivasi untuk pertemuan selanjutnya. - Menyampaikan informasi singkat mengenai kegiatan pada pertemuan berikutnya. |
- Mendengarkan simpulan. - Menerima umpan balik dan motivasi. - Menyiapkan diri untuk pembelajaran selanjutnya. |
5 menit | Kehadiran dan kesiapan peserta didik untuk pertemuan berikutnya. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
Tujuan: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang nilai-nilai Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat. Bentuk/Instrumen: Kuesioner singkat (tertulis/digital). Teknik: Tes tertulis/digital. Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan mengenai pemahaman dasar Pancasila dan contoh perilakunya. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan minimal satu contoh relevan atau menunjukkan pemahaman dasar tentang beberapa sila Pancasila. Tindak Lanjut: Identifikasi peserta didik yang memerlukan penguatan konsep dasar (assessment for learning). |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
Tujuan: Mengukur pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran dan mengidentifikasi kesulitan. Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi, catatan hasil diskusi kelompok, tanya jawab. Teknik: Observasi, tes lisan. Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, kualitas argumen, kemampuan mengidentifikasi contoh perilaku, keaktifan bertanya. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi minimal dua contoh perilaku yang relevan, dan mengajukan pertanyaan klarifikasi. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik lisan dan bimbingan individual/kelompok (assessment as learning). |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Lembar kerja singkat (tertulis). Teknik: Tes tertulis. Bukti yang Dinilai: Kemampuan merumuskan minimal tiga contoh perilaku penerapan Pancasila dalam masyarakat dengan alasan yang tepat. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu merumuskan tiga contoh perilaku yang relevan dan memberikan alasan yang logis untuk masing-masing contoh. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik spesifik dan merencanakan remedial/pengayaan berdasarkan hasil asesmen (assessment of learning). |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal tiga contoh perilaku yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dengan memberikan alasan yang tepat.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi contoh perilaku penerapan nilai Pancasila dalam masyarakat. | Mampu menyebutkan 1 contoh perilaku yang sangat umum dan kurang relevan. | Mampu menyebutkan 2 contoh perilaku yang cukup relevan, namun perlu penjelasan lebih lanjut. | Mampu mengidentifikasi minimal 3 contoh perilaku yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 contoh perilaku yang relevan, inovatif, dan mencakup berbagai sila Pancasila. |
| Ketepatan pemberian alasan/justifikasi penerapan nilai Pancasila. | Alasan yang diberikan sangat umum atau tidak sesuai dengan contoh perilaku. | Alasan yang diberikan sebagian relevan, namun belum sepenuhnya kuat atau konsisten. | Mampu memberikan alasan yang logis dan tepat untuk setiap contoh perilaku yang disebutkan. | Mampu memberikan alasan yang mendalam, kritis, dan menghubungkan contoh perilaku dengan konteks sosial yang lebih luas. |
| Keterlibatan dalam diskusi kelompok dan penyampaian ide. | Cenderung diam atau hanya mengikuti pendapat teman. | Mulai berpartisipasi aktif dalam diskusi, namun masih ragu menyampaikan ide. | Aktif berdiskusi, menyampaikan ide dengan jelas, dan mendengarkan pendapat teman. | Menjadi motor penggerak diskusi, memberikan kontribusi ide yang berarti, dan memfasilitasi partisipasi teman. |
| Pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila. | Kesulitan menjelaskan makna dasar dari beberapa sila Pancasila. | Mampu menjelaskan makna dasar beberapa sila Pancasila, namun belum mendalam. | Mampu menjelaskan makna dasar sebagian besar sila Pancasila dengan cukup baik. | Mampu menjelaskan makna mendalam dari seluruh sila Pancasila dan keterkaitannya. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |