KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. KKTP berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam melakukan asesmen, memberikan umpan balik, serta merencanakan pembelajaran selanjutnya. KKTP yang ditetapkan haruslah operasional, terukur, dan mencerminkan kedalaman pemahaman serta keterampilan yang diharapkan sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).
Prinsip Penetapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:
- Valid: Kriteria harus relevan dan mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.
- Terukur: Kriteria harus dapat diukur secara objektif melalui berbagai teknik asesmen.
- Adil: Kriteria harus diterapkan secara konsisten dan merata kepada seluruh peserta didik.
- Kontekstual: Kriteria disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, dan sumber daya yang tersedia.
- Transparan: Kriteria harus dikomunikasikan dengan jelas kepada peserta didik agar mereka memahami ekspektasi yang harus dicapai.
- Dapat Digunakan untuk Umpan Balik: Kriteria membantu guru memberikan umpan balik yang spesifik dan konstruktif kepada peserta didik.
Tabel Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Mata Pelajaran: Sejarah
Kelas/Fase: X / Fase E
Tahun Pelajaran: 2026/2027
| Kode TP | Elemen CP | Tujuan Pembelajaran | Indikator/Kriteria Ketercapaian | Bukti atau Teknik Asesmen | Baru Memulai (BM) | Berkembang (B) | Cakap (C) | Mahir (M) | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| TP.1 | Pemahaman Konsep Dasar Ilmu Sejarah | Peserta didik mampu memahami pengantar ilmu sejarah, memahami sejarah dalam dimensi masa lalu, masa kini dan masa depan, memhami peristiwa sejarah secara diakronis | Peserta didik dapat mengidentifikasi konsep dasar ilmu sejarah dan menjelaskan keterkaitan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam peristiwa sejarah. | Tes Tulis (Soal Uraian), Lisan (Presentasi Singkat) | Belum mampu menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah dan keterkaitannya dengan dimensi waktu. | Mampu menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah dengan bantuan contoh, namun belum sepenuhnya menghubungkan dengan dimensi waktu. | Mampu menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah dan keterkaitannya dengan masa lalu, masa kini, dan masa depan secara diakronis dengan tepat. | Mampu menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah, keterkaitannya dengan dimensi waktu, serta menganalisis peristiwa sejarah secara diakronis dengan kritis dan memberikan contoh yang relevan. | Remedial: Pembelajaran ulang materi konsep dasar sejarah dan dimensi waktu. Pengayaan: Menjelaskan penerapan konsep diakronis pada peristiwa sejarah kontemporer. |
| TP.2 | Pemahaman Konsep Dasar Ilmu Sejarah | Peserta didik mampu menganalisis serta mengevaluasi sejarah dalam ruang lingkup lokal, nasional dan global | Peserta didik dapat mengaitkan peristiwa sejarah lokal dengan peristiwa sejarah nasional dan global. | Studi Kasus, Diskusi Kelompok, Penugasan Membuat Peta Konsep | Kesulitan mengaitkan peristiwa sejarah lokal dengan skala nasional atau global. | Mampu mengaitkan peristiwa sejarah lokal dengan skala nasional atau global dengan bantuan guru atau contoh. | Mampu menganalisis dan menjelaskan keterkaitan antara peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global secara mandiri. | Mampu menganalisis dan mengevaluasi hubungan timbal balik antara peristiwa sejarah lokal, nasional, dan global dengan memberikan argumen yang kuat. | Remedial: Latihan menganalisis keterkaitan antar skala sejarah. Pengayaan: Membuat esai singkat tentang dampak global dari peristiwa sejarah lokal. |
| TP.3 | Keterampilan Proses Sejarah | Peserta didik mampu memahami asal usul nenek moyang menurut teori Yunan, teori Nusantara, teoto out of Afrika, eori out of Taiwan | Peserta didik dapat menjelaskan pokok-pokok pemikiran dari berbagai teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. | Presentasi Kelompok, Kuis Singkat, Peta Pikiran | Belum mampu menyebutkan teori-teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. | Mampu menyebutkan beberapa teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dengan bantuan. | Mampu menjelaskan pokok-pokok pemikiran dari minimal dua teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia dengan benar. | Mampu menjelaskan pokok-pokok pemikiran dari berbagai teori asal usul nenek moyang bangsa Indonesia secara komprehensif dan membandingkannya. | Remedial: Diskusi mendalam tentang teori-teori yang belum dipahami. Pengayaan: Mencari bukti-bukti arkeologis yang mendukung salah satu teori. |
| TP.4 | Keterampilan Proses Sejarah | Peserta didik mampu memahami jalur rempah | Peserta didik dapat menjelaskan pentingnya jalur rempah bagi peradaban Nusantara dan dunia. | Presentasi, Infografis, Laporan Singkat | Belum mampu menjelaskan arti penting jalur rempah. | Mampu menjelaskan arti penting jalur rempah dengan bantuan contoh sederhana. | Mampu menjelaskan arti penting jalur rempah bagi peradaban Nusantara dan dunia dengan menyebutkan minimal dua aspek pengaruhnya. | Mampu menjelaskan arti penting jalur rempah secara mendalam, menganalisis dampaknya terhadap perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengaitkannya dengan konteks global. | Remedial: Membaca artikel tentang sejarah jalur rempah dan mendiskusikannya. Pengayaan: Membuat studi kasus tentang dampak jalur rempah pada satu daerah di Nusantara. |
| TP.5 | Pemahaman Konsep Dasar Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah | Peserta didik mampu menganalisis pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia dan menjelaskan kerajaan pada masa Hindu Buddha | Peserta didik dapat mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dan menjelaskan ciri-ciri umumnya. | Tes Tulis (Pilihan Ganda), Pembuatan Daftar Kerajaan | Kesulitan mengidentifikasi kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. | Mampu mengidentifikasi beberapa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dengan bantuan. | Mampu mengidentifikasi minimal tiga kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia dan menjelaskan minimal dua ciri umum masing-masing. | Mampu mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia secara komprehensif, menjelaskan ciri-ciri umum, serta menganalisis pengaruhnya terhadap masyarakat. | Remedial: Membaca materi tentang kerajaan Hindu-Buddha dan membuat rangkuman. Pengayaan: Meneliti salah satu kerajaan Hindu-Buddha secara lebih mendalam. |
| TP.6 | Pemahaman Konsep Dasar Asal Usul Nenek Moyang dan Jalur Rempah | Peserta didik mampu mendeskripsikan jaringan perdagangan dan pelayaran Nusantara | Peserta didik dapat menjelaskan peran kerajaan Hindu-Buddha dalam membangun jaringan perdagangan dan pelayaran di Nusantara. | Diskusi Kelompok, Membuat Diagram Alur Perdagangan | Belum mampu menjelaskan peran kerajaan Hindu-Buddha dalam perdagangan. | Mampu menjelaskan peran kerajaan Hindu-Buddha dalam perdagangan dengan bantuan contoh. | Mampu menjelaskan peran kerajaan Hindu-Buddha dalam membangun jaringan perdagangan dan pelayaran di Nusantara dengan menyebutkan komoditas utama dan rute pelayaran. | Mampu mendeskripsikan jaringan perdagangan dan pelayaran Nusantara pada masa Hindu-Buddha secara detail, menganalisis faktor-faktor pendukungnya, serta dampaknya terhadap kehidupan ekonomi. | Remedial: Studi literatur tentang aktivitas maritim kerajaan Hindu-Buddha. Pengayaan: Membuat model pelabuhan kuno di Nusantara. |
| TP.7 | Keterampilan Proses Sejarah | Peserta didik mampu menganalisis akulturasi Kebudayaan Nusantara Hindu dan Buddha | Peserta didik dapat memberikan contoh akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dalam seni, arsitektur, dan sistem kepercayaan di Indonesia. | Analisis Foto/Gambar Artefak, Presentasi Temuan | Kesulitan memberikan contoh akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha. | Mampu memberikan satu contoh akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan bantuan. | Mampu memberikan minimal dua contoh akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. | Mampu menganalisis proses akulturasi kebudayaan Hindu-Buddha secara mendalam, mengidentifikasi unsur-unsur asli Nusantara yang berpadu, dan menjelaskan dampaknya yang berkelanjutan. | Remedial: Mengamati dan mendiskusikan peninggalan sejarah berupa candi atau prasasti. Pengayaan: Membandingkan akulturasi Hindu-Buddha dengan akulturasi budaya lainnya. |
| TP.8 | Keterampilan Proses Sejarah | Peserta didik mampu menjelaskan proses Islamisasi di Nusantara, memahami terbentuknya perdagangan antarpulai pada masa Islam di Nusantara | Peserta didik dapat menjelaskan cara-cara masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara serta mengidentifikasi kerajaan-kerajaan Islam awal. | Presentasi Kelompok, Membuat Peta Sebaran Islam | Belum mampu menjelaskan proses Islamisasi di Nusantara. | Mampu menjelaskan beberapa cara masuknya Islam dengan bantuan. | Mampu menjelaskan cara-cara masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara serta mengidentifikasi minimal dua kerajaan Islam awal. | Mampu menjelaskan proses Islamisasi di Nusantara secara komprehensif, menganalisis faktor-faktor pendukungnya, serta mengaitkannya dengan perkembangan perdagangan antarpulau. | Remedial: Membaca literatur tentang jalur perdagangan dan penyebaran Islam. Pengayaan: Membuat cerita bergambar tentang proses Islamisasi di suatu daerah. |
| TP.9 | Pemahaman Konsep Dasar Kerajaan Hindu-Buddha | Peserta didik mampu mendeskripsikan kehidupan masyarakat Nusantara masa Kerajaan Islam | Peserta didik dapat menjelaskan aspek-aspek kehidupan masyarakat (sosial, ekonomi, budaya) pada masa kerajaan Islam di Indonesia. | Diskusi Terbimbing, Penugasan Membuat Ringkasan | Kesulitan mendeskripsikan kehidupan masyarakat masa kerajaan Islam. | Mampu mendeskripsikan satu aspek kehidupan masyarakat masa kerajaan Islam dengan bantuan. | Mampu mendeskripsikan minimal dua aspek kehidupan masyarakat (sosial, ekonomi, budaya) pada masa kerajaan Islam di Indonesia. | Mampu mendeskripsikan kehidupan masyarakat Nusantara masa Kerajaan Islam secara rinci, menganalisis perubahan dan keberlanjutan aspek-aspek kehidupan, serta mengaitkannya dengan ajaran Islam. | Remedial: Studi kasus tentang salah satu aspek kehidupan masyarakat masa kerajaan Islam. Pengayaan: Meneliti pengaruh Islam terhadap sistem pemerintahan kerajaan. |
| TP.10 | Pemahaman Konsep Dasar Kerajaan Hindu-Buddha | Peserta didik mampu menjelaskan jaringan keilmuan dinusantara, memahami akulturasu dan perkembangan budaya serta mengidentifikasi proses integrasi Nusantara | Peserta didik dapat memberikan contoh perkembangan keilmuan dan budaya serta proses integrasi bangsa pada masa kerajaan Islam. | Presentasi, Analisis Dokumen (Misal: Naskah Kuno), Membuat Timeline | Belum mampu memberikan contoh perkembangan keilmuan dan budaya. | Mampu memberikan satu contoh perkembangan keilmuan atau budaya dengan bantuan. | Mampu memberikan minimal dua contoh perkembangan keilmuan dan budaya serta mengidentifikasi satu bentuk proses integrasi bangsa pada masa kerajaan Islam. | Mampu menjelaskan perkembangan jaringan keilmuan, mengidentifikasi berbagai bentuk akulturasi dan perkembangan budaya, serta menganalisis proses integrasi Nusantara secara mendalam pada masa kerajaan Islam. | Remedial: Membaca biografi tokoh-tokoh intelektual muslim di Nusantara. Pengayaan: Membuat proyek sederhana tentang warisan keilmuan dan budaya Islam di Indonesia. |
Prosedur Pengolahan Bukti Asesmen
Bukti-bukti hasil asesmen (tes tulis, lisan, penugasan, presentasi, produk) akan dikumpulkan dan diolah oleh guru untuk menentukan tingkat ketercapaian setiap peserta didik terhadap setiap TP. Pengolahan bukti akan mencakup:
- Identifikasi Pencapaian: Menganalisis hasil kerja peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada setiap tingkat (BM, B, C, M).
- Penilaian Kuantitatif dan Kualitatif: Memberikan skor atau nilai berdasarkan tingkat pencapaian, serta memberikan deskripsi kualitatif mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
- Rekapitulasi Hasil: Mencatat hasil pencapaian setiap peserta didik untuk setiap TP dalam format yang telah disediakan.
Tindak Lanjut Asesmen
1. Remedial
Peserta didik yang belum mencapai kriteria "Cakap" (C) pada suatu TP akan mendapatkan program remedial. Program remedial dapat berupa:
- Pembelajaran ulang materi yang belum dikuasai dengan metode yang berbeda.
- Pemberian tugas tambahan yang lebih terfokus pada pemahaman konsep atau keterampilan yang lemah.
- Sesi diskusi atau bimbingan individual dengan guru.
- Asesmen ulang setelah mengikuti program remedial.
2. Pengayaan
Peserta didik yang telah mencapai kriteria "Mahir" (M) pada suatu TP akan mendapatkan program pengayaan. Program pengayaan bertujuan untuk memperdalam pemahaman atau mengembangkan keterampilan lebih lanjut, dapat berupa:
- Pemberian proyek penelitian mandiri terkait topik yang diminati.
- Tugas analisis kasus yang lebih kompleks.
- Studi literatur mendalam atau riset lanjutan.
- Pembinaan untuk mengikuti kompetisi atau olimpiade sejarah.
Pelaporan Hasil
Hasil pencapaian peserta didik akan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik melalui laporan hasil belajar (rapor). Laporan ini akan mencakup:
- Nilai akhir untuk setiap mata pelajaran.
- Deskripsi pencapaian kompetensi berdasarkan KKTP, yang mencakup kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
- Informasi mengenai kegiatan remedial dan pengayaan yang telah diikuti peserta didik.
- Rekomendasi tindak lanjut untuk mendukung perkembangan belajar peserta didik.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Irianto Pontjowardoyo, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |