← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran - Matematika Tingkat Lanjut XII - 2026/2027

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

IDENTITAS

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Dina Kurniawati, S.Pd.
  • Mata Pelajaran: Matematika Tingkat Lanjut
  • Kelas/Fase: XII / Fase F
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027

A. PENGERTIAN KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah standar pencapaian yang harus dipenuhi oleh peserta didik untuk menyatakan bahwa suatu tujuan pembelajaran telah tercapai. KKTP berfungsi sebagai patokan untuk mengukur sejauh mana peserta didik telah menguasai kompetensi yang diharapkan, serta menjadi dasar untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan merencanakan tindak lanjut pembelajaran.

B. PRINSIP PENETAPAN KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

Dalam menetapkan KKTP, prinsip-prinsip berikut menjadi acuan:

  • Valid: Kriteria harus benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Terukur: Kriteria harus dapat diukur secara objektif melalui berbagai bentuk asesmen.
  • Adil: Kriteria harus memberikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk mencapainya.
  • Kontekstual: Kriteria harus relevan dengan karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, dan konteks pembelajaran.
  • Transparan: Kriteria harus dikomunikasikan dengan jelas kepada peserta didik dan pemangku kepentingan lainnya.
  • Dapat Digunakan untuk Umpan Balik: Kriteria harus memfasilitasi pemberian umpan balik yang spesifik dan actionable bagi peserta didik.

C. TABEL KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Kode TP Elemen CP Tujuan Pembelajaran Tingkat Ketercapaian Bukti/Teknik Asesmen Tindak Lanjut
Baru Memulai Berkembang Cakap (Minimum) Mahir
TP.1 Kalkulus Peserta didik mampu menjelaskan definisi pada materi limit melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan definisi limit fungsi secara lisan maupun tulisan, kesulitan mengidentifikasi istilah penting. Mampu menjelaskan definisi limit fungsi secara sederhana, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan definisi limit fungsi secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan definisi limit fungsi secara mendalam, menghubungkan dengan konsep lain, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Diskusi kelas, tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal definisi limit. Pengayaan: Mencari contoh penerapan definisi limit di berbagai bidang.
TP.2 Kalkulus Peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat limit fungsi pada materi limit dengan menghubungkan informasi, alasan, dan bukti yang relevan. Kesulitan mengidentifikasi dan menganalisis sifat-sifat limit fungsi. Mampu mengidentifikasi beberapa sifat limit fungsi, namun analisisnya masih terbatas dan kurang mendalam. Mampu menganalisis sifat-sifat limit fungsi dengan menghubungkan informasi dan memberikan alasan yang logis. Mampu menganalisis sifat-sifat limit fungsi secara komprehensif, menunjukkan bukti matematis, dan menjelaskan keterkaitannya. Lisan (Presentasi kelompok, diskusi), Tertulis (Soal analisis sifat, studi kasus). Remedial: Latihan soal analisis sifat limit. Pengayaan: Membuktikan sifat-sifat limit fungsi secara aljabar.
TP.3 Kalkulus Peserta didik mampu menjelaskan limit fungsi aljabar pada materi limit melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep limit fungsi aljabar secara memadai. Mampu menjelaskan konsep limit fungsi aljabar secara umum, namun masih memerlukan bantuan untuk contoh atau istilah spesifik. Mampu menjelaskan limit fungsi aljabar secara lisan dan tulisan, menggunakan contoh yang tepat dan istilah yang benar. Mampu menjelaskan limit fungsi aljabar secara rinci, memberikan berbagai variasi contoh, dan menjelaskan implikasinya. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal cerita limit fungsi aljabar, latihan soal). Remedial: Latihan soal limit fungsi aljabar. Pengayaan: Menjelaskan limit fungsi aljabar tak hingga.
TP.4 Kalkulus Peserta didik mampu menerapkan limit fungsi aljabar pada materi limit untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep limit fungsi aljabar dalam konteks nyata. Mampu menerapkan limit fungsi aljabar pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan limit fungsi aljabar untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan limit fungsi aljabar pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan limit fungsi aljabar. Pengayaan: Merancang masalah kontekstual yang dapat diselesaikan dengan limit fungsi aljabar.
TP.5 Kalkulus Peserta didik mampu menjelaskan limit fungsi trigonometri pada materi limit melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep limit fungsi trigonometri secara memadai. Mampu menjelaskan konsep limit fungsi trigonometri secara umum, namun masih memerlukan bantuan untuk contoh atau istilah spesifik. Mampu menjelaskan limit fungsi trigonometri secara lisan dan tulisan, menggunakan contoh yang tepat dan istilah yang benar. Mampu menjelaskan limit fungsi trigonometri secara rinci, memberikan berbagai variasi contoh, dan menjelaskan implikasinya. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian limit fungsi trigonometri). Remedial: Latihan soal limit fungsi trigonometri. Pengayaan: Membuktikan identitas trigonometri yang berkaitan dengan limit.
TP.6 Kalkulus Peserta didik mampu menerapkan limit fungsi trigonometri pada materi limit untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep limit fungsi trigonometri dalam konteks nyata. Mampu menerapkan limit fungsi trigonometri pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan limit fungsi trigonometri untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan limit fungsi trigonometri pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan limit fungsi trigonometri. Pengayaan: Mencari aplikasi limit fungsi trigonometri dalam fisika atau teknik.
TP.7 Kalkulus Peserta didik mampu menjelaskan definisi pada materi turunan Fungsi melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan definisi turunan fungsi secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan definisi turunan fungsi secara sederhana, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan definisi turunan fungsi secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan definisi turunan fungsi secara mendalam, menghubungkan dengan konsep limit, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Diskusi kelas, tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal definisi turunan fungsi. Pengayaan: Membuktikan rumus turunan fungsi menggunakan definisi.
TP.8 Kalkulus Peserta didik mampu menganalisis sifat-sifat turunan fungsi pada materi turunan Fungsi dengan menghubungkan informasi, alasan, dan bukti yang relevan. Kesulitan mengidentifikasi dan menganalisis sifat-sifat turunan fungsi. Mampu mengidentifikasi beberapa sifat turunan fungsi, namun analisisnya masih terbatas dan kurang mendalam. Mampu menganalisis sifat-sifat turunan fungsi dengan menghubungkan informasi dan memberikan alasan yang logis. Mampu menganalisis sifat-sifat turunan fungsi secara komprehensif, menunjukkan bukti matematis, dan menjelaskan keterkaitannya. Lisan (Presentasi kelompok, diskusi), Tertulis (Soal analisis sifat turunan, studi kasus). Remedial: Latihan soal analisis sifat turunan fungsi. Pengayaan: Menerapkan sifat-sifat turunan untuk menyelesaikan masalah yang lebih kompleks.
TP.9 Kalkulus Peserta didik mampu menjelaskan aplikasi turunan pada materi turunan Fungsi melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan aplikasi turunan fungsi secara memadai. Mampu menjelaskan beberapa aplikasi turunan fungsi secara umum, namun kurang spesifik pada contoh atau istilah. Mampu menjelaskan aplikasi turunan fungsi secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan berbagai aplikasi turunan fungsi secara mendalam, memberikan contoh-contoh konkret, dan menjelaskan implikasinya. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian aplikasi turunan). Remedial: Latihan soal aplikasi turunan fungsi. Pengayaan: Mencari aplikasi turunan dalam bidang sains dan teknologi.
TP.10 Kalkulus Peserta didik mampu menerapkan aplikasi turunan pada materi turunan Fungsi untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep aplikasi turunan dalam konteks nyata. Mampu menerapkan aplikasi turunan pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan aplikasi turunan untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan aplikasi turunan pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan aplikasi turunan. Pengayaan: Merancang masalah optimasi yang dapat diselesaikan dengan turunan.
TP.11 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menjelaskan integral tak tentu pada materi integral melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep integral tak tentu secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep integral tak tentu secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan integral tak tentu secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan integral tak tentu secara mendalam, menghubungkan dengan turunan, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal integral tak tentu. Pengayaan: Membuktikan sifat-sifat integral tak tentu.
TP.12 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menerapkan integral tak tentu pada materi integral untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep integral tak tentu dalam konteks nyata. Mampu menerapkan integral tak tentu pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan integral tak tentu untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan integral tak tentu pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan integral tak tentu. Pengayaan: Mencari aplikasi integral tak tentu dalam fisika atau rekayasa.
TP.13 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menjelaskan integral tentu pada materi integral melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep integral tentu secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep integral tentu secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan integral tentu secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan integral tentu secara mendalam, menghubungkan dengan luas area, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian integral tentu). Remedial: Latihan soal integral tentu. Pengayaan: Membuktikan Teorema Dasar Kalkulus.
TP.14 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menerapkan integral tentu pada materi integral untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep integral tentu dalam konteks nyata. Mampu menerapkan integral tentu pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan integral tentu untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan integral tentu pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan integral tentu. Pengayaan: Menghitung volume benda putar menggunakan integral tentu.
TP.15 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menjelaskan penerapan Integral pada materi integral melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan berbagai penerapan integral secara memadai. Mampu menjelaskan beberapa penerapan integral secara umum, namun kurang spesifik pada contoh atau istilah. Mampu menjelaskan penerapan integral secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan berbagai penerapan integral secara mendalam, memberikan contoh-contoh konkret, dan menjelaskan implikasinya. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian penerapan integral). Remedial: Latihan soal penerapan integral. Pengayaan: Mencari penerapan integral dalam bidang teknik sipil atau ekonomi.
TP.16 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menerapkan penerapan Integral pada materi integral untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep penerapan integral dalam konteks nyata. Mampu menerapkan konsep penerapan integral pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan konsep integral untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan konsep integral pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan integral. Pengayaan: Merancang masalah yang dapat diselesaikan menggunakan integral.
TP.17 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menjelaskan variabel acak pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep variabel acak secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep variabel acak secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan variabel acak secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan variabel acak secara mendalam, menghubungkan dengan konsep peluang, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal variabel acak. Pengayaan: Mengidentifikasi variabel acak dalam situasi sehari-hari.
TP.18 Analisis Data dan Peluang Peserta didik mampu menganalisis peluang variabel acak diskrit pada materi analisis Data dan Peluang dengan menghubungkan informasi, alasan, dan bukti yang relevan. Kesulitan menganalisis peluang variabel acak diskrit. Mampu mengidentifikasi beberapa peluang variabel acak diskrit, namun analisisnya masih terbatas. Mampu menganalisis peluang variabel acak diskrit dengan menghubungkan informasi dan memberikan alasan yang logis. Mampu menganalisis peluang variabel acak diskrit secara komprehensif, menunjukkan perhitungan yang tepat, dan menjelaskan keterkaitannya. Lisan (Presentasi kelompok, diskusi), Tertulis (Soal analisis peluang, studi kasus). Remedial: Latihan soal peluang variabel acak diskrit. Pengayaan: Membandingkan peluang dari dua variabel acak diskrit yang berbeda.
TP.19 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menjelaskan distribusi seragam pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep distribusi seragam secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep distribusi seragam secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan distribusi seragam secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan distribusi seragam secara mendalam, menghubungkan dengan variabel acak, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal distribusi seragam. Pengayaan: Membedakan distribusi seragam diskrit dan kontinu.
TP.20 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menerapkan distribusi seragam pada materi analisis Data dan Peluang untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep distribusi seragam dalam konteks nyata. Mampu menerapkan distribusi seragam pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan distribusi seragam untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan distribusi seragam pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan distribusi seragam. Pengayaan: Merancang masalah yang dapat diselesaikan dengan distribusi seragam.
TP.21 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menjelaskan fungsi Distribusi Binomial pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep Distribusi Binomial secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep Distribusi Binomial secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan Distribusi Binomial secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan Distribusi Binomial secara mendalam, menghubungkan dengan percobaan Bernoulli, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian Distribusi Binomial). Remedial: Latihan soal Distribusi Binomial. Pengayaan: Membuktikan rumus fungsi massa peluang Distribusi Binomial.
TP.22 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menerapkan fungsi Distribusi Binomial pada materi analisis Data dan Peluang untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep Distribusi Binomial dalam konteks nyata. Mampu menerapkan Distribusi Binomial pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan Distribusi Binomial untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan Distribusi Binomial pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan Distribusi Binomial. Pengayaan: Menganalisis data nyata menggunakan Distribusi Binomial.
TP.23 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menjelaskan nilai Harapan Distribusi Binomial pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep nilai harapan Distribusi Binomial secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep nilai harapan Distribusi Binomial secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan nilai harapan Distribusi Binomial secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan nilai harapan Distribusi Binomial secara mendalam, menghubungkan dengan rata-rata, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal nilai harapan Distribusi Binomial. Pengayaan: Menghitung varians Distribusi Binomial.
TP.24 Aljabar dan Fungsi Peserta didik mampu menerapkan nilai Harapan Distribusi Binomial pada materi analisis Data dan Peluang untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep nilai harapan Distribusi Binomial dalam konteks nyata. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Binomial pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Binomial untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Binomial pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan nilai harapan Distribusi Binomial. Pengayaan: Merancang masalah yang melibatkan nilai harapan Distribusi Binomial.
TP.25 Geometri Peserta didik mampu menjelaskan fungsi Distribusi Normal pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep Distribusi Normal secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep Distribusi Normal secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan Distribusi Normal secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan Distribusi Normal secara mendalam, menghubungkan dengan kurva lonceng, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Diskusi), Tertulis (Soal uraian Distribusi Normal). Remedial: Latihan soal Distribusi Normal. Pengayaan: Membandingkan Distribusi Normal dengan Distribusi Binomial.
TP.26 Geometri Peserta didik mampu menerapkan fungsi Distribusi Normal pada materi analisis Data dan Peluang untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep Distribusi Normal dalam konteks nyata. Mampu menerapkan Distribusi Normal pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan Distribusi Normal untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan Distribusi Normal pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan Distribusi Normal. Pengayaan: Menggunakan tabel distribusi normal standar untuk menyelesaikan masalah.
TP.27 Geometri Peserta didik mampu menjelaskan nilai Harapan Distribusi Normal pada materi analisis Data dan Peluang melalui contoh, istilah penting, dan hubungan antarkonsep yang tepat. Belum dapat menjelaskan konsep nilai harapan Distribusi Normal secara lisan maupun tulisan. Mampu menjelaskan konsep nilai harapan Distribusi Normal secara umum, namun kurang tepat dalam penggunaan istilah atau contoh. Mampu menjelaskan nilai harapan Distribusi Normal secara lisan dan tulisan dengan contoh yang relevan dan istilah yang tepat. Mampu menjelaskan nilai harapan Distribusi Normal secara mendalam, menghubungkan dengan rata-rata, dan memberikan contoh yang kompleks. Lisan (Tanya jawab), Tertulis (Soal uraian singkat, kuis). Remedial: Latihan soal nilai harapan Distribusi Normal. Pengayaan: Menghitung varians Distribusi Normal.
TP.28 Geometri Peserta didik mampu menerapkan nilai Harapan Distribusi Normal pada materi analisis Data dan Peluang untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis. Kesulitan menerapkan konsep nilai harapan Distribusi Normal dalam konteks nyata. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Normal pada satu atau dua situasi sederhana, namun penyelesaiannya kurang lengkap. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Normal untuk menafsirkan situasi kontekstual dan menyajikan penyelesaian yang logis dan terstruktur. Mampu menerapkan nilai harapan Distribusi Normal pada berbagai situasi kontekstual yang kompleks, menyajikan solusi yang inovatif dan tepat. Tertulis (Soal cerita kontekstual, tugas proyek), Lisan (Presentasi solusi). Remedial: Latihan soal penerapan nilai harapan Distribusi Normal. Pengayaan: Merancang masalah yang melibatkan nilai harapan Distribusi Normal.

D. PROSEDUR PENGOLAHAN BUKTI, TINDAK LANJUT, DAN PELAPORAN HASIL

  1. Pengumpulan Bukti: Bukti pencapaian peserta didik dikumpulkan melalui berbagai teknik asesmen yang tercantum dalam tabel KKTP (lisan, tertulis, unjuk kerja, proyek, dll.).
  2. Analisis Hasil Asesmen: Guru menganalisis bukti yang terkumpul untuk menilai tingkat ketercapaian setiap Tujuan Pembelajaran (TP) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
  3. Penentuan Tingkat Ketercapaian: Peserta didik dikategorikan pada salah satu dari empat tingkat ketercapaian (Baru Memulai, Berkembang, Cakap, Mahir) untuk setiap TP. Kategori "Cakap" merupakan batas minimal kelulusan esensial untuk setiap TP.
  4. Umpan Balik: Guru memberikan umpan balik yang spesifik dan konstruktif kepada setiap peserta didik berdasarkan tingkat ketercapaiannya, mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
  5. Tindak Lanjut:
    • Remedial: Peserta didik yang belum mencapai tingkat "Cakap" pada suatu TP akan mendapatkan pembelajaran remedial yang difokuskan pada materi dan keterampilan yang belum dikuasai.
    • Pengayaan: Peserta didik yang telah mencapai tingkat "Mahir" atau lebih pada suatu TP akan mendapatkan kegiatan pengayaan yang lebih menantang untuk memperdalam pemahaman atau mengeksplorasi topik terkait.
  6. Pelaporan Hasil: Hasil pencapaian peserta didik dilaporkan kepada orang tua/wali secara berkala (misalnya melalui rapor tengah semester dan akhir semester), yang mencakup deskripsi perkembangan belajar, tingkat ketercapaian TP, serta rekomendasi untuk pembelajaran selanjutnya.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dina Kurniawati, S.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.