← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Alur Tujuan Pembelajaran

Alur Tujuan Pembelajaran - Kimia XI - 2026/2027

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN

Guru: Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

Mata Pelajaran: Kimia

Kelas/Fase: XI / Fase F

Tahun Pelajaran: 2026/2027

Alokasi JP per Minggu: 5 JP

Total JP Efektif (sesuai RPE): 215 JP


1. Rasional ATP

Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kimia Fase F ini didasarkan pada Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan, yang mencakup pemahaman mendalam tentang berbagai konsep kimia fundamental dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Fase F merupakan tahap akhir dari pembelajaran kimia di SMA, di mana peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk menganalisis fenomena kimia yang kompleks dan memecahkan masalah yang relevan. ATP ini dirancang secara sistematis untuk membangun pemahaman peserta didik dari konsep dasar hingga aplikasi yang lebih kompleks, dengan memperhatikan alur logis antar materi dan keterkaitan antar elemen CP. Keterampilan proses sains juga diintegrasikan dalam setiap tujuan pembelajaran untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis, ilmiah, dan kolaboratif.

2. Karakteristik Fase dan Mata Pelajaran

Fase F (Kelas XI) merupakan fase lanjutan di mana peserta didik diharapkan memiliki kemampuan berpikir abstrak dan analitis yang lebih matang. Mereka mampu menghubungkan konsep-konsep kimia yang tampaknya berbeda, memprediksi hasil berdasarkan prinsip-prinsip kimia, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks yang lebih luas, termasuk isu-isu lingkungan dan teknologi. Mata pelajaran Kimia di Fase F berfokus pada pendalaman materi-materi kunci seperti struktur atom dan sistem periodik, ikatan kimia, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, sifat larutan, elektrokimia, serta senyawa karbon dan makromolekul. Keterampilan proses sains, mulai dari mengamati hingga mengomunikasikan hasil, menjadi bagian integral dari proses pembelajaran untuk menumbuhkan scientific literacy dan scientific inquiry.


3. Tabel Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Kode TP Elemen CP Tujuan Pembelajaran Materi Esensial Bukti/Kriteria Ketercapaian Alokasi JP Semester Urutan
TP.1 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali model atom Bohr dan model atom mekanika kuantum berdasarkan konsep dasar. Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 1
TP.2 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan keberadaan elektron pada kulit atom (K, L, M, dan N) berdasarkan model atom Bohr. Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 2
TP.3 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan orbital s, p, d, dan f serta bilangan kuantum (n, l, m, dan s) dengan memahami keterkaitan antarkonsep. Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 3
TP.4 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara konfigurasi elektron, letak unsur dalam tabel periodik, serta kecenderungan periodik (jari-jari atom dan elektronegativitas). Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 4
TP.5 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan pola pengelompokan unsur dalam tabel periodik serta hubungannya dengan sifat fisik dan kimia unsur (reaktivitas dan kelistrikan) berdasarkan penalaran. Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 5
TP.6 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali bahwa atom dapat berikatan membentuk senyawa dan bahwa ikatan kimia serta gaya antarmolekul memengaruhi sifat zat. Ikatan Kimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan ikatan Kimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 6
TP.7 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan salah satu jenis ikatan kimia (ion, kovalen, atau logam) berdasarkan cara terbentuknya. Ikatan Kimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan ikatan Kimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 7
TP.8 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan berbagai jenis ikatan kimia, struktur Lewis, dan polaritas ikatan dengan memahami keterkaitan konsep. Ikatan Kimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan ikatan Kimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 8
TP.9 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara bentuk molekul (VSEPR), hibridisasi orbital, dan gaya antarmolekul dalam contoh kehidupan sehari-hari. Ikatan Kimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan ikatan Kimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 9
TP.10 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan pengaruh ikatan kimia dan gaya antarmolekul terhadap sifat fisik zat (titik leleh, titik didih, kelarutan, dan wujud zat) berdasarkan penalaran. Ikatan Kimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan ikatan Kimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 10
TP.11 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali bahwa reaksi kimia melibatkan perubahan energi serta hubungan antara sistem dan lingkungan. Termokimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan termokimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 1 11
TP.12 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan perbedaan sistem terbuka, tertutup, dan terisolasi. Termokimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan termokimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 12
TP.13 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan proses dan reaksi eksoterm endoterm serta persamaan termokimia melalui percobaan dan literasi. Termokimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan termokimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 13
TP.14 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara perubahan entalpi reaksi, jenis perubahan entalpi standar, dan data kalorimeter. Termokimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan termokimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 14
TP.15 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan perubahan entalpi reaksi kimia menggunakan kalorimeter dan hukum Hess berdasarkan penalaran. Termokimia Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan termokimia dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 15
TP.16 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali laju reaksi sebagai perubahan konsentrasi reaktan atau produk terhadap waktu serta bahwa laju reaksi dapat diukur. Laju Reaksi Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan laju Reaksi dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 16
TP.17 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan salah satu faktor yang memengaruhi laju reaksi (konsentrasi, suhu, luas permukaan, tekanan, atau katalis). Laju Reaksi Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan laju Reaksi dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 17
TP.18 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan berbagai faktor laju reaksi, teori tumbukan, dan energi aktivasi dengan memahami keterkaitan konsep. Laju Reaksi Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan laju Reaksi dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 18
TP.19 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara faktor laju reaksi, teori tumbukan, dan hukum laju reaksi dalam menentukan orde dan konstanta laju berdasarkan data eksperimen. Laju Reaksi Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan laju Reaksi dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 19
TP.20 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan konsep laju reaksi dalam kehidupan sehari-hari dan industri (misalnya proses Haber dan catalytic converter) berdasarkan penalaran. Laju Reaksi Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan laju Reaksi dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 1 20
TP.21 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali bahwa reaksi kimia dapat bersifat reversibel dan mencapai keadaan setimbang. Kesetimbangan Kimia Gas Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Gas dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 21
TP.22 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan pengertian kesetimbangan dinamis ketika laju reaksi maju dan balik sama. Kesetimbangan Kimia Gas Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Gas dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 22
TP.23 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan tetapan kesetimbangan (Kc dan Kp) serta hasil bagi reaksi (Q) dengan memahami keterkaitan konsep. Kesetimbangan Kimia Gas Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Gas dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 23
TP.24 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara nilai K dan Q serta perubahan konsentrasi, suhu, tekanan, atau volume untuk memprediksi pergeseran kesetimbangan berdasarkan prinsip Le Chatelier. Kesetimbangan Kimia Gas Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Gas dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 24
TP.25 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan penerapan kesetimbangan kimia dalam proses Haber dan proses kontak, serta analisis sederhana kesetimbangan asam basa (Kw dan pH) berdasarkan penalaran. Kesetimbangan Kimia Gas Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Gas dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 25
TP.26 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali konsep asam dan basa serta perbedaan sifat dan tingkat keasamannya. Kesetimbangan Kimia Asam Basa Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Asam Basa dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 26
TP.27 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan salah satu teori asam basa (Arrhenius, Bronsted-Lowry, atau Lewis). Kesetimbangan Kimia Asam Basa Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Asam Basa dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 10 JP 2 27
TP.28 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan sifat asam basa larutan menggunakan indikator, kesetimbangan ion, dan cara menentukan pH dengan memahami keterkaitan konsep. Kesetimbangan Kimia Asam Basa Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Asam Basa dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 28
TP.29 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara reaksi penetralan (titrasi asam basa), hidrolisis garam, dan sifat larutan garam. Kesetimbangan Kimia Asam Basa Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Asam Basa dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 29
TP.30 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan karakteristik larutan penyangga (asam atau basa), pH larutan penyangga, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan penalaran. Kesetimbangan Kimia Asam Basa Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kimia Asam Basa dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 30
TP.31 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu mengenali konsep kelarutan serta bahwa setiap zat memiliki batas kelarutan dalam pelarut. Kesetimbangan Kelarutan Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kelarutan dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 31
TP.32 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan pengertian hasil kali kelarutan (Ksp) sebagai ukuran kemudahan zat untuk larut. Kesetimbangan Kelarutan Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kelarutan dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 32
TP.33 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menjelaskan hubungan antara kelarutan, nilai Ksp, dan konsentrasi ion-ion penyusunnya dengan memahami keterkaitan konsep. Kesetimbangan Kelarutan Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kelarutan dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 33
TP.34 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara perhitungan kelarutan dan Ksp garam serta pengaruh ion senama terhadap kelarutan. Kesetimbangan Kelarutan Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kelarutan dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 34
TP.35 Pemahaman Kimia Peserta didik mampu menyimpulkan pengaruh nilai Ksp dan ion senama terhadap kelarutan zat berdasarkan penalaran. Kesetimbangan Kelarutan Keberhasilan terlihat ketika peserta didik dapat menjelaskan kesetimbangan Kelarutan dengan contoh, istilah, dan alasan yang tepat. 5 JP 2 35

Total Alokasi JP: 215 JP

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Catatan sistem: ATP hanya memuat TP/materi pembelajaran. Alokasi JP dikunci ke kelipatan 5 JP per minggu. Baris JP diselaraskan: 35. Baris non-materi dihapus: 0. Total materi: 215 JP. Kapasitas RPE: 215 JP. Tidak ada cadangan, asesmen/remedial/pengayaan, agenda sekolah, atau N/A sebagai baris ATP terpisah.

Catatan sistem: alokasi JP ATP dikunci per semester sesuai RPE. Semester 1 = 105 JP dari target RPE 105 JP; Semester 2 = 110 JP dari target RPE 110 JP. Prota dan Promes wajib mengikuti angka ATP final ini.

Catatan sistem: Alokasi JP pada ATP disinkronkan mengikuti alur RPE → ATP → Prota/Promes → Silabus. Jumlah baris diselaraskan: 35.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.