KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
A. Pengantar
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah standar keberhasilan yang harus dicapai oleh peserta didik dalam menguasai setiap tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). KKTP berfungsi sebagai tolok ukur untuk menilai sejauh mana peserta didik telah memahami dan mampu menerapkan konsep serta keterampilan yang diajarkan, sekaligus menjadi dasar untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan merencanakan tindak lanjut pembelajaran.
B. Prinsip Penetapan KKTP
Penetapan KKTP didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:
- Valid: Mencerminkan kompetensi yang sesungguhnya sesuai dengan tujuan pembelajaran dan Capaian Pembelajaran.
- Terukur: Dapat diukur melalui berbagai bentuk asesmen, baik formatif maupun sumatif.
- Adil: Diberikan secara objektif kepada seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang.
- Kontekstual: Relevan dengan kondisi dan karakteristik peserta didik serta lingkungan belajar.
- Transparan: Dikomunikasikan secara jelas kepada peserta didik dan orang tua/wali sejak awal proses pembelajaran.
- Dapat Digunakan untuk Umpan Balik: Memberikan informasi yang jelas mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan oleh peserta didik.
C. Tabel Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
| Kode TP | Elemen CP | Tujuan Pembelajaran | Indikator/Kriteria Ketercapaian | Bukti atau Teknik Asesmen | Tingkat Pencapaian | Tindak Lanjut | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir | ||||||
| TP.1 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali model atom Bohr dan model atom mekanika kuantum berdasarkan konsep dasar. | Mampu menyebutkan ciri-ciri utama model atom Bohr dan mekanika kuantum. | Tes tertulis (soal pilihan ganda/uraian singkat), Diskusi kelas. | Belum mampu menyebutkan ciri-ciri model atom Bohr dan mekanika kuantum. | Mampu menyebutkan 1-2 ciri utama model atom Bohr atau mekanika kuantum. | Mampu menyebutkan 3-4 ciri utama model atom Bohr dan mekanika kuantum dengan benar. | Mampu menjelaskan perbedaan mendasar dan keterkaitan antara model atom Bohr dan mekanika kuantum secara komprehensif. | Remedial: Penjelasan ulang konsep model atom, Latihan soal identifikasi. Pengayaan: Mencari informasi tambahan tentang perkembangan model atom. |
| TP.2 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan keberadaan elektron pada kulit atom (K, L, M, dan N) berdasarkan model atom Bohr. | Mampu mengidentifikasi jumlah maksimum elektron pada kulit K, L, M, dan N. | Tes tertulis (soal isian singkat), Latihan soal. | Kesulitan mengidentifikasi jumlah maksimum elektron pada kulit atom. | Mampu mengidentifikasi jumlah maksimum elektron pada 1-2 kulit atom. | Mampu mengidentifikasi jumlah maksimum elektron pada kulit K, L, M, dan N dengan benar. | Mampu menjelaskan keterbatasan model atom Bohr terkait penentuan elektron pada kulit atom. | Remedial: Latihan soal penentuan elektron per kulit, Simulasi visual. Pengayaan: Membandingkan model Bohr dengan model kuantum terkait distribusi elektron. |
| TP.3 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan orbital s, p, d, dan f serta bilangan kuantum (n, l, m, dan s) dengan memahami keterkaitan antarkonsep. | Mampu mendeskripsikan bentuk orbital s, p, d, f dan makna dari setiap bilangan kuantum. | Tes tertulis (pencocokan, uraian), Presentasi singkat. | Belum mampu mendeskripsikan bentuk orbital atau makna bilangan kuantum. | Mampu mendeskripsikan bentuk 1-2 jenis orbital atau makna 1-2 bilangan kuantum. | Mampu mendeskripsikan bentuk orbital s, p, d, f dan menjelaskan makna bilangan kuantum n, l, m, s dengan tepat. | Mampu menjelaskan hubungan antara bilangan kuantum dengan penentuan posisi dan energi elektron dalam atom. | Remedial: Penjelasan ulang konsep orbital dan bilangan kuantum, Latihan soal. Pengayaan: Mencari contoh penerapan konsep orbital dalam kimia. |
| TP.4 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara konfigurasi elektron, letak unsur dalam tabel periodik, serta kecenderungan periodik (jari-jari atom dan elektronegativitas). | Mampu menentukan letak unsur (periode dan golongan) berdasarkan konfigurasi elektron dan memprediksi tren jari-jari atom serta elektronegativitas. | Tes tertulis (analisis data tabel periodik), Latihan soal. | Kesulitan menentukan letak unsur atau memprediksi tren sifat periodik. | Mampu menentukan letak unsur atau memprediksi tren 1 sifat periodik. | Mampu menentukan letak unsur dan memprediksi tren jari-jari atom serta elektronegativitas dengan benar. | Mampu menjelaskan alasan di balik tren jari-jari atom dan elektronegativitas berdasarkan konfigurasi elektron. | Remedial: Latihan menentukan konfigurasi elektron dan letak unsur, Diskusi tren sifat periodik. Pengayaan: Membandingkan tren sifat periodik lainnya (afinitas elektron, energi ionisasi). |
| TP.5 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan pola pengelompokan unsur dalam tabel periodik serta hubungannya dengan sifat fisik dan kimia unsur (reaktivitas dan kelistrikan) berdasarkan penalaran. | Mampu mengaitkan posisi unsur dalam golongan utama dengan reaktivitas dan sifat kelistrikannya. | Diskusi kelompok, Studi kasus, Tes tertulis. | Belum mampu mengaitkan posisi unsur dengan reaktivitas atau kelistrikan. | Mampu mengaitkan posisi unsur dengan reaktivitas atau kelistrikan untuk 1-2 golongan. | Mampu mengaitkan posisi unsur dalam golongan utama dengan reaktivitas dan sifat kelistrikannya secara umum. | Mampu menjelaskan secara rinci hubungan antara struktur elektron valensi, posisi dalam tabel periodik, dan sifat fisik-kimia unsur. | Remedial: Pemetaan unsur berdasarkan golongan dan sifat, Diskusi contoh unsur. Pengayaan: Menyelidiki unsur-unsur transisi dan sifatnya. |
| TP.6 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali bahwa atom dapat berikatan membentuk senyawa dan bahwa ikatan kimia serta gaya antarmolekul memengaruhi sifat zat. | Mampu menyatakan bahwa pembentukan senyawa melibatkan ikatan antar atom dan menyebutkan bahwa ikatan serta gaya antarmolekul mempengaruhi sifat zat. | Tanya jawab, Diskusi singkat. | Belum memahami konsep dasar ikatan kimia. | Memahami bahwa atom berikatan tetapi belum dapat menyebutkan pengaruhnya terhadap sifat zat. | Menyatakan bahwa atom berikatan membentuk senyawa dan menyebutkan bahwa ikatan kimia serta gaya antarmolekul mempengaruhi sifat zat. | Menjelaskan secara singkat mengapa ikatan dan gaya antarmolekul penting dalam menentukan sifat zat. | Remedial: Penjelasan konsep dasar ikatan kimia, Video animasi. Pengayaan: Mencari contoh senyawa dengan ikatan dan gaya antarmolekul yang berbeda. |
| TP.7 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan salah satu jenis ikatan kimia (ion, kovalen, atau logam) berdasarkan cara terbentuknya. | Mampu menjelaskan proses pembentukan salah satu jenis ikatan kimia (ion, kovalen, atau logam). | Tes tertulis (uraian singkat), Latihan soal. | Kesulitan menjelaskan cara terbentuknya salah satu jenis ikatan kimia. | Mampu menjelaskan cara terbentuknya 1 jenis ikatan kimia dengan beberapa ketidakakuratan. | Mampu menjelaskan cara terbentuknya ikatan ion, kovalen, atau logam dengan benar. | Mampu membandingkan cara terbentuknya ketiga jenis ikatan kimia tersebut. | Remedial: Penjelasan ulang cara terbentuknya ikatan, Latihan soal identifikasi. Pengayaan: Mempelajari jenis ikatan lain seperti ikatan kovalen koordinasi. |
| TP.8 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan berbagai jenis ikatan kimia, struktur Lewis, dan polaritas ikatan dengan memahami keterkaitan konsep. | Mampu menggambar struktur Lewis, menentukan jenis ikatan, dan memprediksi polaritas ikatan untuk molekul sederhana. | Tes tertulis (menggambar, analisis), Latihan soal. | Kesulitan menggambar struktur Lewis atau menentukan polaritas ikatan. | Mampu menggambar struktur Lewis atau menentukan polaritas ikatan untuk 1-2 molekul sederhana. | Mampu menggambar struktur Lewis, menentukan jenis ikatan, dan memprediksi polaritas ikatan untuk molekul sederhana dengan benar. | Mampu menjelaskan dasar penentuan polaritas ikatan berdasarkan perbedaan keelektronegatifan. | Remedial: Latihan menggambar struktur Lewis, Penjelasan konsep polaritas. Pengayaan: Menganalisis polaritas pada molekul yang lebih kompleks. |
| TP.9 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara bentuk molekul (VSEPR), hibridisasi orbital, dan gaya antarmolekul dalam contoh kehidupan sehari-hari. | Mampu memprediksi bentuk molekul sederhana berdasarkan teori VSEPR dan mengaitkannya dengan jenis hibridisasi serta gaya antarmolekul. | Tes tertulis (prediksi bentuk molekul), Studi kasus. | Kesulitan memprediksi bentuk molekul atau mengaitkannya dengan hibridisasi/gaya antarmolekul. | Mampu memprediksi bentuk molekul atau mengaitkannya dengan hibridisasi/gaya antarmolekul untuk 1-2 contoh. | Mampu memprediksi bentuk molekul sederhana berdasarkan teori VSEPR, menentukan hibridisasi orbital, dan mengidentifikasi gaya antarmolekul yang dominan. | Mampu menjelaskan hubungan antara bentuk molekul, polaritas molekul, dan gaya antarmolekul. | Remedial: Latihan prediksi bentuk molekul VSEPR, Penjelasan konsep hibridisasi dan gaya antarmolekul. Pengayaan: Menganalisis bentuk molekul poliatomik. |
| TP.10 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan pengaruh ikatan kimia dan gaya antarmolekul terhadap sifat fisik zat (titik leleh, titik didih, kelarutan, dan wujud zat) berdasarkan penalaran. | Mampu menjelaskan bagaimana kekuatan ikatan kimia dan gaya antarmolekul memengaruhi titik leleh, titik didih, kelarutan, dan wujud zat. | Diskusi kelompok, Latihan soal analisis sifat zat. | Belum mampu menjelaskan pengaruh ikatan/gaya antarmolekul terhadap sifat fisik zat. | Mampu menjelaskan pengaruh ikatan/gaya antarmolekul terhadap 1-2 sifat fisik zat. | Mampu menjelaskan pengaruh ikatan kimia dan gaya antarmolekul terhadap titik leleh, titik didih, kelarutan, dan wujud zat secara umum. | Mampu memberikan contoh spesifik zat dan menjelaskan sifat fisiknya berdasarkan analisis ikatan dan gaya antarmolekulnya. | Remedial: Diskusi contoh zat dengan sifat berbeda, Latihan soal perbandingan sifat. Pengayaan: Menyelidiki sifat fisik zat-zat unik (misal: air, alkohol). |
| TP.11 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali bahwa reaksi kimia melibatkan perubahan energi serta hubungan antara sistem dan lingkungan. | Mampu mendefinisikan sistem dan lingkungan dalam konteks reaksi kimia serta menyatakan bahwa reaksi kimia disertai perubahan energi. | Tanya jawab, Diskusi kelas. | Belum memahami konsep sistem, lingkungan, atau perubahan energi. | Memahami salah satu konsep (sistem/lingkungan/perubahan energi) tetapi belum terintegrasi. | Mampu mendefinisikan sistem dan lingkungan serta menyatakan bahwa reaksi kimia melibatkan perubahan energi. | Mampu memberikan contoh nyata perubahan energi dalam reaksi kimia sehari-hari. | Remedial: Penjelasan ulang konsep dasar termokimia, Penggunaan analogi. Pengayaan: Mencari contoh reaksi kimia dengan perubahan energi yang signifikan. |
| TP.12 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan sistem terbuka, tertutup, dan terisolasi. | Mampu membedakan ciri-ciri sistem terbuka, tertutup, dan terisolasi serta memberikan contoh masing-masing. | Tes tertulis (pilihan ganda/uraian), Diskusi kelompok. | Kesulitan membedakan ketiga jenis sistem. | Mampu membedakan 1-2 jenis sistem atau memberikan contoh yang kurang tepat. | Mampu membedakan sistem terbuka, tertutup, dan terisolasi serta memberikan contoh yang tepat untuk masing-masing. | Mampu menjelaskan mengapa klasifikasi sistem ini penting dalam studi termokimia. | Remedial: Latihan identifikasi jenis sistem, Penggunaan gambar/simulasi. Pengayaan: Membahas aplikasi sistem tertutup dan terisolasi dalam teknologi. |
| TP.13 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan proses dan reaksi eksoterm endoterm serta persamaan termokimia melalui percobaan dan literasi. | Mampu mengidentifikasi reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan perubahan suhu atau entalpi serta menuliskan persamaan termokimia sederhana. | Percobaan sederhana (misal: pelarutan NaOH/NH4Cl), Tes tertulis. | Kesulitan mengidentifikasi reaksi eksoterm/endoterm atau menuliskan persamaan termokimia. | Mampu mengidentifikasi 1 jenis reaksi (eksoterm/endoterm) atau menuliskan persamaan termokimia dengan kesalahan. | Mampu mengidentifikasi reaksi eksoterm dan endoterm serta menuliskan persamaan termokimianya dengan benar. | Mampu menjelaskan hubungan antara tanda perubahan entalpi dengan serapan/pelepasan energi pada reaksi. | Remedial: Latihan identifikasi reaksi, Penjelasan persamaan termokimia. Pengayaan: Membandingkan entalpi pembentukan dan penguraian. |
| TP.14 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara perubahan entalpi reaksi, jenis perubahan entalpi standar, dan data kalorimeter. | Mampu menghitung perubahan entalpi reaksi berdasarkan data kalorimeter atau data entalpi pembentukan standar. | Latihan soal perhitungan kalorimeter, Tes tertulis. | Kesulitan melakukan perhitungan kalorimeter atau menggunakan data entalpi pembentukan. | Mampu melakukan perhitungan kalorimeter atau menggunakan data entalpi pembentukan untuk 1 jenis perhitungan. | Mampu menganalisis hubungan antara data kalorimeter dan data entalpi pembentukan standar untuk menghitung perubahan entalpi reaksi. | Mampu menjelaskan sumber kesalahan dalam pengukuran kalorimetri. | Remedial: Latihan soal perhitungan kalorimeter, Penjelasan konsep entalpi standar. Pengayaan: Menghitung perubahan entalpi untuk reaksi yang lebih kompleks. |
| TP.15 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan perubahan entalpi reaksi kimia menggunakan kalorimeter dan hukum Hess berdasarkan penalaran. | Mampu menerapkan hukum Hess untuk menghitung perubahan entalpi reaksi yang tidak dapat diukur langsung. | Latihan soal hukum Hess, Studi kasus. | Kesulitan menerapkan hukum Hess untuk menghitung perubahan entalpi. | Mampu menerapkan hukum Hess untuk menghitung perubahan entalpi pada 1-2 kasus sederhana. | Mampu menerapkan hukum Hess untuk menghitung perubahan entalpi reaksi dengan tepat. | Mampu menjelaskan dasar pemikiran di balik hukum Hess. | Remedial: Latihan soal hukum Hess bertahap, Penjelasan visual penerapan hukum Hess. Pengayaan: Membahas aplikasi hukum Hess dalam termokimia organik. |
| TP.16 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali laju reaksi sebagai perubahan konsentrasi reaktan atau produk terhadap waktu serta bahwa laju reaksi dapat diukur. | Mampu mendefinisikan laju reaksi dan menyatakan bahwa laju reaksi dapat diukur. | Tanya jawab, Diskusi singkat. | Belum memahami konsep laju reaksi. | Memahami bahwa reaksi berlangsung dalam waktu tertentu tetapi belum bisa mendefinisikan laju reaksi. | Mampu mendefinisikan laju reaksi sebagai perubahan konsentrasi per waktu dan menyatakan bahwa laju reaksi dapat diukur. | Mampu memberikan contoh fenomena yang menunjukkan perbedaan laju reaksi. | Remedial: Penjelasan konsep dasar laju reaksi, Penggunaan analogi kecepatan. Pengayaan: Mencari metode pengukuran laju reaksi dalam industri. |
| TP.17 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi (konsentrasi, suhu, luas permukaan, tekanan, atau katalis). | Mampu menjelaskan bagaimana salah satu faktor (konsentrasi, suhu, luas permukaan, tekanan, atau katalis) memengaruhi laju reaksi. | Percobaan sederhana (misal: reaksi CaCO3 dengan HCl dengan variasi ukuran), Tes tertulis. | Kesulitan menjelaskan pengaruh salah satu faktor terhadap laju reaksi. | Mampu menjelaskan pengaruh 1 faktor terhadap laju reaksi dengan beberapa ketidakakuratan. | Mampu menjelaskan pengaruh konsentrasi, suhu, luas permukaan, tekanan, atau katalis terhadap laju reaksi dengan benar. | Mampu membandingkan pengaruh beberapa faktor terhadap laju reaksi. | Remedial: Latihan identifikasi faktor, Penjelasan pengaruh masing-masing faktor. Pengayaan: Menyelidiki efek katalis pada reaksi tertentu. |
| TP.18 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan berbagai faktor laju reaksi, teori tumbukan, dan energi aktivasi dengan memahami keterkaitan konsep. | Mampu menjelaskan teori tumbukan dan peran energi aktivasi dalam laju reaksi. | Presentasi singkat, Diskusi kelas. | Belum memahami teori tumbukan atau energi aktivasi. | Memahami salah satu konsep (teori tumbukan/energi aktivasi) tetapi belum terhubung. | Mampu menjelaskan teori tumbukan dan peran energi aktivasi dalam laju reaksi. | Mampu mengaitkan teori tumbukan dan energi aktivasi dengan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi. | Remedial: Penjelasan teori tumbukan dan energi aktivasi, Penggunaan animasi. Pengayaan: Membahas diagram tingkat energi reaksi. |
| TP.19 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara faktor laju reaksi, teori tumbukan, dan hukum laju reaksi dalam menentukan orde dan konstanta laju berdasarkan data eksperimen. | Mampu menentukan orde reaksi dan konstanta laju berdasarkan data eksperimen laju reaksi. | Latihan soal penentuan orde dan konstanta laju, Tes tertulis. | Kesulitan menentukan orde reaksi atau konstanta laju dari data eksperimen. | Mampu menentukan orde reaksi atau konstanta laju untuk 1 kasus sederhana. | Mampu menentukan orde reaksi dan konstanta laju berdasarkan data eksperimen laju reaksi dengan benar. | Mampu menjelaskan makna orde reaksi terhadap masing-masing reaktan. | Remedial: Latihan soal penentuan orde dan konstanta laju, Penjelasan langkah-langkah analisis data. Pengayaan: Membahas faktor-faktor yang mempengaruhi konstanta laju. |
| TP.20 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri (misalnya proses Haber dan catalytic converter) berdasarkan penalaran. | Mampu memberikan contoh penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari atau industri. | Diskusi kelompok, Studi kasus, Presentasi. | Belum mampu memberikan contoh penerapan laju reaksi. | Memberikan 1 contoh penerapan laju reaksi yang kurang relevan atau kurang jelas. | Mampu memberikan contoh penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri (misal: proses Haber, catalytic converter). | Mampu menjelaskan secara rinci bagaimana konsep laju reaksi diterapkan dalam contoh yang diberikan. | Remedial: Diskusi contoh penerapan, Pencarian informasi tambahan. Pengayaan: Menyelidiki penerapan laju reaksi dalam bidang biologi atau kedokteran. |
| TP.21 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali bahwa reaksi kimia dapat bersifat reversibel dan mencapai keadaan setimbang. | Mampu mendefinisikan reaksi reversibel dan menyatakan bahwa reaksi dapat mencapai kesetimbangan. | Tanya jawab, Diskusi singkat. | Belum memahami konsep reaksi reversibel atau kesetimbangan. | Memahami bahwa reaksi dapat berjalan dua arah tetapi belum bisa mendefinisikan kesetimbangan. | Mampu mendefinisikan reaksi reversibel dan menyatakan bahwa reaksi dapat mencapai keadaan setimbang. | Mampu memberikan contoh reaksi reversibel dalam kehidupan sehari-hari. | Remedial: Penjelasan konsep reaksi reversibel, Penggunaan simbol panah bolak-balik. Pengayaan: Mencari contoh reaksi kesetimbangan dalam sistem biologis. |
| TP.22 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan pengertian kesetimbangan dinamis ketika laju reaksi maju dan balik sama. | Mampu menjelaskan bahwa kesetimbangan bersifat dinamis karena laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik. | Diskusi kelas, Presentasi konsep. | Belum memahami konsep kesetimbangan dinamis. | Memahami bahwa laju reaksi maju dan balik ada tetapi belum tentu sama. | Mampu menjelaskan bahwa kesetimbangan bersifat dinamis karena laju reaksi maju dan balik sama. | Mampu menjelaskan mengapa konsentrasi reaktan dan produk tetap konstan pada kesetimbangan dinamis. | Remedial: Penjelasan konsep kesetimbangan dinamis, Penggunaan grafik laju reaksi. Pengayaan: Membahas perbedaan kesetimbangan homogen dan heterogen. |
| TP.23 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) serta hasil bagi reaksi (Q) dengan memahami keterkaitan konsep. | Mampu menuliskan rumus Kc dan Kp serta menghitung nilai Kc atau Kp dari konsentrasi/tekanan saat setimbang. | Latihan soal penulisan rumus Kc/Kp, Tes tertulis. | Kesulitan menuliskan rumus Kc/Kp atau menghitung nilainya. | Mampu menuliskan rumus Kc/Kp atau menghitung nilainya untuk 1 kasus sederhana. | Mampu menuliskan rumus Kc dan Kp serta menghitung nilai Kc atau Kp dari konsentrasi/tekanan saat setimbang. | Mampu menjelaskan hubungan antara Kc dan Kp. | Remedial: Latihan penulisan rumus dan perhitungan Kc/Kp, Penjelasan konsep hasil bagi reaksi. Pengayaan: Menghitung nilai Kc/Kp dari data awal reaksi. |
| TP.24 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara nilai K dan Q serta perubahan konsentrasi, suhu, tekanan, atau volume untuk memprediksi pergeseran kesetimbangan berdasarkan prinsip Le Chatelier. | Mampu memprediksi arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan perbandingan nilai K dan Q serta perubahan kondisi reaksi. | Latihan soal prediksi pergeseran kesetimbangan, Tes tertulis. | Kesulitan memprediksi pergeseran kesetimbangan berdasarkan K/Q atau perubahan kondisi. | Mampu memprediksi pergeseran kesetimbangan untuk 1 jenis perubahan kondisi atau perbandingan K/Q. | Mampu memprediksi arah pergeseran kesetimbangan berdasarkan perbandingan nilai K dan Q serta perubahan konsentrasi, suhu, tekanan, atau volume. | Mampu menjelaskan secara rinci bagaimana setiap perubahan kondisi memengaruhi posisi kesetimbangan. | Remedial: Latihan soal prediksi pergeseran, Penjelasan prinsip Le Chatelier. Pengayaan: Menganalisis pengaruh perubahan kondisi pada kesetimbangan heterogen. |
| TP.25 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan kesetimbangan kimia dalam proses Haber dan proses kontak, serta analisis sederhana kesetimbangan asam basa (Kw dan pH) berdasarkan penalaran. | Mampu memberikan contoh penerapan kesetimbangan kimia dalam industri (misal: proses Haber) dan menjelaskan konsep dasar pH. | Diskusi kelompok, Studi kasus, Latihan soal pH sederhana. | Belum mampu memberikan contoh penerapan industri atau menjelaskan konsep pH. | Memberikan 1 contoh penerapan industri atau menjelaskan konsep pH dengan kurang jelas. | Mampu memberikan contoh penerapan kesetimbangan kimia dalam proses Haber dan menjelaskan konsep dasar pH (Kw). | Mampu menjelaskan bagaimana prinsip kesetimbangan diterapkan dalam proses industri tersebut. | Remedial: Diskusi contoh penerapan industri, Penjelasan konsep pH. Pengayaan: Menyelidiki penerapan kesetimbangan dalam proses industri lain. |
| TP.26 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali konsep asam dan basa serta perbedaan sifat dan tingkat keasamannya. | Mampu mendefinisikan asam dan basa serta menyebutkan sifat-sifat umumnya. | Tanya jawab, Diskusi kelas. | Belum memahami konsep asam dan basa. | Memahami salah satu konsep (asam/basa) tetapi belum bisa membedakan sifatnya. | Mampu mendefinisikan asam dan basa serta menyebutkan perbedaan sifat dan tingkat keasamannya secara umum. | Mampu memberikan contoh asam dan basa kuat serta lemah dalam kehidupan sehari-hari. | Remedial: Penjelasan konsep asam dan basa, Penggunaan tabel sifat. Pengayaan: Mencari informasi tentang indikator asam basa alami. |
| TP.27 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan salah satu teori asam basa (Arrhenius, Bronsted-Lowry, atau Lewis). | Mampu menjelaskan salah satu teori asam basa (Arrhenius, Bronsted-Lowry, atau Lewis) dengan benar. | Tes tertulis (uraian singkat), Presentasi konsep. | Kesulitan menjelaskan salah satu teori asam basa. | Mampu menjelaskan salah satu teori asam basa dengan beberapa ketidakakuratan. | Mampu menjelaskan teori asam basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, atau Lewis dengan benar. | Mampu membandingkan kelebihan dan kekurangan ketiga teori asam basa. | Remedial: Penjelasan ulang teori asam basa, Latihan soal aplikasi teori. Pengayaan: Membahas reaksi asam-basa Lewis. |
| TP.28 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan sifat asam basa larutan menggunakan indikator, kesetimbangan ion, dan cara menentukan pH dengan memahami keterkaitan konsep. | Mampu menentukan pH larutan asam/basa menggunakan indikator atau rumus pH sederhana. | Percobaan titrasi sederhana (jika memungkinkan), Latihan soal pH, Tes tertulis. | Kesulitan menentukan pH larutan atau menggunakan indikator. | Mampu menentukan pH larutan untuk 1 jenis larutan (asam/basa) atau menggunakan indikator dengan kurang tepat. | Mampu menentukan pH larutan asam dan basa menggunakan indikator, kesetimbangan ion, dan rumus pH sederhana. | Mampu menjelaskan hubungan antara kekuatan asam/basa dengan nilai pH-nya. | Remedial: Latihan perhitungan pH, Penjelasan penggunaan indikator. Pengayaan: Menyelidiki penggunaan pH meter. |
| TP.29 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara reaksi penetralan (titrasi asam basa), hidrolisis garam, dan sifat larutan garam. | Mampu menjelaskan konsep titrasi asam basa dan memprediksi sifat larutan garam hasil reaksi asam-basa. | Diskusi kelompok, Latihan soal titrasi, Studi kasus hidrolisis garam. | Kesulitan menjelaskan titrasi atau memprediksi sifat larutan garam. | Mampu menjelaskan titrasi atau memprediksi sifat larutan garam untuk 1 kasus sederhana. | Mampu menjelaskan konsep titrasi asam basa dan memprediksi sifat larutan garam hasil reaksi asam-basa. | Mampu menghitung konsentrasi titran atau titrat. | Remedial: Penjelasan konsep titrasi dan hidrolisis garam, Latihan soal. Pengayaan: Membahas titrasi poliprotik. |
| TP.30 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan karakteristik larutan penyangga (asam atau basa), pH larutan penyangga, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan penalaran. | Mampu menjelaskan karakteristik larutan penyangga dan menghitung pH larutan penyangga sederhana. | Latihan soal larutan penyangga, Diskusi kasus. | Kesulitan menjelaskan larutan penyangga atau menghitung pH-nya. | Mampu menjelaskan karakteristik larutan penyangga atau menghitung pH larutan penyangga sederhana. | Mampu menjelaskan karakteristik larutan penyangga (asam/basa), menghitung pH larutan penyangga, dan memberikan contoh penerapannya. | Mampu menjelaskan mekanisme kerja larutan penyangga dalam menjaga kestabilan pH. | Remedial: Penjelasan konsep larutan penyangga, Latihan soal. Pengayaan: Menyelidiki peran sistem penyangga dalam darah. |
| TP.31 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu mengenali konsep kelarutan serta bahwa setiap zat memiliki batas kelarutan dalam pelarut. | Mampu mendefinisikan kelarutan dan menyatakan bahwa setiap zat memiliki batas kelarutan. | Tanya jawab, Diskusi singkat. | Belum memahami konsep kelarutan. | Memahami bahwa zat dapat larut tetapi belum bisa mendefinisikan batas kelarutan. | Mampu mendefinisikan kelarutan dan menyatakan bahwa setiap zat memiliki batas kelarutan dalam pelarut. | Mampu memberikan contoh zat yang mudah larut dan sukar larut. | Remedial: Penjelasan konsep kelarutan, Penggunaan analogi "kapasitas". Pengayaan: Mencari informasi tentang faktor-faktor yang memengaruhi kelarutan. |
| TP.32 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan pengertian hasil kali kelarutan (Ksp) sebagai ukuran kemudahan zat untuk larut. | Mampu mendefinisikan hasil kali kelarutan (Ksp) dan menuliskan rumus Ksp untuk senyawa ionik sederhana. | Tes tertulis (pencocokan, uraian singkat), Latihan soal. | Kesulitan mendefinisikan Ksp atau menuliskan rumusnya. | Mampu mendefinisikan Ksp atau menuliskan rumus Ksp untuk 1-2 senyawa. | Mampu mendefinisikan hasil kali kelarutan (Ksp) dan menuliskan rumus Ksp untuk senyawa ionik sederhana. | Mampu menjelaskan hubungan antara Ksp dan kelarutan. | Remedial: Penjelasan konsep Ksp, Latihan penulisan rumus Ksp. Pengayaan: Membahas Ksp untuk senyawa dengan stoikiometri yang berbeda. |
| TP.33 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menjelaskan hubungan antara kelarutan, nilai Ksp, dan konsentrasi ion-ion penyusunnya dengan memahami keterkaitan konsep. | Mampu menghitung kelarutan suatu garam dari nilai Ksp-nya atau sebaliknya. | Latihan soal perhitungan Ksp dan kelarutan, Tes tertulis. | Kesulitan menghitung kelarutan dari Ksp atau sebaliknya. | Mampu menghitung kelarutan dari Ksp atau sebaliknya untuk 1 kasus sederhana. | Mampu menghitung kelarutan suatu garam dari nilai Ksp-nya atau sebaliknya dengan benar. | Mampu menjelaskan bagaimana nilai Ksp memengaruhi kemudahan suatu garam untuk larut. | Remedial: Latihan soal perhitungan Ksp dan kelarutan, Penjelasan langkah-langkah perhitungan. Pengayaan: Membahas penerapan Ksp dalam pengendapan. |
| TP.34 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara perhitungan kelarutan dan Ksp garam serta pengaruh ion senama terhadap kelarutan. | Mampu memprediksi pengaruh ion senama terhadap kelarutan garam dan melakukan perhitungan kelarutan dengan adanya ion senama. | Latihan soal ion senama, Diskusi kasus. | Kesulitan memprediksi pengaruh ion senama atau menghitung kelarutan dengan ion senama. | Mampu memprediksi pengaruh ion senama atau menghitung kelarutan dengan ion senama untuk 1 kasus sederhana. | Mampu memprediksi pengaruh ion senama terhadap kelarutan garam dan melakukan perhitungan kelarutan dengan adanya ion senama. | Mampu menjelaskan alasan mengapa ion senama menurunkan kelarutan. | Remedial: Penjelasan konsep ion senama, Latihan soal. Pengayaan: Membahas aplikasi ion senama dalam analisis kimia. |
| TP.35 | Pemahaman Kimia | Peserta didik mampu menyimpulkan pengaruh nilai Ksp dan ion senama terhadap kelarutan zat berdasarkan penalaran. | Mampu menyimpulkan hubungan antara nilai Ksp, keberadaan ion senama, dan kelarutan suatu garam. | Diskusi kelompok, Presentasi hasil analisis. | Belum mampu menyimpulkan hubungan Ksp, ion senama, dan kelarutan. | Mampu menyimpulkan sebagian dari hubungan tersebut. | Mampu menyimpulkan pengaruh nilai Ksp dan ion senama terhadap kelarutan zat secara keseluruhan. | Mampu memberikan contoh penerapan konsep Ksp dan ion senama dalam kehidupan sehari-hari atau industri. | Remedial: Diskusi rangkuman konsep, Latihan soal terintegrasi. Pengayaan: Mencari aplikasi praktis Ksp dan ion senama. |
D. Prosedur Pengolahan Bukti dan Tindak Lanjut
1. **Pengumpulan Bukti:** Bukti pencapaian peserta didik dikumpulkan melalui berbagai teknik asesmen yang tercantum dalam tabel KKTP (tes tertulis, lisan, penugasan, proyek, observasi, dll.) secara berkelanjutan (formatif) dan pada akhir unit pembelajaran (sumatif). 2. **Analisis Hasil Asesmen:** Guru menganalisis bukti-bukti yang diperoleh untuk menentukan tingkat pencapaian setiap peserta didik pada setiap TP, menggunakan rubrik atau kriteria yang telah ditetapkan dalam KKTP. 3. **Pelaporan Hasil:** Hasil pencapaian peserta didik dilaporkan kepada orang tua/wali secara berkala (misalnya per semester) dengan format yang jelas, mencakup tingkat pencapaian pada setiap TP dan rekomendasi tindak lanjut. 4. **Tindak Lanjut Pembelajaran:** * **Peserta Didik yang "Baru Memulai":** Diberikan pembelajaran remedial yang difokuskan pada konsep-konsep dasar yang belum dikuasai, dengan metode yang bervariasi (penjelasan ulang, latihan terbimbing, visualisasi). * **Peserta Didik yang "Berkembang":** Diberikan penguatan melalui latihan soal yang lebih bervariasi dan tugas yang menantang untuk mendorong kemajuan menuju tingkat "Cakap". * **Peserta Didik yang "Cakap":** Dianggap telah mencapai kriteria minimum yang diharapkan. Diberikan pengayaan dengan tugas-tugas yang lebih kompleks, studi kasus, atau proyek untuk mendalami materi dan mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. * **Peserta Didik yang "Mahir":** Diberikan tantangan lebih lanjut melalui proyek penelitian, eksplorasi topik lanjutan, atau menjadi tutor sebaya bagi teman yang membutuhkan.E. Asesmen Formatif dan Sumatif
- Asesmen Formatif: Dilakukan secara berkelanjutan selama proses pembelajaran untuk memantau kemajuan peserta didik, memberikan umpan balik, dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Bentuknya bisa berupa tanya jawab, kuis singkat, diskusi kelas, observasi partisipasi, atau tugas-tugas kecil.
- Asesmen Sumatif: Dilakukan pada akhir periode pembelajaran (misalnya akhir bab atau semester) untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan. Bentuknya bisa berupa tes tertulis (ulangan harian, PTS, PAS), proyek, atau presentasi.
Hasil asesmen sumatif digunakan untuk menentukan kelulusan dan pelaporan hasil belajar peserta didik, serta menjadi dasar untuk tindak lanjut remedial atau pengayaan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |