← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran - Kimia XII - 2026/2027

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah deskripsi pencapaian kompetensi yang ditargetkan pada suatu tujuan pembelajaran yang dinyatakan secara terukur, operasional, dan kontekstual. KKTP berfungsi sebagai tolok ukur bagi guru dan peserta didik untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran telah tercapai.

Prinsip Penetapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Valid: Kriteria yang ditetapkan harus relevan dan mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Terukur: Kriteria harus dapat diukur melalui berbagai teknik asesmen yang objektif.
  • Adil: Kriteria harus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran, dengan mempertimbangkan keragaman kemampuan mereka.
  • Kontekstual: Kriteria harus disesuaikan dengan konteks sekolah, lingkungan belajar, dan karakteristik peserta didik.
  • Transparan: Kriteria harus dikomunikasikan dengan jelas kepada peserta didik dan orang tua/wali.
  • Dapat Digunakan untuk Umpan Balik: Kriteria harus memberikan informasi yang jelas untuk umpan balik yang konstruktif bagi peserta didik.

Tabel Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Kode TP Elemen CP Tujuan Pembelajaran Indikator/Kriteria Ketercapaian Bukti/Teknik Asesmen Tingkat Pencapaian Peserta Didik Tindak Lanjut
Baru Memulai Berkembang Cakap (Minimum) Mahir
TP.1 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat menguasai konsep sifat koligatif larutan Mampu menguraikan konsep sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotik) dengan benar. Tes tertulis (soal uraian), Penugasan (laporan hasil diskusi/riset sederhana). Belum mampu menguraikan konsep sifat koligatif larutan atau hanya mampu menguraikan sebagian kecil konsep dengan banyak kekeliruan. Mampu menguraikan sebagian besar konsep sifat koligatif larutan dengan beberapa kekeliruan yang dapat diperbaiki. Mampu menguraikan konsep sifat koligatif larutan secara lengkap dan benar, serta mampu memberikan contoh sederhana. Mampu menguraikan konsep sifat koligatif larutan secara mendalam, menghubungkannya dengan fenomena lain, dan memprediksi dampaknya. Remedial: Pembelajaran ulang materi sifat koligatif larutan dengan metode yang berbeda. Pengayaan: Latihan soal-soal aplikasi sifat koligatif larutan yang lebih kompleks.
TP.2 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat menguasai penerapan konsep sifat koligatif larutan dalam keseharian dan analisis kimia Mampu menjelaskan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, pembuatan es krim, antibeku) dan analisis kimia (misalnya, penentuan massa molar) dengan tepat. Presentasi hasil proyek mini, Diskusi kelompok, Tes tertulis (soal aplikasi). Belum mampu menjelaskan penerapan sifat koligatif larutan atau penjelasannya sangat umum dan tidak spesifik. Mampu menjelaskan beberapa penerapan sifat koligatif larutan dengan contoh yang kurang relevan atau kurang rinci. Mampu menjelaskan penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari dan analisis kimia dengan contoh yang relevan dan cukup rinci. Mampu menganalisis secara kritis berbagai penerapan sifat koligatif larutan, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, serta mengusulkan inovasi. Remedial: Studi kasus penerapan sifat koligatif larutan. Pengayaan: Merancang simulasi atau model sederhana penerapan sifat koligatif larutan.
TP.3 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat menguasai konsep redoks, sifat elektrolit dan non elektrolit dan elektrokimia Mampu menjelaskan konsep reaksi redoks (oksidasi, reduksi, bilangan oksidasi) dan membedakan larutan elektrolit kuat, lemah, dan non-elektrolit, serta dasar-dasar elektrokimia (sel volta, sel elektrolisis). Tes tertulis (penerapan konsep), Simulasi virtual, Penugasan identifikasi. Kesulitan dalam menjelaskan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia, atau hanya mampu menjelaskan sebagian kecil dengan banyak kesalahan. Mampu menjelaskan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia secara umum dengan beberapa kekeliruan. Mampu menjelaskan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia dengan benar, serta memberikan contoh yang tepat. Mampu menganalisis reaksi redoks yang kompleks, memprediksi produk elektrolisis, dan menjelaskan prinsip kerja sel elektrokimia secara mendalam. Remedial: Latihan soal-soal identifikasi reaksi redoks dan jenis larutan elektrolit. Pengayaan: Menganalisis diagram sel elektrokimia.
TP.4 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat menguasai penerapan konsep redoks, sifat elektrolit dan non elektrolit dan elektrokimia dalam industri dan keseharian Mampu mengaitkan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia dengan penerapannya dalam industri (misalnya, penyepuhan, produksi logam) dan kehidupan sehari-hari (misalnya, baterai, korosi). Studi kasus, Diskusi panel, Laporan penelitian sederhana. Belum mampu mengaitkan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia dengan penerapannya, atau hanya memberikan contoh yang sangat umum. Mampu mengaitkan beberapa konsep dengan penerapannya, namun penjelasan kurang rinci atau kurang akurat. Mampu menjelaskan keterkaitan konsep redoks, elektrolit, dan elektrokimia dengan penerapannya dalam industri dan keseharian dengan contoh yang relevan dan jelas. Mampu mengevaluasi efektivitas dan dampak lingkungan dari berbagai penerapan elektrokimia, serta mengusulkan solusi alternatif. Remedial: Mengidentifikasi penerapan elektrokimia di sekitar lingkungan sekolah/rumah. Pengayaan: Merancang proposal proyek sederhana terkait penerapan elektrokimia yang berkelanjutan.
TP.5 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat memahami struktur, tata nama, sifat, sintesis dan kegunaan senyawa karbon Mampu menjelaskan struktur dasar, tata nama, sifat fisik dan kimia, serta kegunaan senyawa karbon sederhana (alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter, aldehida, keton, asam karboksilat, ester). Tes tertulis (soal identifikasi dan struktur), Tugas menggambar struktur, Proyek sederhana (misalnya, membuat model molekul). Kesulitan dalam memahami struktur dan tata nama senyawa karbon, serta hanya mampu menyebutkan beberapa kegunaan secara umum. Mampu mengidentifikasi sebagian struktur dan tata nama senyawa karbon, serta menyebutkan beberapa kegunaan dengan kurang tepat. Mampu menjelaskan struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan senyawa karbon sederhana secara benar dan cukup rinci. Mampu menganalisis hubungan antara struktur senyawa karbon dengan sifat dan reaktivitasnya, serta memprediksi produk reaksi. Remedial: Latihan menggambar struktur dan menentukan tata nama senyawa karbon. Pengayaan: Mempelajari isomer senyawa karbon dan reaksinya.
TP.6 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat memahami struktur, tata nama sifat, serta kegunaan benzena dan turunannya Mampu menjelaskan struktur cincin benzena, tata nama turunan benzena (misalnya, toluena, fenol, anilin), sifat fisik dan kimianya, serta kegunaannya. Tes tertulis (soal struktur dan reaksi), Penugasan membuat peta konsep, Diskusi kelompok tentang kegunaan turunan benzena. Kesulitan dalam memahami struktur benzena dan turunannya, serta hanya mampu menyebutkan beberapa kegunaan secara umum. Mampu mengidentifikasi sebagian struktur benzena dan turunannya, serta menyebutkan beberapa kegunaan dengan kurang tepat. Mampu menjelaskan struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan benzena dan turunannya secara benar dan cukup rinci. Mampu menganalisis mekanisme reaksi substitusi elektrofilik pada benzena dan turunannya, serta mengaitkannya dengan sintesis senyawa organik yang lebih kompleks. Remedial: Latihan mengidentifikasi struktur dan tata nama turunan benzena. Pengayaan: Mempelajari reaksi-reaksi khas benzena dan turunannya.
TP.7 Pemahaman Kimia Peserta didik dapat memahami struktur, tata nama, sifat serta kegunaan makromolekul polimer, karbohidrat dan protein Mampu menjelaskan struktur dasar, jenis, sifat, dan kegunaan makromolekul seperti polimer (alami dan sintetik), karbohidrat, dan protein. Tes tertulis (soal klasifikasi dan fungsi), Tugas membuat rangkuman, Presentasi hasil riset tentang jenis-jenis makromolekul. Kesulitan dalam memahami struktur dan klasifikasi makromolekul, serta hanya mampu menyebutkan beberapa kegunaan secara umum. Mampu mengidentifikasi sebagian jenis makromolekul dan beberapa kegunaannya dengan kurang tepat. Mampu menjelaskan struktur dasar, jenis, sifat, dan kegunaan polimer, karbohidrat, dan protein secara benar dan cukup rinci. Mampu menganalisis hubungan antara struktur makromolekul dengan fungsinya dalam sistem biologis dan teknologi, serta memprediksi dampak modifikasi strukturnya. Remedial: Latihan mengklasifikasikan makromolekul dan mengidentifikasi fungsinya. Pengayaan: Mempelajari biokimia makromolekul secara lebih mendalam.

Prosedur Pengolahan Bukti dan Tindak Lanjut

  1. Pengumpulan Bukti: Guru mengumpulkan semua bukti hasil belajar peserta didik dari berbagai teknik asesmen yang telah direncanakan (tes tertulis, penugasan, presentasi, proyek, observasi, dll.).
  2. Analisis dan Penilaian: Guru menganalisis setiap bukti belajar berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam KKTP. Setiap peserta didik dinilai pencapaiannya pada setiap tingkatan (Baru Memulai, Berkembang, Cakap, Mahir).
  3. Penetapan Tingkat Pencapaian: Berdasarkan analisis bukti, guru menetapkan tingkat pencapaian setiap peserta didik untuk setiap Tujuan Pembelajaran. Tingkat "Cakap" menjadi batas minimum ketercapaian esensial.
  4. Identifikasi Kebutuhan Peserta Didik: Guru mengidentifikasi peserta didik yang belum mencapai tingkat "Cakap" (membutuhkan remedial) dan peserta didik yang telah melampaui tingkat "Mahir" (membutuhkan pengayaan).
  5. Pelaksanaan Tindak Lanjut:
    • Remedial: Peserta didik yang belum mencapai KKM diberikan pembelajaran ulang dengan metode yang berbeda, tugas tambahan yang lebih terfokus, atau bimbingan individual. Penilaian ulang dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman.
    • Pengayaan: Peserta didik yang telah mencapai tingkat "Mahir" diberikan materi pengayaan berupa soal-soal yang lebih menantang, proyek penelitian lanjutan, atau studi kasus yang lebih kompleks untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkannya.
  6. Pelaporan Hasil: Hasil pencapaian peserta didik dilaporkan kepada orang tua/wali dalam bentuk rapor atau laporan perkembangan belajar. Laporan ini memuat informasi mengenai tingkat pencapaian pada setiap Tujuan Pembelajaran dan tindak lanjut yang telah diberikan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.